Apa itu Basiliximab
Basiliximab digunakan sebagai terapi profilaksis untuk mencegah penolakan akut graft pada pasien yang menjalani transplantasi ginjal, biasanya diberikan bersama dengan regimen imunosupresif.
Mencegah penolakan akut graft pada transplantasi ginjal (profilaksis penolakan graft pada transplantasi ginjal);
Penggunaan bersama dengan regimen imunosupresif seperti ciclosporin, kortikosteroid, azathioprine, atau mycophenolate mofetil;
Penggunaan pada pasien dewasa: diberikan sebagai pencegahan penolakan akut graft pada transplantasi ginjal;
Penggunaan pada anak: usia 1 tahun ke atas dengan berat badan kurang dari 35 kg pencegahan penolakan akut graft pada transplantasi ginjal; usia 1 tahun ke atas dengan berat badan 35 kg atau lebih penggunaan sama seperti dosis dewasa.
| Golongan | Obat Keras |
| Kategori | Tidak Diketahui |
| Bentuk obat | Serbuk Injeksi |
Peringatan sebelum Menggunakan Basiliximab
Obat ini tidak boleh digunakan pada pasien dengan kondisi berikut:
Hipersensitivitas terhadap basiliximab.
Kondisi yang memerlukan perhatian khusus:
Pasien dengan riwayat penggunaan basiliximab sebelumnya, terutama jika akan diberikan kembali pada terapi berikutnya, harus diberikan dengan sangat hati-hati karena risiko reaksi hipersensitivitas berat dalam waktu kurang dari 24 jam, termasuk reaksi anafilaktoid seperti ruam, urtikaria, pruritus, bersin, mengi, hipotensi, takikardia, dyspnea, bronkospasme, edema paru, gagal jantung, gagal napas, dan sindrom kebocoran kapiler;
Pasien yang sebelumnya mengalami penghentian imunosupresif secara prematur (misalnya karena transplantasi tidak dilanjutkan atau kehilangan graft dini) memiliki risiko lebih tinggi mengalami reaksi hipersensitivitas saat pemberian ulang;
Pasien transplantasi yang menerima regimen imunosupresif memiliki peningkatan risiko gangguan limfoproliferatif (misalnya limfoma) dan infeksi oportunistik seperti sitomegalovirus (CMV);
Penggunaan vaksin hidup tidak direkomendasikan pada pasien dengan kondisi imunosupresi;
Vaksin inaktif dapat diberikan, namun respons imun dapat berkurang tergantung tingkat imunosupresi;
Penggunaan pada kehamilan dan menyusui perlu pertimbangan khusus.
Efek Samping Basiliximab
Seperti obat lainnya, basiliximab dapat menyebabkan efek samping pada sebagian pasien.
Efek samping yang umum antara lain:
Nyeri perut, mual, muntah, diare, konstipasi, dan rasa tidak nyaman pada saluran cerna;
Batuk, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau pilek, serta sesak napas;
Demam, menggigil, kelelahan, lemas, dan nyeri tubuh (termasuk sakit punggung);
Pusing, sakit kepala, gangguan tidur (insomnia), kecemasan, agitasi, dan depresi;
Tremor atau gemetar pada tangan atau kaki;
Pembengkakan pada wajah, tubuh, tangan, kaki, atau tungkai bawah;
Tekanan darah meningkat;
Nyeri atau kesulitan saat buang air kecil, termasuk infeksi saluran kemih;
Gangguan kulit seperti jerawat, gatal, dan perubahan pada gusi (perdarahan, nyeri, atau pembesaran gusi);
Perubahan metabolik seperti peningkatan berat badan.
Efek samping serius antara lain:
Reaksi alergi berat seperti urtikaria, ruam, gatal, pingsan, mengi, sesak napas, detak jantung cepat, serta pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan (anafilaksis);
Infeksi serius termasuk sepsis dan infeksi virus;
Gangguan gula darah seperti hiperglikemia;
Gangguan elektrolit seperti hiperkalemia dan hipokalemia;
Kekurangan sel darah merah (anemia);
Perdarahan, memar, atau kelainan pembekuan darah;
Luka operasi yang tidak sembuh;
Nyeri sendi, kekakuan, atau kemerahan sendi;
Gangguan ginjal atau peningkatan kreatinin;
Risiko gangguan limfoproliferatif (misalnya limfoma);
Reaksi imun serius seperti sindrom pelepasan sitokin.
Overdosis Basiliximab
Dalam kondisi penggunaan di lingkungan medis, kejadian overdosis basiliximab sangat jarang terjadi. Apabila terjadi, penanganan akan segera dilakukan oleh tenaga kesehatan sesuai kondisi klinis pasien.
Daftar Produk Obat
Basiliximab 20 mg

