Apa itu Barium Sulfate
Barium sulfat digunakan sebagai agen kontras radiologi untuk membantu memperjelas gambaran saluran pencernaan pada berbagai pemeriksaan pencitraan. Obat ini bekerja dengan melapisi bagian dalam saluran cerna sehingga struktur organ dapat terlihat lebih jelas pada pemeriksaan X-ray maupun CT scan.
Kegunaan barium sulfat meliputi:
Membantu visualisasi saluran pencernaan pada pemeriksaan CT scan abdomen pada pasien dewasa maupun anak-anak;
Membantu pemeriksaan kerongkongan (esofagus) untuk menilai kelancaran atau keterbukaan saluran;
Membantu evaluasi fungsi dan struktur rongga mulut serta tenggorokan (faring) melalui pemeriksaan modified barium swallow;
Membantu pemeriksaan radiologi dengan kontras tunggal maupun kontras ganda pada esofagus, lambung, duodenum (usus dua belas jari), dan usus halus;
Membantu memperjelas gambaran saluran pencernaan pada pemeriksaan CT colonography.
Barium sulfat juga digunakan untuk membantu diagnosis berbagai kelainan atau gangguan pada esofagus, lambung, dan usus dengan meningkatkan kualitas pencitraan selama pemeriksaan radiologi.
| Golongan | Obat Resep |
| Kategori | Tidak Diketahui |
| Bentuk obat | Serbuk Oral |
Peringatan sebelum Menggunakan Barium Sulfate
Barium sulfat tidak boleh digunakan pada pasien dengan kondisi berikut:
Alergi atau hipersensitivitas berat terhadap barium sulfat atau salah satu kandungan dalam produk;
Adanya, dugaan adanya, atau risiko tinggi terjadinya perforasi (lubang atau robekan) pada saluran pencernaan;
Perdarahan akut pada saluran pencernaan;
Berkurangnya aliran darah ke usus (iskemia usus);
Toxic megacolon;
Ileus berat (gangguan pergerakan usus yang menyebabkan isi usus tidak dapat bergerak);
Baru menjalani operasi atau biopsi pada saluran pencernaan;
Cedera atau luka bakar akut pada saluran pencernaan;
Baru menjalani radioterapi pada area panggul;
Penyumbatan (obstruksi) pada saluran pencernaan;
Risiko tinggi mengalami aspirasi, yaitu masuknya makanan, minuman, atau isi lambung ke saluran napas;
Riwayat aspirasi;
Fistula trakeoesofageal;
Penurunan kesadaran.
Sebelum menggunakan barium sulfat, informasikan kepada dokter apabila Anda sedang hamil atau menyusui, memiliki riwayat asma, alergi terhadap obat atau bahan kontras, gangguan menelan, gangguan pencernaan yang menyebabkan penyumbatan atau lambatnya pergerakan usus, cystic fibrosis, penyakit Hirschsprung, intoleransi fruktosa, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau kondisi medis lain yang berkaitan dengan saluran pencernaan.
Efek Samping Barium Sulfate
Seperti obat lainnya, barium sulfat dapat menyebabkan efek samping pada sebagian pasien. Sebagian besar efek samping yang dilaporkan berkaitan dengan saluran pencernaan dan umumnya bersifat ringan, namun pada kasus yang jarang dapat terjadi reaksi yang serius.
Efek samping yang umum:
Kram perut ringan;
Mual atau muntah;
Diare;
Konstipasi (sembelit) ringan.
Efek samping yang serius:
Reaksi alergi, seperti biduran, gatal, ruam, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, serta kesulitan bernapas;
Nyeri perut yang berat;
Kram perut berat yang disertai diare atau konstipasi berkepanjangan;
Nyeri dada;
Kesulitan bernapas atau menelan;
Telinga berdenging;
Berkeringat berlebihan, kebingungan, atau denyut jantung cepat;
Kulit pucat, kulit tampak kebiruan, atau kelemahan yang tidak biasa;
Perut kembung;
Pusing, kepala terasa ringan, pingsan, atau episode vasovagal dan sinkop.
Efek samping yang jarang dilaporkan:
Aspiration pneumonitis (peradangan paru akibat masuknya bahan ke saluran napas);
Impaksi barium (barium sulfate impaction), yaitu penumpukan atau penyumbatan barium di saluran cerna;
Perubahan pada hasil pemeriksaan EKG selama atau setelah prosedur;
Granuloma;
Embolisasi;
Intravasation (masuknya barium ke dalam pembuluh darah);
Perforasi usus yang dapat menyebabkan peritonitis.
Pada kasus yang sangat jarang, telah dilaporkan reaksi serius yang dapat berakibat fatal, termasuk aspiration pneumonitis, impaksi barium, perforasi usus yang menyebabkan peritonitis dan pembentukan granuloma, serta episode vasovagal dan sinkop.
Overdosis Barium Sulfate
Paparan atau penggunaan barium sulfat dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan:
Mual, muntah, diare, dan kram perut;
Iritasi pada mata dan saluran pernapasan;
Gangguan pada sistem saraf;
Hipokalemia (kadar kalium dalam darah yang rendah), yang dapat menyebabkan gangguan irama jantung.
Pada kasus yang lebih serius, dapat terjadi:
Reaksi alergi berat (hipersensitivitas);
Perlambatan pergerakan saluran cerna;
Sumbatan pada saluran pencernaan;
Aspiration pneumonitis (peradangan paru akibat masuknya barium ke saluran pernapasan);
Embolisasi sistemik (masuknya barium ke pembuluh darah dan terbawa ke bagian tubuh lain).
Kebocoran barium ke dalam rongga perut dapat terjadi selama atau setelah pemberian barium sulfat. Dalam kasus yang jarang, dapat terjadi perforasi (robekan) pada usus yang menyebabkan peritonitis (radang pada lapisan rongga perut), pembentukan granuloma (benjolan akibat peradangan), serta perlengketan jaringan (adhesi).
Kasus yang sangat serius dan dapat berakibat fatal telah dilaporkan, termasuk akibat aspiration pneumonitis, penyumbatan oleh barium (barium sulfate impaction), perforasi usus yang diikuti peritonitis dan pembentukan granuloma, serta episode vasovagal dan sinkop (pingsan).
Pasien dengan riwayat makanan atau cairan yang mudah masuk ke saluran napas (aspirasi) atau memiliki gangguan menelan memerlukan perhatian khusus karena berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi serius.
Daftar Produk Obat
Barium sulfate 92 g/100 g

