logo

Informasi Kesehatan

Artikel

Interaktif

Alat Kesehatan Digital

Informasi Kesehatan
Informasi Obat
Informasi Menu Diet
Informasi RS dan Klinik
logo

Memberikan solusi dan informasi terbaik untuk merawat kesehatanmu

0881-1998-854halo@rawat.id

Jelajah Informasi Kesehatan dan Alat Cek Kesehatan Digital Mandiri

Informasi Obat

Informasi Menu Diet

Informasi RS dan Klinik

Kalkulator BMI

Pengingat Minum Obat

Personal Health Record

Rencana Diet

Jelajah Artikel Berdasarkan Kategori

Kesehatan

Teknologi

Tenaga Kesehatan

Fasilitas Kesehatan

Informasi Umum

Bioteknologi

Tautan Lainnya

Panduan Pengguna RME

Lihat Fitur RME

Registrasi RME

Uji Coba RME

Sosial Media

Instagram

Tiktok

X/Twitter

Youtube

Privacy Policy•Terms of Service•About Us•Disclaimer

© 2026, Rawat ID. All rights reserved.

  1. Beranda
  2. >Informasi Kesehatan
  3. >Informasi Obat
  4. >Bacitracin

Bacitracin - Manfaat, Cara Penggunaan, Dosis dan Efek Samping

Bacitracin adalah antibiotik golongan polipeptida siklik yang digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri, termasuk infeksi kulit, infeksi mata, serta infeksi paru seperti pneumonia dan empyema pada bayi. Bacitracin juga digunakan untuk mencegah infeksi pada luka ringan seperti luka sayat, lecet, dan luka bakar ringan.

Ilustrasi obat

Apa itu Bacitracin

Bacitracin digunakan untuk:

  • Mencegah dan mengobati infeksi kulit lokal akut maupun kronis, termasuk untuk mencegah infeksi pada luka ringan seperti luka sayat, lecet, dan luka bakar ringan;

  • Mengobati infeksi bakteri superfisial pada mata, termasuk infeksi pada kornea dan konjungtiva yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif terhadap bacitracin;

  • Mengobati pneumonia streptokokus dan empyema pada bayi melalui pemberian injeksi intramuskular;

  • Mengobati dermatosis yang responsif terhadap kortikosteroid dengan infeksi sekunder apabila digunakan dalam kombinasi dengan neomisin, polimiksin B, dan hidrokortison.

Penggunaan off-label:

  • Mengobati pediculosis palpebrarum akibat Phthirus pubis pada area kelopak mata dan bulu mata;

  • Dapat dipertimbangkan sebagai terapi infeksi awal Clostridioides difficile melalui pemberian oral, meskipun penggunaannya kurang dipilih karena bukti efektivitas yang terbatas dan adanya kekhawatiran terhadap resistensi antimikroba;

  • Membantu menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes apabila digunakan dalam salep kombinasi yang mengandung neomisin, bacitracin, dan polimiksin B.

GolonganObat Resep
KategoriAntibiotik
Bentuk obatSalep

Peringatan sebelum Menggunakan Bacitracin

Bacitracin tidak boleh digunakan pada pasien yang memiliki hipersensitivitas atau alergi terhadap bacitracin maupun komponen lain dalam formulasi obat. Pasien dengan riwayat hipersensitivitas terhadap neomisin juga dapat memiliki sensitivitas terhadap bacitracin.

Kondisi yang memerlukan perhatian khusus.

Penggunaan bacitracin memerlukan perhatian khusus pada kondisi berikut:

  • Pasien yang pernah terpapar bacitracin sebelumnya;

  • Penggunaan pada luka tusuk yang dalam, gigitan hewan, atau luka bakar berat, terutama untuk sediaan topikal;

  • Penggunaan pada anak-anak;

  • Penggunaan selama kehamilan dan menyusui;

  • Penggunaan pada infeksi atau luka yang disebabkan oleh virus atau jamur karena dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi bakteri;

  • Penggunaan topikal pada area tubuh yang luas.

Efek Samping Bacitracin

Bacitracin dapat menyebabkan efek samping pada sebagian pasien. Efek samping yang muncul dapat berbeda tergantung bentuk sediaan dan cara penggunaan obat.

Efek samping yang umum:

  • Mual dan muntah;

  • Ruam kulit ringan;

  • Demam;

  • Gatal;

  • Dermatitis kontak alergi;

  • Nyeri, rasa terbakar, atau pembengkakan pada area penyuntikan;

  • Penglihatan kabur pada penggunaan sediaan mata;

  • Pertumbuhan berlebih bakteri akibat penggunaan sediaan mata dalam jangka waktu lama.

Efek samping serius:

  • Reaksi alergi berat (anafilaksis), termasuk biduran, kesulitan bernapas, serta pembengkakan pada wajah, bibir, atau tenggorokan;

  • Gangguan fungsi ginjal (nefrotoksisitas), yang dapat ditandai dengan perubahan jumlah urine, darah dalam urine, nyeri punggung bawah, atau nyeri saat buang air kecil;

  • Reaksi alergi berupa ruam kulit yang berat.

Overdosis Bacitracin

Gejala overdosis:

  • Data spesifik mengenai gejala overdosis bacitracin masih terbatas;

  • Overdosis bacitracin, terutama melalui pemberian intramuskular, dapat menyebabkan kerusakan ginjal (nefrotoksisitas) hingga gagal ginjal akibat nekrosis tubulus dan glomerulus;

  • Tidak terdapat laporan toksisitas pada penggunaan bacitracin topikal, baik sebagai sediaan tunggal maupun dalam kombinasi salep tiga antibiotik.

Penanganan overdosis:

  • Penanganan dilakukan dengan terapi suportif sesuai kondisi pasien;

  • Asupan cairan harian dan jumlah urine perlu dipantau secara ketat untuk membantu mencegah cedera ginjal;

  • Hindari penggunaan bersamaan dengan obat yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal (nefrotoksik), seperti streptomisin, kanamisin, polimiksin E, dan neomisin.

Daftar Produk Obat

Nama ProdukZat AktifBentuk SediaanJumlah Kandungan
Bacitracin 500 IU / Polymyxin B 10000BacitracinSalep500.0 [IU] / 0.0 -

Bacitracin 500 IU / Polymyxin B 10000

Zat AktifBacitracinBentuk SediaanSalepJumlah Kandungan500.0 [IU] / 0.0 -

Tags

AntibiotikObat Resep

Referensi

  1. https://www.drugs.com/mtm/bacitracin-injection.html

  2. https://www.drugs.com/sfx/bacitracin-side-effects.html

  3. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/bacitracin?mtype=generic

  4. https://go.drugbank.com/drugs/DB00626

  5. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK536993/

Bagikan artikel
Obat Lainnya
Baclofen
Lihat Detail
›
Barium Sulfate
Lihat Detail
›
Basiliximab
Lihat Detail
›
Beclometasone
Lihat Detail
›
Bedaquiline
Lihat Detail
›
Bendamustine
Lihat Detail
›