Apa itu Bacitracin
Bacitracin digunakan untuk:
Mencegah dan mengobati infeksi kulit lokal akut maupun kronis, termasuk untuk mencegah infeksi pada luka ringan seperti luka sayat, lecet, dan luka bakar ringan;
Mengobati infeksi bakteri superfisial pada mata, termasuk infeksi pada kornea dan konjungtiva yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif terhadap bacitracin;
Mengobati pneumonia streptokokus dan empyema pada bayi melalui pemberian injeksi intramuskular;
Mengobati dermatosis yang responsif terhadap kortikosteroid dengan infeksi sekunder apabila digunakan dalam kombinasi dengan neomisin, polimiksin B, dan hidrokortison.
Penggunaan off-label:
Mengobati pediculosis palpebrarum akibat Phthirus pubis pada area kelopak mata dan bulu mata;
Dapat dipertimbangkan sebagai terapi infeksi awal Clostridioides difficile melalui pemberian oral, meskipun penggunaannya kurang dipilih karena bukti efektivitas yang terbatas dan adanya kekhawatiran terhadap resistensi antimikroba;
Membantu menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes apabila digunakan dalam salep kombinasi yang mengandung neomisin, bacitracin, dan polimiksin B.
| Golongan | Obat Resep |
| Kategori | Antibiotik |
| Bentuk obat | Salep |
Peringatan sebelum Menggunakan Bacitracin
Bacitracin tidak boleh digunakan pada pasien yang memiliki hipersensitivitas atau alergi terhadap bacitracin maupun komponen lain dalam formulasi obat. Pasien dengan riwayat hipersensitivitas terhadap neomisin juga dapat memiliki sensitivitas terhadap bacitracin.
Kondisi yang memerlukan perhatian khusus.
Penggunaan bacitracin memerlukan perhatian khusus pada kondisi berikut:
Pasien yang pernah terpapar bacitracin sebelumnya;
Penggunaan pada luka tusuk yang dalam, gigitan hewan, atau luka bakar berat, terutama untuk sediaan topikal;
Penggunaan pada anak-anak;
Penggunaan selama kehamilan dan menyusui;
Penggunaan pada infeksi atau luka yang disebabkan oleh virus atau jamur karena dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi bakteri;
Penggunaan topikal pada area tubuh yang luas.
Efek Samping Bacitracin
Bacitracin dapat menyebabkan efek samping pada sebagian pasien. Efek samping yang muncul dapat berbeda tergantung bentuk sediaan dan cara penggunaan obat.
Efek samping yang umum:
Mual dan muntah;
Ruam kulit ringan;
Demam;
Gatal;
Dermatitis kontak alergi;
Nyeri, rasa terbakar, atau pembengkakan pada area penyuntikan;
Penglihatan kabur pada penggunaan sediaan mata;
Pertumbuhan berlebih bakteri akibat penggunaan sediaan mata dalam jangka waktu lama.
Efek samping serius:
Reaksi alergi berat (anafilaksis), termasuk biduran, kesulitan bernapas, serta pembengkakan pada wajah, bibir, atau tenggorokan;
Gangguan fungsi ginjal (nefrotoksisitas), yang dapat ditandai dengan perubahan jumlah urine, darah dalam urine, nyeri punggung bawah, atau nyeri saat buang air kecil;
Reaksi alergi berupa ruam kulit yang berat.
Overdosis Bacitracin
Gejala overdosis:
Data spesifik mengenai gejala overdosis bacitracin masih terbatas;
Overdosis bacitracin, terutama melalui pemberian intramuskular, dapat menyebabkan kerusakan ginjal (nefrotoksisitas) hingga gagal ginjal akibat nekrosis tubulus dan glomerulus;
Tidak terdapat laporan toksisitas pada penggunaan bacitracin topikal, baik sebagai sediaan tunggal maupun dalam kombinasi salep tiga antibiotik.
Penanganan overdosis:
Penanganan dilakukan dengan terapi suportif sesuai kondisi pasien;
Asupan cairan harian dan jumlah urine perlu dipantau secara ketat untuk membantu mencegah cedera ginjal;
Hindari penggunaan bersamaan dengan obat yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal (nefrotoksik), seperti streptomisin, kanamisin, polimiksin E, dan neomisin.
Daftar Produk Obat
Bacitracin 500 IU / Polymyxin B 10000

