Apa itu Ammonium Chloride
Ammonium chloride digunakan untuk:
Sebagai ekspektoran dalam sirup obat batuk untuk membantu pengeluaran dahak;
Mengatasi kondisi hipokloremia (hypochloraemia), yaitu kadar klorida yang rendah dalam tubuh;
Mengatasi alkalosis metabolik (metabolic alkalosis).
Dalam bentuk injeksi, ammonium chloride bekerja sebagai pengasam sistemik (systemic acidifier) dengan membantu pemulihan keseimbangan asam-basa tubuh. Setelah diencerkan dalam larutan natrium klorida isotonik, obat ini dapat digunakan pada pasien dengan hipokloremia dan alkalosis metabolik. Dosis yang diberikan disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi pasien, toleransi terhadap pengobatan, serta defisit klorida dan hasil pemeriksaan yang relevan.
| Golongan | - |
| Kategori | - |
| Bentuk obat | Sirup |
Peringatan sebelum Menggunakan Ammonium Chloride
Ammonium chloride tidak boleh digunakan pada pasien dengan kondisi berikut:
Gangguan fungsi ginjal berat (severe renal impairment);
Gangguan fungsi hati berat (severe hepatic impairment);
Alkalosis metabolik yang disebabkan oleh muntahnya asam klorida (hydrochloric acid) dan disertai kehilangan natrium akibat ekskresi sodium bicarbonate melalui urine.
Efek Samping Ammonium Chloride
Seperti obat lainnya, ammonium chloride dapat menyebabkan efek samping pada sebagian pasien. Efek samping yang telah dilaporkan meliputi:
Efek samping yang umum dilaporkan
Nyeri atau iritasi pada tempat penyuntikan;
Sakit kepala;
Hiperventilasi (napas lebih cepat atau lebih dalam dari normal);
Kebingungan (mental confusion);
Ruam kulit;
Hiperrefleksia (refleks tubuh yang berlebihan).
Efek samping pada tempat pemberian obat
Flebitis (peradangan pembuluh darah vena);
Trombosis vena;
Infeksi pada tempat suntikan.
Gangguan metabolik dan laboratorium
Asidosis;
Hipokalemia (kadar kalium rendah dalam darah);
Hiperglikemia (kadar gula darah tinggi);
Glikosuria (adanya gula dalam urine);
Kelainan hasil pemeriksaan EEG.
Efek samping serius
Toksisitas amonia, yang dapat ditandai dengan:
Kulit pucat;
Keringat berlebihan (diaphoresis);
Denyut jantung lambat (bradikardia);
Gangguan irama jantung (aritmia);
Mual hebat atau keinginan untuk muntah (retching);
Kedutan otot (twitching).
Efek samping lain yang dapat terjadi terkait pemberian infus
Demam;
Kebocoran cairan infus ke jaringan sekitar pembuluh darah (ekstravasasi);
Hipervolemia (kelebihan volume cairan tubuh), terutama akibat penggunaan cairan pengencer dalam jumlah besar.
Jika terjadi efek samping selama pemberian obat, terapi dapat dihentikan dan kondisi pasien perlu dievaluasi untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
Overdosis Ammonium Chloride
Overdosis ammonium chloride dapat menyebabkan gangguan keseimbangan asam-basa yang serius, terutama berupa asidosis metabolik. Kondisi ini dapat disertai gangguan kesadaran dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
Gejala overdosis
Asidosis metabolik;
Disorientasi;
Kebingungan (confusion);
Koma.
Pada beberapa kasus, dapat muncul tanda-tanda toksisitas amonia, antara lain:
Kulit pucat;
Berkeringat berlebihan;
Pola napas tidak teratur;
Denyut jantung lambat (bradikardia);
Gangguan irama jantung (aritmia);
Kedutan otot lokal maupun menyeluruh;
Kejang tonik;
Koma.
Penanganan overdosis
Jika terjadi asidosis metabolik akibat overdosis, dapat diberikan larutan pengalkali (alkalinising solution) seperti sodium bicarbonate atau sodium lactate untuk membantu mengoreksi kondisi tersebut. Pasien juga perlu dipantau secara ketat terhadap tanda-tanda toksisitas amonia dan komplikasi yang mungkin terjadi.
Daftar Produk Obat
Promethazine hydrochloride 2,5 mg / Ammonium chloride 100 mg / Ephedrine hydrochloride 2,5 mg
Promethazine Hydrochloride 2.5 mg / Pseudoephedrine Hydrochloride 2.5 mg / Ammonium Chloride 135 mg / 5 ml
Licorice 500 mg / Ammonium Chloride 150 mg
Diphenhydramine Hydrochloride 13,5 mg / Ammonium Chloride 131,5 mg / 5 mL
Diphenhydramine Hydrochloride 13,5 mg / Ammonium Chloride 121,5 mg/5 mL
Diphenhydramine Hydrochloride 12,5 mg / Ammonium Chloride 135 mg/5 mL
Diphenhydramine Hydrochloride 12,5 mg / Ammonium Chloride 100 mg/5 mL
Diphenhydramine Hcl 14 mg / Ammonium Chloride 135 mg
Diphenhydramine HCl 12.5 mg / Ammonium Chloride 100 mg / Sulfogaiacol Potassium 30 mg / Sodium Citrate Dihydrate 50 mg
Diphenhydramine HCl 12,5 mg / Ammonium chloride 125 mg / Sodium citrate 50 mg / 5 ml

