Apa itu Abiraterone
| Golongan | - |
| Kategori | - |
| Bentuk obat | Tablet |
Peringatan sebelum Menggunakan Abiraterone
Abiraterone tidak boleh digunakan sembarangan dan harus sesuai dengan resep dokter. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat ini adalah:
- Abiraterone tidak dianjurkan untuk dikonsumsi untuk pasien dengan gangguan hati (hepatic impairment) berat, menyusui, ibu hamil atau perempuan sedang dalam program hamil
- Penggunaan bersamaan dengan Radium Ra-233 juga tidak dianjurkan
Efek Samping Abiraterone
Abiraterone bisa menyebabkan reaksi alergi seperti ruam; kesulitan bernapas; pembengkakan pada wajah, bibir, lidah atau tenggorokan. Dapatkan pertolongan medis segera jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut setelah mengonsumsi Abiraterone.
Konsultasikan ke dokter jika kamu mengalami salah satu efek samping berikut setelah mengonsumsi Abiraterone:
Pembengkakan pada pergelangan kaki atau kaki, nyeri pada kaki;
Detak jantung cepat atau tidak teratur;
Merasa pusing, seperti akan pingsan;
Sakit kepala berat, penglihatan kabur, denyutan di leher atau telinga;
Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil;
Sel darah merah rendah (anemia) - kulit pucat, kelelahan, merasa pusing atau sesak napas, tangan dan kaki dingin;
Kalium darah rendah - kram kaki, sembelit, detak jantung tidak teratur, berdebar-debar di dada, peningkatan rasa haus atau buang air kecil, mati rasa atau kesemutan, kelemahan otot atau perasaan lemas;
Masalah hati - sakit perut (sisi kanan atas), mual, muntah, urin gelap, penyakit kuning (kulit atau mata menguning);
Gula darah rendah - sakit kepala, lapar, berkeringat, mudah tersinggung, pusing, detak jantung cepat, dan merasa cemas atau gemetar.
Catatan : Efek samping lain bisa saja terjadi, konsultasikan ke dokter jika kamu mengelami efek samping lain untuk mendapatkan perawatan medis yang sesuai.
Overdosis Abiraterone
Daftar Produk Obat
Abiraterone Acetate 250 mg
Referensi
https://www.mims.com/indonesia/drug/info/abiraterone?mtype=generic

