Apa itu Abacavir
Abacavir digunakan untuk mencegah virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) memperbanyak diri, virus yang bisa menyebabkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome).
Abacavir bisa digunakan oleh orang dewasa atau anak dengan usia minimal 3 tahun. Abacavir tidak digunakan untuk menyembuhkan HIV atau AIDS, tapi untuk mencegah virus HIV untuk berkembang lebih banyak.
Catatan : Abacavir terkadang juga digunakan untuk keperluan selain yang disebutkan di atas.
| Golongan | - |
| Kategori | - |
| Bentuk obat | Tablet Salut Selaput |
Peringatan sebelum Menggunakan Abacavir
Hipersensitivitas terhadap Abacavir bisa dialami oleh pasien yang positif alelle HLA-B*57:01, pasien yang mengalami gangguan hati (liver failure/hepatic impairment) sedang hingga berat dan Ibu menyusui.
Efek Samping Abacavir
Berikut adalah efek samping yang bisa diakibatkan oleh Abacavir:
Pada Tingkat 1, Abacavir bisa menyebabkan demam.
Pada Tingkat 2, Abacavir bisa menyebabkan ruam.
Pada Tingkat 3, Abacavir bisa menyebabkan mual, muntah, diare dan sakit perut.
Pada Tingkat 4, Abacavir bisa menyebabkan perasaan tidak enak badan, kelelahan yang ekstrem dan nyeri badan;.
Pada Tingkat 5, Abacavir bisa menyebabkan sesak napas, batuk dan sakit tenggorokan. Jika kamu memiliki reaksi alergi terhadap Abacavir, kamu dianjurkan untuk tidak menggunakan lagi obat ini.
Abacavir juga bisa menyebabkan efek samping serius lainnya seperti yang tidak disebutkan diatas.
Jika kamu memiliki nyeri pada perut bagian atas yang parah, mual, muntah, kehilangan nafsu makan; pembengkakan di sekitar bagian tengah tubuh; urin berwarna gelap, feses berwarna tanah liat, atau kulit atau mata menguning; kelelahan yang tidak biasa; atau nyeri dan tekanan di dada, serta nyeri yang menjalar ke rahang atau bahu. Jika kamu mengalami gejala-gejala ini saat mengonsumsi Abacavir, segera konsultasikan ke dokter.
Abacavir bisa berefek pada sistem imun atau kekebalan tubuh kamu, yang bisa menyebabkan efek samping tertentu bahkan berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah kamu mengonsumsi Abacavir.
Segera konsultasikan dokter jika kamu mengalami gejala-gejala infeksi baru seperti demam, keringat malam, pembengkakan kelenjar getah bening, sariawan, batuk, diare, penurunan berat badan; kesulitan berbicara atau menelan, masalah keseimbangan atau gerakan mata, kelemahan atau rasa kesemutan; atau pembengkakan di leher atau tenggorokan (pembesaran tiroid), perubahan menstruasi, impotensi.
Catatan : Efek samping lain selain yang disebutkan di atas bisa saja terjadi, konsultasikan ke dokter jika kamu mengelami efek samping lain dan untuk mendapatkan perawatan medis yang sesuai.
Daftar Produk Obat
Abacavir Sulfate 300 mg
Referensi
https://go.drugbank.com/drugs/DB01048;
https://www.drugs.com/mtm/abacavir.html;
https://www.alodokter.com/abacavir;
https://www.mims.com/indonesia/drug/info/abacavir

