Apa itu Amiodarone
Amiodarone digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan irama jantung (aritmia), terutama yang bersifat serius atau mengancam jiwa.
Kegunaan medis amiodarone meliputi:
Mengobati ventricular fibrillation yang berulang;
Mengobati ventricular tachycardia yang berulang dan tidak stabil secara hemodinamik;
Mengatasi ventricular arrhythmias yang mengancam jiwa;
Mengatasi supraventricular arrhythmias dan supraventricular tachyarrhythmias;
Mengatasi atrial fibrillation, termasuk atrial fibrillation dengan respons ventrikel cepat;
Mengatasi atrial flutter;
Mengatasi supraventricular tachycardia (SVT);
Mengatasi atrioventricular (AV) nodal tachycardia yang refrakter;
Mengatasi AV nodal re-entrant tachycardia;
Digunakan pada tindakan resusitasi jantung paru (cardiopulmonary resuscitation atau CPR) untuk ventricular fibrillation dan pulseless ventricular tachycardia yang tidak memberikan respons terhadap defibrilasi;
Digunakan pada situasi advanced cardiac life support (ACLS) untuk ventricular fibrillation, pulseless ventricular tachycardia, dan wide complex tachycardia;
Membantu mencegah ventricular tachyarrhythmias pada pasien dengan risiko tinggi.
| Golongan | - |
| Kategori | - |
| Bentuk obat | Larutan Injeksi |
Peringatan sebelum Menggunakan Amiodarone
Amiodarone tidak boleh digunakan pada pasien dengan blok jantung derajat dua atau tiga tanpa alat pacu jantung (pacemaker), serta gangguan konduksi jantung berat seperti blok AV derajat tinggi, bifasikular, atau trifasikular tanpa pacemaker.
Obat ini juga tidak boleh digunakan pada Wolff-Parkinson-White syndrome dengan disertai atrial fibrillation, serta pada pasien dengan pemanjangan QT (termasuk sindrom QT panjang bawaan). Amiodarone juga dikontraindikasikan pada pasien dengan sinus bradikardia, blok pada nodus sinus (sino-atrial block), syok kardiogenik, hipotensi berat, gagal jantung, kardiomiopati, serta gagal napas berat.
Amiodarone tidak boleh digunakan pada pasien dengan riwayat atau gangguan fungsi tiroid, serta pada pasien yang alergi terhadap amiodarone atau yodium. Obat ini juga tidak dianjurkan pada ibu menyusui.
Selain itu, amiodarone tidak boleh digunakan bersamaan dengan obat yang dapat menyebabkan pemanjangan QT atau torsades de pointes.
Penggunaan juga perlu dihindari pada beberapa kondisi irama jantung tertentu yang mirip takikardia ventrikel, serta pada gangguan elektrolit yang belum diperbaiki.
Pada pasien dengan atrial fibrillation dengan respons ventrikel cepat, amiodarone sebaiknya tidak diberikan sebelum penyebab yang dapat diperbaiki seperti demam, kekurangan cairan (hipovolemia), atau kekurangan oksigen (hipoksia) ditangani terlebih dahulu.
Efek Samping Amiodarone
Selama penggunaan amiodarone, beberapa efek samping dapat terjadi.
Efek samping yang umum dilaporkan meliputi:
Mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan;
Sembelit;
Pusing atau rasa melayang seperti akan pingsan;
Sakit kepala;
Batuk;
Tremor atau gemetar pada tangan;
Kelelahan atau lemas;
Sensasi baal atau kesemutan pada jari tangan atau kaki;
Gangguan tidur;
Sensasi panas pada tubuh;
Sensitivitas kulit terhadap sinar matahari (photosensitivity);
Perubahan warna kulit menjadi kebiruan keabu-abuan pada area yang terpapar sinar matahari;
Mata kering;
Sensitivitas mata terhadap cahaya;
Pandangan kabur atau melihat lingkaran cahaya (halos) di sekitar lampu;
Penurunan atau peningkatan berat badan;
Keringat berlebih;
Sensasi dingin;
Perubahan nafsu atau kemampuan seksual.
Efek samping serius yang dapat terjadi meliputi:
Reaksi alergi seperti biduran (hives), sesak napas, serta pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan;
Gangguan irama jantung seperti detak jantung cepat, lambat, atau tidak teratur;
Nyeri dada;
Batuk berdarah, demam, atau sesak napas;
Gangguan penglihatan serius;
Gangguan fungsi hati seperti mual, muntah, nyeri perut bagian kanan atas, urin berwarna gelap, dan kulit atau mata menguning (jaundice);
Gangguan tiroid seperti penurunan atau peningkatan fungsi tiroid yang ditandai dengan perubahan berat badan, mudah lelah, rambut menipis, mudah berkeringat, tremor, atau pembengkakan leher (goiter);
Gangguan saraf seperti gangguan koordinasi, kelemahan otot, gerakan otot tidak terkontrol, atau sensasi seperti tertusuk pada tangan dan kaki;
Gangguan pernapasan seperti nyeri saat bernapas atau kesulitan bernapas.
Segera hentikan penggunaan amiodarone dan konsultasikan dengan dokter apabila muncul tanda-tanda reaksi alergi atau efek samping serius lainnya.
Overdosis Amiodarone
Overdosis amiodarone dapat menyebabkan gangguan serius pada sistem kardiovaskular dan dalam beberapa kasus dapat berakibat fatal karena berisiko menimbulkan gangguan irama jantung. Gejala dan penanganan overdosis yang dilaporkan meliputi:
Gejala:
Tekanan darah rendah (hipotensi);
Syok;
Denyut jantung lambat (sinus bradycardia atau bradycardia);
Blok jantung (heart block atau AV block);
Serangan ventricular tachycardia;
Torsades de pointes;
Kegagalan sirkulasi;
Cedera atau toksisitas hati.
Penanganan:
Terapi simtomatik dan suportif;
Pemberian cairan, obat vasopresor, atau agen inotropik positif bila diperlukan;
Pemberian magnesium pada kasus torsades de pointes;
Pemasangan alat pacu jantung sementara (temporary pacing) pada kasus bradycardia atau blok jantung bila diperlukan;
Overdrive pacing dapat dilakukan untuk menangani torsades de pointes;
Bilas lambung (gastric lavage) untuk mengurangi penyerapan obat;
Pemberian arang aktif (activated charcoal) pada kasus overdosis oral akut;
Pemantauan fungsi hati secara berkala.
Pemantauan kondisi jantung secara terus-menerus
Tidak terdapat antidot spesifik untuk toksisitas amiodarone, dan obat ini tidak dapat dihilangkan secara efektif melalui dialisis.
Daftar Produk Obat
Amiodarone Hydrochloride 50 mg/mL
Amiodarone Hydrochloride 200 mg

