Apa itu Aminophylline
Aminophylline digunakan sebagai terapi tambahan untuk membantu mengatasi penyempitan saluran napas dan memperbaiki aliran udara pada berbagai penyakit pernapasan. Kegunaan medis aminophylline antara lain:
Mengatasi eksaserbasi akut asma (acute asthma exacerbation) yang disertai penyumbatan saluran napas yang masih dapat kembali normal (reversible airflow obstruction);
Mengatasi bronkospasme akibat asma;
Mengatasi bronkospasme akibat emfisema;
Mengatasi bronkospasme akibat bronkitis kronis;
Pencegahan dan pengobatan bronkospasme yang berhubungan dengan chronic obstructive pulmonary disease (COPD);
Mengatasi bronkospasme berat akut (acute severe bronchospasm).
Penggunaan off-label:
Pencegahan apnea pada bayi prematur (apnea of prematurity);
Sleep apnea;
Krim untuk selulit pada paha (thigh cellulite creams).
| Golongan | - |
| Kategori | - |
| Bentuk obat | Larutan Injeksi |
Peringatan sebelum Menggunakan Aminophylline
Aminophylline tidak boleh digunakan pada pasien dengan kondisi berikut:
Hipersensitivitas atau alergi terhadap aminophylline, theophylline, atau komponen lain dalam sediaan obat;
Acute porphyria;
Penggunaan bersamaan aminophylline intravena dengan obat lain yang termasuk golongan xanthine;
Penggunaan aminophylline oral bersamaan dengan efedrin (ephedrine) pada anak berusia di bawah 6 tahun atau dengan berat badan kurang dari 22 kg.
Sebelum menggunakan aminophylline, pasien perlu memberi tahu dokter apabila memiliki riwayat tukak lambung, kejang, penyakit jantung, cairan di paru-paru, gangguan tiroid, penyakit hati, penyakit ginjal, atau infeksi berat seperti sepsis, karena kondisi tersebut memerlukan perhatian khusus selama penggunaan obat.
Efek Samping Aminophylline
Seperti obat lainnya, aminophylline dapat menyebabkan efek samping pada sebagian pasien. Efek samping yang paling sering dilaporkan umumnya berkaitan dengan saluran pencernaan, sistem saraf, dan jantung.
Efek samping yang umum antara lain:
Mual;
Muntah;
Diare;
Sakit kepala;
Gelisah atau mudah marah;
Tremor (gemetar);
Peningkatan frekuensi buang air kecil;
Gangguan tidur atau insomnia.
Efek samping serius:
Reaksi alergi, seperti biduran, sesak napas, atau pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, dan tenggorokan;
Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada;
Pusing berat, kepala terasa ringan, atau pingsan;
Detak jantung cepat, lambat, berdebar, atau tidak teratur (aritmia);
Muntah yang terus-menerus;
Kejang;
Kadar gula darah tinggi (hiperglikemia), yang dapat ditandai dengan rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, mulut kering, atau napas berbau manis seperti buah;
Kadar kalium rendah (hipokalemia), yang dapat menyebabkan kram kaki, sembelit, kesemutan, kelemahan otot, atau gangguan irama jantung.
Efek samping serius lebih berisiko terjadi pada pasien lanjut usia.
Overdosis Aminophylline
Overdosis aminophylline dapat terjadi ketika kadar theophylline dalam darah meningkat secara berlebihan. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan serius pada sistem saraf, jantung, dan metabolisme tubuh.
Gejala overdosis:
Mual dan muntah yang berat atau terus-menerus;
Diare;
Penurunan nafsu makan;
Gelisah, mudah marah, cemas, atau sulit tidur;
Sakit kepala;
Halusinasi;
Rasa haus berlebihan;
Pupil mata melebar;
Telinga berdenging (tinnitus);
Demam ringan hingga suhu tubuh meningkat tinggi;
Jantung berdebar (palpitasi);
Detak jantung cepat (takikardia) atau gangguan irama jantung (aritmia);
Tekanan darah rendah (hipotensi);
Kejang;
Peningkatan kekakuan otot (hipertonia) dan refleks yang berlebihan;
Kadar gula darah tinggi (hiperglikemia);
Kadar kalium, magnesium, atau fosfat yang rendah dalam darah;
Kerusakan otot (rabdomiolisis);
Henti jantung;
Koma pada kasus yang berat;
Kematian.
Penanganan overdosis:
Memberikan terapi suportif dan pemantauan ketat terhadap kondisi pasien;
Menjaga jalan napas tetap terbuka serta memberikan oksigen atau bantuan ventilasi bila diperlukan;
Memantau aktivitas jantung (EKG), kadar theophylline dalam darah, kadar elektrolit, dan kadar glukosa darah;
Mengoreksi gangguan cairan dan elektrolit yang terjadi;
Pemberian activated charcoal berulang untuk membantu mempercepat pembuangan theophylline dari tubuh;
Penanganan kejang dan gangguan irama jantung sesuai kebutuhan medis;
Pada kasus tertentu, dapat dipertimbangkan charcoal hemoperfusion atau hemodialisis untuk membantu mengurangi kadar theophylline dalam darah.
Daftar Produk Obat
Aminophylline 24 mg/mL
Aminophylline 200 mg
Aminophylline 200 mg

