Apa itu Alprazolam
Alprazolam digunakan untuk mengatasi kondisi-kondisi medis berikut:
Penanganan jangka pendek gangguan kecemasan (Short-term management of anxiety):
Digunakan untuk pasien dewasa dengan kondisi kecemasan tingkat sedang hingga berat;
Digunakan untuk mengatasi kecemasan yang disertai dengan gejala depresi (anxiety associated with depression).
Gangguan Panik (Panic disorder):
Digunakan untuk menangani gangguan panik, baik yang disertai dengan maupun tanpa agorafobia (ketakutan terhadap ruang terbuka atau tempat ramai).
| Golongan | - |
| Kategori | - |
| Bentuk obat | Tablet |
Peringatan sebelum Menggunakan Alprazolam
Alprazolam tidak boleh digunakan oleh pasien yang memiliki kondisi medis atau situasi berikut:
Riwayat Alergi: Pasien yang diketahui memiliki hipersensitivitas terhadap alprazolam, golongan benzodiazepine, atau alergi terhadap komponen apa pun yang terkandung dalam bentuk sediaan obat ini;
Gangguan Pernapasan: Pasien yang mengalami insufisiensi pernapasan berat (severe respiratory insufficiency), sindrom apnea tidur (sleep apnoea syndrome), serta sebisa mungkin harus dihindari oleh siapa saja yang memiliki penyakit paru (pulmonary disease);
Kondisi Otot & Saraf: Penderita myasthenia gravis (lemah otot parah);
Gangguan Organ Inti: Penderita gangguan hati berat (severe hepatic impairment);
Masalah Penglihatan: Penderita glaukoma sudut sempit akut (acute narrow-angle glaucoma);
Ibu Menyusui: Wanita yang berada dalam masa laktasi (lactation).
Interaksi Obat Berbahaya:
Penggunaan bersamaan dengan obat penekan sistem saraf pusat (CNS depressants), terutama jenis opioid, karena meningkatkan risiko depresi pernapasan, tekanan darah rendah, hingga kematian;
Penggunaan bersamaan dengan obat golongan penghambat CYP3A kuat (strong CYP3A inhibitors), kecuali ritonavir.
Efek Samping Alprazolam
Efek samping alprazolam dapat berupa efek ringan maupun serius. Segera cari bantuan medis apabila mengalami gejala berikut:
Reaksi alergi:
Biduran;
Sulit bernapas;
Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
Gangguan pernapasan serius:
Napas lemah atau dangkal;
Napas lambat dengan jeda panjang;
Bibir berwarna kebiruan;
Sulit dibangunkan.
Efek samping serius lainnya:
Kejang;
Halusinasi;
Perilaku berisiko;
Peningkatan energi;
Berkurangnya kebutuhan tidur;
Pikiran berpacu;
Gelisah atau banyak berbicara;
Penglihatan ganda;
Kulit atau mata menguning (jaundice).
Efek samping umum:
Mengantuk;
Pusing atau kepala terasa ringan.
Gejala setelah penghentian obat secara tiba-tiba:
Perubahan suasana hati atau perilaku secara tiba-tiba;
Kebingungan;
Halusinasi;
Kejang;
Pikiran atau tindakan bunuh diri;
Gangguan tidur;
Kecemasan atau depresi berkepanjangan;
Gangguan memori atau berpikir;
Telinga berdenging;
Sensasi terbakar, tertusuk, atau seperti ada sesuatu merayap di bawah kulit.
Penggunaan alprazolam bersama alkohol atau obat opioid dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan yang berbahaya.
Overdosis Alprazolam
Overdosis alprazolam dapat menyebabkan mengantuk, kebingungan, gangguan koordinasi, refleks melambat, koma, hingga kematian. Gejala lain yang dapat terjadi meliputi bicara pelo (slurred speech), pupil melebar, tekanan darah rendah (hipotensi), hipotermia, dan depresi pernapasan.
Risiko overdosis dapat meningkat apabila alprazolam digunakan bersama alkohol.
Penanganan overdosis meliputi pemantauan pernapasan, denyut nadi, dan tekanan darah. Pasien dapat diberikan cairan intravena serta tindakan untuk menjaga jalan napas tetap terbuka. Pada kondisi tertentu, flumazenil dapat digunakan untuk membantu membalikkan sebagian atau seluruh efek sedatif benzodiazepin.
Penggunaan alprazolam jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan fisik. Penghentian obat secara mendadak dapat memicu gejala putus obat sehingga penghentian penggunaan harus dilakukan secara bertahap sesuai anjuran dokter.
Daftar Produk Obat
Alprazolam 1 mg
Alprazolam 1 mg
Alprazolam 0,5 mg
Alprazolam 0,25 mg

