Apa itu Allopurinol
Allopurinol digunakan untuk mengobati asam urat (sejenis radang sendi di mana asam urat menumpuk di persendian yang menyebabkan kemerahan, pembengkakan, nyeri dan rasa panas mendadak pada satu atau lebih persendian. Allopurinol digunakan untuk mencegah serangan asam urat, bukan untuk mengobatinya setelah terjadi.
Allopurinol juga bisa digunakan untuk mengobati kadar asam urat tinggi yang menumpuk dalam darah saat tumor pecah pada penderita kanker jenis tertentu yang sedang menjalani pengobatan kemoterapi. Obat ini juga digunakan untuk mengobati batu ginjal yang kambuh pada pasien yang memiliki kadar asam urat tinggi dalam urin.
| Golongan | - |
| Kategori | - |
| Bentuk obat | Tablet |
Peringatan sebelum Menggunakan Allopurinol
Allopurinol tidak boleh digunakan pada pasien yang memiliki hasil positif HLA-B58:01*.
Kondisi yang memerlukan perhatian khusus saat penggunaan Allopurinol
Sebelum menggunakan Allopurinol, beri tahu dokter jika Anda memiliki penyakit hati, penyakit ginjal, diabetes, tekanan darah tinggi, atau gangguan tiroid. Informasikan juga jika pola makan Anda tidak teratur, sedang menjalani pengobatan untuk gagal jantung atau hipertensi, atau menggunakan mercaptopurine maupun azathioprine.
Allopurinol tidak digunakan untuk meredakan serangan gout yang sedang berlangsung dan tidak dianjurkan untuk hyperuricaemia yang tidak menimbulkan gejala. Penggunaan obat ini juga perlu diperhatikan pada pasien dengan polimorfisme ABCG2, gangguan fungsi ginjal atau hati, serta pada anak-anak dan lanjut usia.
Allopurinol dapat menyebabkan kantuk. Sebaiknya hindari mengemudi atau menggunakan mesin sampai Anda mengetahui bagaimana obat ini memengaruhi tubuh. Alkohol dapat membuat rasa kantuk semakin berat dan mengurangi efektivitas obat, sehingga sebaiknya batasi konsumsinya.
Selama kehamilan, Allopurinol hanya digunakan jika benar-benar diperlukan dan setelah berkonsultasi dengan dokter. Karena Allopurinol dapat ditemukan dalam ASI, ibu menyusui juga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menyusui.
Efek Samping Allopurinol
Efek samping umum yang bisa dialami setelah mengonsumsi Allopurinol meliputi peningkatan serangan asam urat (saat pertama kali mengonsumsi Allopurinol), ruam, kantuk, hasil tes fungsi hati yang abnormal, mual, muntah, diare atau masalah ginjal yang meliputi buang air kecil menjadi lebih sedikit dan merasa lelah atau sesak napas. Allopurinol juga bisa menyebabkan efek samping serius seperti di bawah.
Hentikan konsumsi Allopurinol dan segera konsultasikan ke dokter jika kamu mengalami efek samping berikut:
Nyeri saat buang air kecil, darah dalam urine;
Radang pembuluh darah, seperti mati rasa atau kesemutan, ruam kulit, demam, sakit kepala, nyeri badan, keringat malam, penurunan berat badan, merasa lemah atau lelah;
Tanda-tanda terjadinya infeksi, seperti demam, menggigil, sakit tenggorokan, nyeri badan, kelelahan yang tidak biasa, kehilangan nafsu makan, memar atau pendarahan;
Masalah hati, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, sakit perut (sisi kanan atas), gatal, urine gelap, tinja berwarna tanah liat, kulit atau mata menguning.
Overdosis Allopurinol
Jika Allopurinol dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, gejala yang dapat muncul antara lain mual, muntah, diare, pusing, kantuk berat, pingsan, kejang, detak jantung cepat, dan kesulitan bernapas.
Penanganan overdosis dilakukan dengan perawatan suportif. Pemberian cairan yang cukup dapat membantu menjaga produksi urine tetap optimal. Hemodialisis dapat dilakukan bila diperlukan.
Segera cari pertolongan medis darurat jika setelah overdosis muncul gejala serius seperti pingsan atau kesulitan bernapas.
Daftar Produk Obat
Allopurinol 300 mg
Allopurinol 300 mg
Allopurinol 100 mg
Allopurinol 100 mg

