Apa itu Albendazole
Albendazole digunakan untuk mengobati berbagai infeksi yang disebabkan oleh cacing dan parasit. Kegunaan medis albendazole meliputi:
Parenchymal neurocysticercosis akibat lesi aktif yang disebabkan oleh larva cacing pita babi (Taenia solium);
Penyakit hidatid kistik (cystic hydatid disease) pada hati, paru-paru, dan peritoneum yang disebabkan oleh larva cacing pita anjing (Echinococcus granulosus);
Askariasis (Ascariasis);
Enterobiasis atau infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis);
Infeksi cacing tambang (hookworm infections);
Trikuriasis (Trichuriasis) akibat Trichuris trichiura;
Filariasis (Filariasis);
Giardiasis yang resisten terhadap metronidazol (metronidazole-resistant Giardiasis) akibat Giardia duodenalis;
Trikinosis (Trichinosis) akibat Trichinella spiralis;
Strongiloidiasis (Strongyloidiasis) akibat Strongyloides stercoralis.
Albendazole juga telah diteliti sebagai agen antikanker potensial karena menunjukkan toksisitas yang rendah terhadap sel normal dan toksisitas yang tinggi terhadap sel tumor pada berbagai penelitian. Selain itu, albendazole dan mebendazole telah menunjukkan aktivitas antikanker terhadap beberapa jenis tumor padat pada penelitian in vitro dan model hewan, termasuk kanker payudara, kepala dan leher, kolorektal, melanoma, ovarium, dan prostat. Namun, penggunaan tersebut masih dalam tahap penelitian.
| Golongan | - |
| Kategori | - |
| Bentuk obat | Tablet Kunyah |
Peringatan sebelum Menggunakan Albendazole
Albendazole dikontraindikasikan pada pasien dengan hipersensitivitas terhadap albendazole, golongan benzimidazole, atau komponen lain yang terdapat dalam sediaan obat.
Albendazole juga dikontraindikasikan selama kehamilan. Penggunaannya pada wanita hamil hanya dipertimbangkan apabila tidak tersedia alternatif terapi yang memadai.
Efek Samping Albendazole
Selama penggunaan albendazole, beberapa efek samping dapat terjadi.
Efek samping yang umum dilaporkan meliputi:
Sakit kepala;
Nyeri perut;
Mual dan muntah;
Pusing atau sensasi berputar (vertigo);
Demam;
Leher kaku;
Peningkatan sensitivitas terhadap cahaya;
Kebingungan;
Kerontokan atau penipisan rambut sementara;
Hasil pemeriksaan fungsi hati yang abnormal.
Efek samping serius yang dapat terjadi meliputi:
Reaksi alergi, seperti biduran (urtikaria), kesulitan bernapas, serta pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan;
Kejang;
Peningkatan tekanan di dalam tengkorak yang dapat ditandai dengan sakit kepala berat, telinga berdenging, gangguan penglihatan, atau nyeri di belakang mata;
Gangguan hati serius yang ditandai dengan nyeri perut bagian atas, kehilangan nafsu makan, urin berwarna gelap, tinja pucat, atau kulit dan mata menguning;
Penurunan jumlah sel darah putih yang dapat menyebabkan demam, menggigil, sakit tenggorokan, batuk, sariawan, atau pembengkakan kelenjar;
Penurunan jumlah trombosit yang dapat menyebabkan perdarahan atau memar yang tidak biasa, gusi berdarah, darah pada urin atau tinja, tinja berwarna hitam, atau bintik-bintik merah kecil pada kulit;
Nyeri atau kesulitan saat berkemih;
Nyeri dada;
Kelelahan atau kelemahan yang tidak biasa.
Segera hentikan penggunaan albendazole dan konsultasikan dengan dokter apabila muncul tanda-tanda reaksi alergi atau efek samping serius lainnya.
Overdosis Albendazole
Overdosis albendazole jarang menyebabkan toksisitas berat karena kelarutannya yang rendah sehingga tidak mudah diserap dalam jumlah besar oleh tubuh.
Gejala:
Peningkatan kadar enzim hati;
Sakit kepala;
Rambut rontok;
Penurunan jumlah sel darah putih (neutropenia);
Demam;
Gatal.
Penanganan:
Tidak terdapat antidot spesifik untuk overdosis albendazole.
Daftar Produk Obat
Albendazole 400 mg
Albendazole 200 mg/5 mL

