Pencegahan dan Pengobatan Hepatitis B

Hepatitis B adalah infeksi hati yang disebabkan oleh Hepatitis B Virus (HBV). Virus ini bisa bertahan hidup di luar tubuh manusia hingga 7 hari pada permukaan benda mati dan tetap mampu menginfeksi jika masuk ke tubuh.
Hepatitis B bisa berlangsung dalam dua bentuk, infeksi jangka pendek yang sembuh sendiri dalam 6 bulaninfeksi yang menetap lebih dari 6 bulan dan bisa berlangsung seumur hidup.
Bayi yang terinfeksi saat lahir memiliki risiko 90% menjadi kronik, sementara pada orang dewasa risiko ini hanya sekitar 5%.
Menurut WHO (2024), sekitar 254 juta orang hidup dengan infeksi hepatitis B kronik di seluruh dunia. Setiap tahunnya, hepatitis B menyebabkan sekitar 1,1 juta kematian, terutama akibat sirosis dan kanker hati.
Indonesia adalah salah satu negara dengan beban hepatitis B tertinggi di dunia: diperkirakan 10-18 juta orang Indonesia terinfeksi HBV kronik.
HBV ditularkan melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, semen, cairan vagina atau air susu ibu dari orang yang terinfeksi. HBV tidak menular melalui pelukan, berjabat tangan, batuk, bersin, berbagi peralatan makan atau kontak kasual sehari-hari.
Bagaimana Cara Mencegah Terinfeksi Hepatitis B
Lakukan Vaksinasi Hepatitis B
Vaksin hepatitis B adalah vaksin yang sangat efektif, aman dan sudah tersedia sejak 1982. Vaksin ini memberikan perlindungan >95% terhadap infeksi HBV jika diberikan lengkap.
Berikut adalah jadwal vaksinasi hepatitis B di Indonesia berdasarkan arahan dari Kementerian Kesehatan RI.
Untuk bayi baru lahir, wajib melakukan vaksinasi melalui imunisasi wajib nasional:
- •HB-0 (mono-valen), diberikan dalam 12 jam pertama setelah lahir idealnya sebelum 24 jam.
- •DPT-HB-Hib 1, usia 2 bulan
- •DPT-HB-Hib 2, usia 3 bulan
- •DPT-HB-Hib 3, usia 4 bulan
- •Khusus untuk bayi yang lahir dari ibu HBsAg positif, tambahkan HBIG (Hepatitis B Immunoglobulin) bersamaan dengan HB-0 dalam 12 jam pertama.
Untuk anak dan remaja yang belum pernah vaksin hepatitis B, bisa memulai kapan saja 3 dosis (0, 1, 6 bulan).
Untuk orang dewasa yang belum divaksin, direkomendasikan terutama untuk kelompok risiko tinggi. Cek dulu apakah sudah punya kekebalan alami dengan tes anti-HBs.
Lakukan Imunoprofilaksis Pasca-Pajanan (PEP)
Jika seseorang baru saja terpapar darah/cairan tubuh yang mungkin mengandung HBV misalnya tertusuk jarum terkontaminasi atau kontak seksual tidak terlindungi dengan penderita HBV aktif:
- •Segera cuci area yang terpapar dengan air dan sabun.
- •Pergi ke fasilitas kesehatan sesegera mungkin, idealnya dalam 24 jam.
- •Dokter biasanya akan memberikan HBIG dan vaksin hepatitis untuk memberikan perlindungan segera (pasif) melalui HBIG dan membangun kekebalan jangka panjang melalui vaksin.
Lakukan Pencegahan dengan Perilaku Sehat
- •Hubungan seksual aman, gunakan kondom secara konsisten dan benar.
- •Tidak berbagi jarum suntik, gunakan jarum baru yang steril setiap kali.
- •Tidak berbagi alat tajam pribadi seperti silet, gunting kuku dan alat cukur.
- •Pastikan sterilitas peralatan tato dan tindik, hanya ke tempat yang terpercaya dan menggunakan alat sekali pakai
- •Skrining darah donor, pastikan darah yang diterima sudah diskrining HBV
Penanganan dan Pengobatan Hepatitis B
Penanganan dan Pengobatan Hepatitis B Akut
Sebagian besar orang dewasa yang terinfeksi HBV akut akan sembuh dalam 6 bulan. Penanganan dan pengobatan untuk penderita hepatitis B bersifat suportif untuk mengurangi gejala dan mencegah komplikasi lebih lanjut, berupa:
- •Istirahat cukup, tubuh membutuhkan energi untuk melawan infeksi.
- •Asupan cairan yang baik, mencegah dehidrasi, terutama jika ada muntah.
- •Hindari alkohol total, alkohol sangat merusak hati yang sedang meradang.
- •Hindari obat-obatan yang membebani hati termasuk parasetamol dosis tinggi tanpa konsultasi dokter
- •Lakukan pemantauan berkala apakah infeksi sembuh sendiri atau berlanjut menjadi kronik
Sebagian besar (95%) orang dewasa yang terinfeksi HBV akut akan sembuh sempurna dalam 6 bulan. Namun pada kasus hepatitis B akut yang berat (fulminan), rawat inap intensif dan bahkan transplantasi hati bisa diperlukan.
Konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan perawatan, pengobatan dan penanganan hepatitis B.
Penanganan dan Pengobatan Hepatitis B Kronik
Pada pasien hepatitis B kronik, dokter biasanya akan memutuskan untuk memulai terapi didasarkan pada beberapa faktor yaitu kadar virus dalam darah (HBV DNA), tingkat peradangan atau kerusakan hati, status antigen HBe dan ada tidaknya sirosis.
Terapi antivirus hepatitis B bisa dimulai jika diindikasikan antara lain dengna hal-hal berikut:
- •HBV DNA tinggi (>2.000 IU/mL pada HBeAg negatif atau >20.000 IU/mL pada HBeAg positif)
- •Disertai peradangan hati aktif (SGPT/ALT meningkat) atau fibrosis/sirosis
- •Ada riwayat keluarga kanker hati atau sirosis
- •Wanita hamil dengan HBV DNA sangat tinggi (untuk mencegah penularan ke bayi)
Konsultasikan dan lakukan pemeriksaan ke dokter atau fasilitas kesehatan untuk penanganan dan pengobatan hepatitis B kronik. Keputusan ini harus dibuat bersama dokter spesialis penyakit dalam, gastroenterologi atau hepatologi.
Penggunaan Obat Antivirus Hepatitis B
Obat antivirus untuk hepatitis B bekerja menekan replikasi virus, bukan menyembuhkan total. Dua obat lini pertama yang paling direkomendasikan saat ini:
- •Tenofovir Disoproxil Fumarate (TDF), obat pilihan utama saat ini. Sangat efektif, resistensi virus hampir tidak pernah terjadi, aman untuk ibu hamil. Tersedia dalam program JKN/BPJS di Indonesia.
- •Entecavir, obat pilihan kedua yang sama efektifnya, terutama digunakan jika ada gangguan ginjal. Resistensi juga sangat rendah.
- •Tenofovir Alafenamide (TAF), versi terbaru TDF dengan efek samping lebih rendah pada ginjal dan tulang, namun belum seluas TDF ketersediaannya.
Pengobatan biasanya bersifat jangka panjang (seumur hidup) pada sebagian besar pasien, karena menghentikan obat bisa memicu flare (kekambuhan). Pemantauan rutin tiap 3-6 bulan diperlukan.
Tags
dr. Iffah Rizqi Hasanah
"dr. Iffah adalah seorang dokter lulusan Universitas Bengkulu. Selain gemar menekuni perkembangan dunia kedokteran, dr. Iffah juga suka bereksperimen dengan resep-resep masakan sehat."

Kesehatan
Bagaimana Mengukur Berat Badan Ideal?

Kesehatan
Apa Gejala dari Radang Usus Buntu?

Kesehatan
Jangan Sepelekan, Kenali Tanda Bahaya Diare Berikut!

Kesehatan
Memahami Diabetes Tipe 1, Tipe 2 dan Gestasional

Kesehatan
Apa itu Campak dan Bagaimana Cara Penularannya

