Kenali Hepatitis C : Gejala, Cara Penularan dan Pencegahan

Hepatitis C adalah infeksi hati yang disebabkan oleh Hepatitis C Virus atau HCV, virus RNA dari famili Flaviviridae.
Berbeda dari hepatitis B, hepatitis C hampir selalu menjadi infeksi kronik dimana sekitar 55-85% orang yang terinfeksi HCV tidak berhasil membersihkan virus sendiri dan akan berkembang menjadi hepatitis C kronik.
HCV memiliki 7 genotipe utama (1 sampai 7) dengan berbagai subtipe. Genotipe berpengaruh pada pilihan dan durasi pengobatan. Di Indonesia, genotipe 1 dan genotipe 3 adalah yang paling umum ditemukan.
WHO memperkirakan sekitar 50 juta orang hidup dengan hepatitis C kronik di seluruh dunia, dengan 1 juta kasus baru setiap tahun.
Meskipun belum ada vaksin, hepatitis C bisa disembuhkan dengan obat antivirus terbaru (Direct-Acting Antivirals/DAA) dengan tingkat kesembuhan di atas 95% dalam 8-12 minggu.
Bagaimana Cara Penularan Hepatitis C
HCV ditularkan terutama melalui darah yang terinfeksi. Berbeda dari HBV, penularan HCV melalui hubungan seksual jauh lebih jarang, kemungkinannya sangat rendah dalam hubungan monogami heteroseksual, namun meningkat pada hubungan sesama jenis pria.
HCV tidak menular melalui pelukan, ciuman, batuk, ASI, berbagi makanan/minuman atau kontak kasual.
Berikut adalah beberapa cara penularan hepatitis C yang mungkin terjadi:
- •Penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi, misalnya penggunaan narkoba suntik dari penderita hepatitis C.
- •Transfusi darah atau produk darah yang tidak diskrining. Dulu sebelum era 2000-an, risiko ini sangat tinggi. Kini risiko transfusi sudah sangat rendah.
- •Hemodialisis (cuci darah)vdi unit dialisis dengan praktik pengendalian infeksi yang tidak ketat.
- •Prosedur medis/tato/tindik yang tidak steril karena penggunaan peralatan yang tidak disterilkan dengan benar.
- •Dari ibu ke bayi, risiko sekitar 5-6%, jauh lebih rendah dibanding HBV.
- •Hubungan seksual berisiko, risikonya rendah namun meningkat pada pria yang berhubungan seks dengan pria (LSL) terutama tanpa kondom.
Bagaimana Tanda-Tanda dan Gejala Penderita Terinfeksi Hepatitis C
Hepatitis C juga sering disebut silent killers, penyakit yang membunuh secara diam-diam. Hampir semua penderita hepatitis C kronik tidak merasakan gejala berarti selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun.
Ini adalah fase yang sangat berbahaya karena kerusakan hati terus berlangsung tanpa disadari.
Berikut adalah beberapa gejala yang mungkin muncul jika seseorang menderita Hepatitis C, meski sering diabaikan:
- •Kelelahan kronis, tubuh terasa lelah terus-menerus meskipun sudah beristirahat cukup.
- •Nyeri perut kanan atas yang hilang timbul.
- •Mual ringan yang kadang-kadang muncul.
- •Nyeri sendi yang tidak jelas penyebabnya.
- •Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Gejala baru menjadi lebih nyata dan serius ketika kerusakan hati sudah berlanjut menjadi sirosis atau gagal hati yang bisa memakan waktu 20-30 tahun sejak infeksi pertama.
Gejala Sirosis dan Gagal Hati Lanjut Akibat Hepatitis C
Ketika hepatitis C sudah menyebabkan kerusakan hati yang parah (sirosis), gejala-gejala berikut bisa muncul:
- •Perut membuncit (asites), penumpukan cairan di rongga perut akibat tekanan tinggi dalam pembuluh darah hati.
- •Kaki dan tungkai bengkak (edema), akibat hati tidak bisa lagi memproduksi protein albumin yang cukup.
- •Kulit kuning dan mata kuning (jaundice), akibat bilirubin menumpuk.
- •Mudah memar dan perdarahan sulit berhenti, hati tidak bisa memproduksi faktor pembekuan darah dengan cukup.
- •Muntah darah atau BAB hitam (melena), tanda perdarahan dari varises esofagus, pembuluh darah yang melebar di kerongkongan akibat tekanan tinggi dari hati.
- •Kebingungan mental, racun yang seharusnya dibuang hati menumpuk dan meracuni otak.
- •Kulit gatal hebat (pruritus), akibat penumpukan garam empedu di bawah kulit.
Bagaimana Melakukan Pencegahan Agar Tidak Tertular Hepatitis C
Belum ada vaksin untuk hepatitis C. Pencegahan sepenuhnya bergantung pada pencegahan penularan melalui darah dan perilaku berisiko dengan beberapa cara berikut:
- •Tidak berbagi jarum suntik atau alat suntik. Jika seseorang pengguna narkoba suntik.
- •Universal precautions di fasilitas kesehatan, semua petugas kesehatan harus menerapkan kewaspadaan standar saat menangani darah dan cairan tubuh.
- •Pastikan menggunakan peralatan sekali pakai sebagai peralatan tato dan tindik steril.
- •Skrining darah donor dan produk darah. Saat ini proses ini sudah menjadi standar di Indonesia.
- •Gunakan kondom saat hubungan seksual berisiko tinggi, terutama pada pria yang berhubungan seks dengan pria (LSL).
- •Deteksi dan pengobatan dini, semakin cepat terdeteksi dan diobati, semakin kecil risiko menularkan ke orang lain dan semakin sedikit kerusakan hati yang terjadi.
Jika Anda memiliki faktor risiko atau tanda-tanda gejala dari Hepatitis C, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan. Hepatitis C adalah penyakit yang sepenuhnya bisa disembuhkan, jika anda positif terkena Hepatitis C, jangan tunda pengobatan!
Tags
dr. Iffah Rizqi Hasanah
"dr. Iffah adalah seorang dokter lulusan Universitas Bengkulu. Selain gemar menekuni perkembangan dunia kedokteran, dr. Iffah juga suka bereksperimen dengan resep-resep masakan sehat."

Kesehatan
Bagaimana Mengukur Berat Badan Ideal?

Kesehatan
Apa Gejala dari Radang Usus Buntu?

Kesehatan
Jangan Sepelekan, Kenali Tanda Bahaya Diare Berikut!

Kesehatan
Memahami Diabetes Tipe 1, Tipe 2 dan Gestasional

Kesehatan
Apa itu Campak dan Bagaimana Cara Penularannya

