Mengenal Cacar Air dan Bagaimana Mencegah Penularannya?

Varicella atau yang lebih dikenal dengan cacar air, adalah infeksi akut yang sangat menular akibat infeksi pertama kali (infeksi primer) oleh Varicella-Zoster Virus (VZV).
Penyakit ini sangat umum terjadi pada anak-anak, meskipun orang dewasa pun bisa terinfeksi dan biasanya dengan gejala yang lebih berat.
Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus VZV tidak benar-benar hilang dari tubuh. Virus tersebut bersembunyi dan tidak aktif (dorman) di dalam sel-sel saraf (ganglia) untuk waktu yang sangat lama, bahkan seumur hidup.
Tanda-Tanda dan Gejala dari Cacar Air
Gejala cacar air biasanya muncul 10-21 hari setelah terpapar virus (masa inkubasi). Gejalanya berkembang dalam beberapa tahap:
Fase 1 : Gejala Awal (1-2 hari sebelum ruam muncul)
Gajala awal ini terasa 1-2 hari sebelum ruam muncul, ditandai dengan demam ringan dan beberapa gejala lainnya berikut:
- •Demam ringan hingga sedang (37,5 - 38,9°C).
- •Sakit kepala, kelelahan, dan rasa tidak enak badan.
- •Nafsu makan menurun.
- •Pada anak kecil, gejala prodromal ini sering ringan atau bahkan tidak ada.
Fase 2 : Ruam Kulit (berlangsung 5-7 hari)
Pada fase ini, penderita menemukan ruam cacar air sangat khas karena melalui beberapa tahap dalam waktu yang hampir bersamaan:
- •Munculnya bercak merah (makula), menjadi benjolan kecil (papula), kemudian berubah menjadi gelembung berisi cairan bening (vesikel), kemudian pecah dan mengering menjadi keropeng (krusta).
- •Ruam pertama muncul di wajah, kulit kepala atau dada, lalu menyebar ke seluruh tubuh termasuk bagian dalam mulut, kelopak mata, dan alat kelamin.
- •Jumlah gelembung bisa mencapai 250-500 buah.
- •Terasa sangat gatal (pruritus), terutama saat fase vesikel.
Ciri khas fase ini adalah bisa ditemukan semua tahap ruam pada saat yang bersamaan, ada yang masih merah, ada yang sudah jadi gelembung, ada yang sudah keropeng.
Bagaimana Cara Cacar Air (Varicella) Menular?
Cacar air adalah salah satu penyakit paling menular yang dikenal dalam dunia medis. Tingkat penularannya (secondary attack rate) mencapai 90% pada anggota keluarga yang belum pernah terinfeksi atau belum divaksinasi.
Penularannya bisa melalui hal-hal berikut:
- •Melalui udara (airborne). Virus menyebar melalui droplet pernapasan atau partikel udara yang dilepaskan saat penderita batuk, bersin atau berbicara. Inilah rute penularan utama.
- •Kontak langsung dengan ruam. Menyentuh cairan dari gelembung (vesikel) yang pecah.
- •Kontak tidak langsung. Menyentuh benda atau permukaan yang terkontaminasi cairan dari vesikel.
- •Ibu hamil yang terkena cacar air bisa menularkan virus ke janin (varicella kongenital) atau ke bayi baru lahir yang sangat berbahaya.
Penderita cacar air bisa menularkan cacar air sejak 1-2 hari sebelum ruam muncul, hingga semua gelembung sudah mengering menjadi keropeng (biasanya 5-7 hari setelah ruam pertama muncul).
Artinya, seseorang bisa tanpa sadar menularkan virus ke orang lain sebelum ia sendiri tahu bahwa ia sedang sakit.
Bagaimana Melakukan Penanganan Varicella (Cacar Air)
Pada anak-anak yang sehat, cacar air umumnya sembuh sendiri dalam 7-10 hari. Penanganan difokuskan pada meredakan gejala dan mencegah infeksi sekunder.
Penanganan Umum Cacar yang Air yang Dapat Dilakukan di Rumah
Untuk penanganan di rumah, penderita cacar air bisa melakukan hal-hal berikut:
- •Mandi air hangat yang dicampur sedikit oatmeal koloid atau baking soda untuk mengurangi gatal.
- •Oleskan losion calamine atau krim antihistamin topikal untuk mengurangi rasa gatal.
- •Potong kuku pendek dan hindari menggaruk ruam untuk mencegah infeksi bakteri dan bekas luka permanen.
- •Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi.
- •Jika merasakan demam dan nyeri, gunakan paracetamol.
- •Gunakan pakaian longgar dan lembut dari bahan katun.
Pengobatan Medis yang Bisa Dilakukan atas Rekomendasi Dokter
Selain penanganan mandiri di rumah, disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Berikut adalah beberapa penanganan yang bisa dilakukan atas arahan dokter:
- •Menggunakan obat antivirus Acyclovir, direkomendasikan untuk kelompok berisiko tinggi (remaja, dewasa, ibu hamil, penderita dengan imunitas lemah). Paling efektif jika diberikan dalam 24 jam pertama setelah ruam muncul.
- •Menggunakan Antihistamin oral (seperti cetirizine atau loratadine) untuk mengurangi rasa gatal sistemik.
- •Menggunakan antibiotik jika terjadi infeksi bakteri sekunder pada luka.
Komplikasi yang Dapat Terjadi Pada Penderita Cacar Air atau Varicella
Pada anak sehat, cacar air jarang menyebabkan komplikasi serius. Namun pada orang dewasa, ibu hamil, bayi dan orang dengan imunitas lemah, komplikasinya bisa mengancam jiwa.
Berukut adalah komplikasi cacar air atau varicella yang perlu diwaspadai:
- •Infeksi bakteri sekunder pada kulit (selulitis, impetigo), paling sering terjadi akibat garukan.
- •Pneumonia varicella, komplikasi paru-paru yang paling berbahaya, terutama pada orang dewasa dan perokok.
- •Ensefalitis (radang otak). Meskipun jarang terjadi, namun ini berbahaya karena bisa menyebabkan kejang, gangguan koordinasi hingga kematian.
- •Jika ibu terinfeksi saat kehamilan minggu ke-8-20, janin bisa lahir dengan cacat bawaan (kerusakan otak, mata, kulit atau anggota tubuh).
- •Komplikasi otak dan hati yang serius (sindrom reye), terutama jika aspirin diberikan pada anak yang sedang terkena cacar air.
Bagaimana Mencegah Tertular Cacar Air
Cara terbaik dan paling efektif mencegah cacar air adalah vaksinasi. Vaksin varicella telah terbukti aman dan efektif dalam menurunkan kasus cacar air secara dramatis di negara-negara yang menerapkan program vaksinasi nasional.
Vaksin cacar air atau varicella direkomendasikan untuk semua anak usia 12-15 bulan (dosis pertama) dan 4-6 tahun (dosis kedua).
Orang dewasa yang belum pernah terkena cacar air dan belum divaksinasi juga sangat dianjurkan untuk mendapatkan 2 dosis vaksin. 2 dosis vaksin memberikan perlindungan ~98% terhadap cacar air berat.
Namun vaksin tidak dianjurkan untuk ibu hamil, orang dengan alergi berat terhadap komponen vaksin dan orang dengan imunodefisiensi berat.
Baca Juga :Apa itu Kolesterol dan Bagaimana Mencegahnya
Langkah Pencegahan Penularan Cacar Air
Berikut adalah hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan cacar air dari penderita cacar air ke orang lainnya:
- •Isolasi penderita cacar air dari orang lainnya, jauhkan dari sekolah, tempat kerja dan kerumunan hingga semua ruam mengering.
- •Cuci tangan dengan sabun secara rutin.
- •Hindari kontak dengan pakaian atau benda yang terkontaminasi cairan dari vesikel.
- •Varicella-Zoster Immunoglobulin (VZIG) dapat diberikan dalam 96 jam setelah paparan pada kelompok berisiko tinggi (ibu hamil, bayi, dan immunocompromised) yang belum tervaksinasi.
Tags
dr. Iffah Rizqi Hasanah
"dr. Iffah adalah seorang dokter lulusan Universitas Bengkulu. Selain gemar menekuni perkembangan dunia kedokteran, dr. Iffah juga suka bereksperimen dengan resep-resep masakan sehat."

Kesehatan
Bagaimana Mengukur Berat Badan Ideal?

Kesehatan
Memahami Diabetes Tipe 1, Tipe 2 dan Gestasional

Kesehatan
Apa itu Campak dan Bagaimana Cara Penularannya

Kesehatan
Apa itu Kolesterol dan Bagaimana Mencegahnya

Kesehatan
Apa Gejala Serangan Jantung dan Bagaimana Mencegahnya

