logo

Beranda

Kesehatan

Teknologi

Berita

logo

Blog Teknologi dan Kesehatan dari Rawat.ID - Rekam Medis Elektronik Lengkap untuk Rumah Sakit dan Klinik

Kategori Blog

Kesehatan

Teknologi

Berita

Informasi Umum

Bioteknologi

Link Lainnya

Instagram

Panduan Pengguna

Lihat Fitur

Registrasi

© 2026 Rawat.ID

Kesehatan14 April 2026

Apa Penyebab dari Asam Urat Tinggi atau Hiperurisemia?

Asam Urat Tinggi atau Hiperurisemia.png

Hiperurisemia adalah kondisi di mana kadar asam urat dalam darah melebihi batas normal. Dalam istilah sehari-hari, kondisi ini sering dikenal sebagai "asam urat tinggi".

Asam urat sendiri merupakan zat alami yang dihasilkan tubuh saat memecah purin, yaitu senyawa yang ditemukan secara alami di dalam tubuh dan juga terdapat pada berbagai jenis makanan.

Pada kondisi normal, asam urat larut dalam darah, disaring oleh ginjal dan dikeluarkan melalui urine. Namun apabila tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat atau ginjal tidak mampu membuangnya dengan cukup, kadar asam urat dalam darah pun meningkat.

Secara medis, seseorang dikatakan mengalami hiperurisemia apabila kadar asam urat dalam darahnya melebihi 7 mg/dL pada pria dan 6 mg/dL pada wanita.

Jika dibiarkan dalam jangka panjang, penumpukan asam urat dapat membentuk kristal tajam yang mengendap di sendi dan jaringan di sekitarnya, sehingga memicu peradangan yang menyakitkan yang dikenal sebagai gout atau pirai.

Penyebab dan Faktor Risiko dari Asam Urat?

Hiperurisemia terjadi ketika terdapat ketidakseimbangan antara produksi dan pembuangan asam urat dalam tubuh. Berikut ini adalah penyebab dan faktor risiko yang perlu diketahui:

  • •
    Konsumsi makanan tinggi purin secara berlebihan, seperti jeroan (hati, ginjal, otak), daging merah, makanan laut (seafood) tertentu seperti udang, kepiting dan sarden.
  • •
    Konsumsi minuman beralkohol, terutama bir dan minuman keras yang dapat meningkatkan produksi asam urat sekaligus menghambat pembuangannya oleh ginjal.
  • •
    Konsumsi minuman manis tinggi fruktosa seperti minuman bersoda dan jus buah kemasan yang dapat memicu peningkatan kadar asam urat.
  • •
    Gangguan fungsi ginjal, sehingga ginjal tidak mampu menyaring dan membuang asam urat secara optimal.
  • •
    Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti diuretik (obat peluruh urine), aspirin dosis rendah, dan beberapa obat tekanan darah.

Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami hiperurisemia:

  • •
    Jenis kelamin dan usia. Pria lebih rentan mengalami hiperurisemia dibandingkan wanita, dan risiko ini meningkat seiring bertambahnya usia. Pada wanita, risiko biasanya meningkat setelah menopause.
  • •
    Memiliki anggota keluarga yang menderita asam urat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi yang sama.
  • •
    Obesitas. Tubuh yang kelebihan berat badan cenderung memproduksi lebih banyak asam urat dan ginjal bekerja lebih keras untuk membuangnya.
  • •
    Penyakit penyerta. Tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes, penyakit ginjal kronis dan sindrom metabolik berkaitan erat dengan peningkatan kadar asam urat.
  • •
    Dehidrasi. Kurang minum air putih membuat ginjal kesulitan membuang asam urat melalui urine.

Tanda-Tanda dan Gejala dari Asam Urat Tinggi?

Hiperurisemia tidak selalu menimbulkan gejala. Banyak orang memiliki kadar asam urat tinggi tanpa menyadarinya. Namun, jika kristal asam urat mulai mengendap di sendi, gejala yang muncul bisa sangat mengganggu dan menyakitkan.

Baca Juga :Memahami Diabetes Tipe 1, Tipe 2 dan Gestasional

Gejala yang mungkin muncul antara lain:

  • •
    Nyeri sendi yang hebat dan mendadak, paling sering menyerang sendi ibu jari kaki, pergelangan kaki, lutut, pergelangan tangan, dan siku. Serangan biasanya terjadi pada malam hari atau dini hari.
  • •
    Sendi terasa panas, bengkak, dan kemerahan. Bahkan sentuhan ringan pun bisa terasa sangat nyeri.
  • •
    Rasa tidak nyaman yang berlangsung beberapa hari hingga beberapa minggu setelah nyeri hebat mereda.
  • •
    Munculnya tofi (tophi), yaitu benjolan keras berwarna putih kekuningan yang terbentuk akibat penumpukan kristal asam urat di bawah kulit, terutama di area telinga, jari tangan, jari kaki atau siku.
  • •
    Penumpukan kristal asam urat di saluran kemih dapat menyebabkan batu ginjal, yang ditandai dengan nyeri pinggang hebat, urine berwarna keruh atau kemerahan, serta nyeri saat buang air kecil.

Perlu diketahui bahwa serangan gout dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Tanpa penanganan yang tepat, serangan dapat kembali terjadi dan semakin sering seiring waktu, bahkan menyebabkan kerusakan sendi yang permanen.

Pengobatan dan Pencegahan Asam Urat Tinggi

Hiperurisemia dan gout dapat dikelola dengan baik melalui kombinasi pengobatan medis dan perubahan gaya hidup.

Pengobatan Medis

Pengobatan bertujuan untuk meredakan gejala saat serangan terjadi sekaligus mencegah kambuh di masa depan. Dokter biasanya akan meresepkan:

  • •
    Obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS) seperti ibuprofen atau naproxen untuk meredakan nyeri dan peradangan saat serangan akut.
  • •
    Kolkisin (colchicine), obat yang efektif untuk meredakan nyeri gout akut, terutama jika diberikan sejak dini saat serangan.
  • •
    Kortikosteroid seperti prednison, yang digunakan jika OAINS atau kolkisin tidak dapat ditoleransi oleh pasien.
  • •
    Obat penurun kadar asam urat seperti allopurinol atau febuxostat yang bekerja dengan mengurangi produksi asam urat dalam tubuh untuk mencegah serangan berulang.

Penting untuk tidak mengonsumsi obat-obatan di atas tanpa resep dan pengawasan dokter.

Perubahan Gaya Hidup dan Pencegahan dari Asam Urat Tinggi

Gaya hidup memainkan peran besar dalam mengendalikan kadar asam urat. Berikut langkah-langkah yang dianjurkan untuk mencegah asam urat tinggi atau hiperurisemia:

  • •
    Perbanyak minum air putih minimal 8 gelas per hari untuk membantu ginjal membuang asam urat melalui urine.
  • •
    Batasi konsumsi makanan tinggi purin seperti jeroan, daging merah, seafood tertentu (sarden, makarel, udang), dan makanan olahan.
  • •
    Hindari minuman beralkohol dan minuman bersoda atau manis tinggi fruktosa.
  • •
    Konsumsi lebih banyak sayuran, buah-buahan (terutama ceri yang terbukti membantu menurunkan asam urat), produk susu rendah lemak, dan karbohidrat kompleks.
  • •
    Jaga berat badan ideal. Penurunan berat badan secara bertahap dan sehat dapat membantu mengurangi kadar asam urat, namun hindari diet ekstrem karena dapat memicu serangan.
  • •
    Rutin berolahraga dengan intensitas sedang secara teratur untuk menjaga kesehatan metabolisme dan berat badan.
  • •
    Lakukan pemeriksaan kadar asam urat secara berkala, terutama jika memiliki faktor risiko.

Baca Juga :Apa Penyebab dari Asam Urat Tinggi atau Hiperurisemia?

Mitos dan Fakta Seputar Asam Urat Tinggi

Banyak informasi yang beredar di masyarakat tentang asam urat yang tidak sepenuhnya benar. Berikut beberapa mitos dan faktanya:

MITOS: Asam urat hanya menyerang orang tua.

FAKTA: Meskipun risiko meningkat seiring usia, asam urat juga dapat menyerang orang dewasa muda, bahkan usia 20-30 tahun, terutama yang memiliki pola makan tidak sehat, obesitas, atau riwayat keluarga dengan asam urat.

MITOS: Penderita asam urat tidak boleh makan sayuran sama sekali.

FAKTA: Beberapa sayuran memang mengandung purin (seperti bayam, asparagus, dan kembang kol), namun penelitian menunjukkan bahwa purin dari sayuran tidak meningkatkan risiko gout secara signifikan. Sayuran justru dianjurkan sebagai bagian dari pola makan sehat bagi penderita asam urat.

MITOS: Jika tidak ada nyeri sendi, berarti kadar asam urat sudah normal.

FAKTA: Hiperurisemia sering tidak menimbulkan gejala sama sekali (asimtomatik). Seseorang bisa memiliki kadar asam urat tinggi selama bertahun-tahun tanpa merasakan nyeri. Pemeriksaan darah secara berkala adalah satu-satunya cara untuk mengetahui kadar asam urat yang sesungguhnya.

Baca Juga :Apa itu Kolesterol dan Bagaimana Mencegahnya

MITOS: Minum jus sirsak atau rebusan daun tertentu sudah cukup untuk menyembuhkan asam urat.

FAKTA: Hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang cukup kuat untuk menyatakan bahwa jus atau rebusan tanaman tertentu dapat menyembuhkan hiperurisemia. Mengonsumsinya sebagai pelengkap pola makan sehat mungkin tidak berbahaya, namun tidak boleh menggantikan pengobatan medis yang sudah terbukti. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan pengobatan alternatif.

MITOS: Penderita asam urat tidak boleh berolahraga.

FAKTA: Olahraga ringan hingga sedang justru dianjurkan bagi penderita asam urat karena membantu menjaga berat badan ideal dan meningkatkan kesehatan metabolisme. Yang perlu dihindari adalah olahraga berat atau benturan keras pada sendi yang sedang meradang. Selama serangan akut, istirahat dan elevasi sendi yang nyeri lebih disarankan.

Tags

Bagikan artikel

whatsapptwitterfacebooklinkedininstagram

Artikel terpopuler

/uploads/small_Mengukur_Berat_Badan_Pasien_Obesitas_0f2a490b24.jpeg

Kesehatan

Bagaimana Mengukur Berat Badan Ideal?...

Bagaimana Mengukur Berat Badan Ideal?

/uploads/small_Dokter_Mengakses_Rekam_Medis_Elektronik_81efc97b26.jpg

Teknologi Kesehatan

Apa itu EMR vs EHR vs PHR...

Apa itu EMR vs EHR vs PHR vs HIS? Berikut Perbedaannya!

/uploads/small_perbedaan_icd_9_icd_10_icd_11_346e5900f0.png

Informasi Umum

Apa Perbedaan ICD 9, ICD 10 dan...

Apa Perbedaan ICD 9, ICD 10 dan ICD 11?

CN
Penulis

dr. Iffah Rizqi Hasanah

"dr. Iffah adalah seorang dokter lulusan Universitas Bengkulu. Selain gemar menekuni perkembangan dunia kedokteran, dr. Iffah juga suka bereksperimen dengan resep-resep masakan sehat."

Artikel terkait
/uploads/small_Mengukur_Berat_Badan_Pasien_Obesitas_0f2a490b24.jpeg

Kesehatan

Bagaimana Mengukur Berat Badan Ideal?

/uploads/small_Pemeriksaan_Diabetes_atau_Gula_Darah_c91944c893.jpg

Kesehatan

Memahami Diabetes Tipe 1, Tipe 2 dan Gestasional

/uploads/small_Apa_itu_Campak_dan_Bagaimana_Penularannya_6cbf87951d.jpg

Kesehatan

Apa itu Campak dan Bagaimana Cara Penularannya

/uploads/small_Apa_itu_Kolesterol_dan_Bagaimana_Mencegahnya_afebb6a98a.png

Kesehatan

Apa itu Kolesterol dan Bagaimana Mencegahnya

/uploads/small_Apa_Gejala_Serangan_Jantung_dan_Bagaimana_Mencegahnya_ed716cf763.png

Kesehatan

Apa Gejala Serangan Jantung dan Bagaimana Mencegahnya

/uploads/small_Apa_Itu_GERD_Gejala_dan_Pencegahannya_b646b27766.png

Kesehatan

Apa Itu GERD? Bagaimana Gejala dan Pencegahannya?