Bagaimana Pengobatan Demam Berdarah atau DBD?

Demam Berdarah Dengue (DBD) atau dalam istilah medis disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue.
Virus ini ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus yang terinfeksi. Penyakit ini tidak menular langsung dari satu manusia ke manusia lain, hanya bisa ditularkan melalui nyamuk perantara.
DBD termasuk dalam kelompok penyakit tropis yang paling cepat menyebar di dunia. Indonesia adalah salah satu negara endemis dengue terbesar di dunia, hampir seluruh wilayah Indonesia berisiko DBD dan wabah besar DBD kerap terjadi setiap tahunnya.
Sampai saat ini, belum ada obat antivirus spesifik yang terbukti efektif untuk mengobati infeksi dengue. Namun penanganan yang tepat pada penderita DBD sangat diperlukan oleh penderita DBD.
Penanganan DBD bersifat suportif, artinya bertujuan untuk mengatasi gejala, mencegah komplikasi dan memberi waktu tubuh untuk sembuh sendiri. Namun penanganan suportif yang tepat dan tepat waktu inilah yang menyelamatkan nyawa.
Penanganan di Rumah (Untuk Kasus Ringan-Sedang)
Tidak semua penderita DBD harus dirawat di rumah sakit. Pasien dengan kondisi umum baik, bisa minum dengan cukup dan tidak ada tanda bahaya bisa dirawat di rumah dengan pengawasan ketat setelah berkonsultasi dengan dokter.
Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk perawatan di rumah:
- •Minum cairan yang cukup dan sering, seperti air putih, oralit, jus buah atau larutan isotonik (minuman elektrolit). Minum air yang banyak hingga urin berwarna kuning muda dan frekuensi kencing mancapai 4–6x per hari.
- •Istirahat total, tubuh membutuhkan energi penuh untuk melawan infeksi.
- •Pantau suhu tubuh, ukur setiap 4–6 jam, segera cari pertolongan jika mengalami suhu tubuh ekstrim.
- •Konsultasikan ke dokter untuk minum parasetamol untuk meredakan demam, gunakan dosis sesuai anjuran. Jangan dilebihkan.
- •Kontrol darah rutin, cek darah lengkap minimal setiap hari, khususnya trombosit dan hematokrit.
Segera ke UGD jika muncul tanda-tanda bahaya seperti nyeri perut hebat, muntah hebat, pendarahan seperti gusi berdarah, mimisan, muntah darah, atau BAB berdarah.
Lesu, lemas, tidak bisa minum, tampak gelisah, kulit pucat, urin tidak keluar selama lebih dari 4–6 jam juga merupakan tanda bahaya. Segera cari pertolongan medis gawat darurat jika mengalami hal tersebut!
Penanganan di Rumah Sakit (Rawat Inap)
Baca Juga :Herpes Simplex: Bagaimana Cara Penularannya?
Pasien perlu dirawat inap jika ada tanda bahaya, trombosit sangat rendah, atau tidak bisa minum cairan yang cukup secara oral.
Dokter biasanya akan melakukan perawatan seperti berikut:
- •Penggunaan cairan infus (IV fluid), dokter akan menghitung jenis dan kecepatan cairan berdasarkan kondisi pasien. Ini kunci utama penanganan fase kritis.
- •Pemantauan tanda vital ketat, tekanan darah, nadi, saturasi oksigen, dan produksi urin dipantau secara berkala
- •Transfusi trombosit akan diberikan jika trombosit sangat rendah (<10.000/mm³) atau ada perdarahan aktif yang signifikan.
- •Transfusi darah ada perdarahan berat yang menyebabkan anemia signifikan
Komplikasi Pada Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD)
Komplikasi DBD terjadi terutama saat fase kritis tidak ditangani dengan baik. Berikut adalah komplikasi yang paling penting untuk diketahui:
Dengue Shock Syndrome (DSS) — Syok Dengue
Ini adalah komplikasi paling berbahaya dan paling umum pada DBD. Terjadi ketika kebocoran plasma sangat masif sehingga volume darah yang beredar turun drastis dan tekanan darah tidak bisa dipertahankan.
Tanda-tandanya berupa tekanan darah turun atau menyempit, nadi cepat dan lemah, kulit dingin dan pucat, penderita tampak gelisah atau justru lemas sekali.
Tanpa penanganan cairan yang segera dan agresif, DSS bisa menyebabkan kegagalan organ dan kematian dalam hitungan jam.
Perdarahan Berat
Meskipun lebih jarang dari yang banyak orang kira, perdarahan berat bisa terjadi pada kasus yang berat, terutama jika pasien juga mengalami syok.
Bentuknya bisa berupa perdarahan saluran cerna (muntah darah atau BAB hitam), perdarahan otak (jarang tetapi sangat serius) atau perdarahan masif dari gusi, hidung, atau area kulit.
Gangguan Organ Tubuh
Komplikasi pada penderita DBD juga bisa menyebabkan beberapa gangguan pada organ tubuh berikut:
- •Hati (liver), peradangan hati (hepatitis dengue) adalah komplikasi yang cukup umum — biasanya ringan dan pulih sendiri, tetapi bisa berat pada sebagian kasus.
- •Jantung, gangguan irama jantung atau miokarditis bisa terjadi meskipun jarang.
- •Otak (ensefalopati dengue), sangat jarang, biasanya pada kasus berat. Menyebabkan kebingungan, kejang atau penurunan kesadaran.
- •Ginjal, gangguan fungsi ginjal bisa terjadi pada kasus dengan syok berkepanjangan.
Tags
dr. Iffah Rizqi Hasanah
"dr. Iffah adalah seorang dokter lulusan Universitas Bengkulu. Selain gemar menekuni perkembangan dunia kedokteran, dr. Iffah juga suka bereksperimen dengan resep-resep masakan sehat."

Kesehatan
Bagaimana Mengukur Berat Badan Ideal?

Kesehatan
Apa Gejala dari Radang Usus Buntu?

Kesehatan
Jangan Sepelekan, Kenali Tanda Bahaya Diare Berikut!

Kesehatan
Memahami Diabetes Tipe 1, Tipe 2 dan Gestasional

Kesehatan
Apa itu Campak dan Bagaimana Cara Penularannya

