Herpes Simplex: Bagaimana Cara Penularannya?

Herpes simplex adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Herpes Simplex Virus (HSV). Virus ini menyerang kulit dan selaput lendir, menimbulkan luka lepuh kecil yang terasa nyeri.
Herpes ini unik karena sifatnya yang tidak bisa disembuhkan total setelah masuk ke tubuh, virus akan bersembunyi di dalam sel saraf dan bisa aktif kembali sewaktu-waktu, terutama saat daya tahan tubuh sedang menurun.
Herpes simplex termasuk salah satu infeksi virus paling umum di dunia. Menurut WHO, diperkirakan 3,7 miliar orang di bawah usia 50 tahun sudah terinfeksi HSV tipe 1.
Sementara itu, sekitar 491 juta orang berusia 15–49 tahun hidup dengan HSV tipe 2. Artinya, herpes jauh lebih umum dari yang banyak orang kira, dan mayoritas penderitanya bahkan tidak menyadari diri mereka terinfeksi.
Ada dua jenis Herpes Simplex Virus (HSV), yaitu:
HSV tipe 1 (HSV-1)
- •Umumnya menyebabkan herpes oral, yaitu luka di sekitar bibir, mulut dan gusi yang sering disebut cold sore atau fever blister.
- •Penularan utama melalui ciuman atau kontak mulut sejak usia anak-anak.
- •Bisa juga menginfeksi area genital melalui kontak oral-genital (seks oral).
HSV tipe 2 (HSV-2)
- •Umumnya menyebabkan herpes genital, yaitu luka di area kelamin, bokong, dan paha.
- •Penularan hampir selalu melalui kontak seksual.
- •Lebih sering mengalami kekambuhan dibandingkan HSV-1 genital.
Kedua tipe HSV sebenarnya bisa menginfeksi area tubuh manapun. HSV-1 bisa ditemukan di genital, dan HSV-2 bisa ditemukan di mulut. Perbedaannya hanya pada lokasi yang paling umum dan frekuensi kekambuhannya.
Apa Penyebab Tertular Herpes Simplex?
Herpes simplex disebabkan oleh Herpes Simplex Virus (HSV) yang termasuk dalam keluarga besar virus Herpesviridae keluarga yang sama dengan virus cacar air (varicella-zoster) dan virus Epstein-Barr (penyebab mononukleosis).
Ketika virus HSV pertama kali masuk ke tubuh, ia menginfeksi sel-sel di kulit atau selaput lendir pada titik masuk, misalnya bibir atau alat kelamin.
Setelah masa infeksi awal, virus tidak lenyap, ia berjalan melalui ujung saraf dan bersembunyi secara permanen di dalam sel ganglion sensorik, kumpulan sel saraf yang terletak di sumsum tulang belakang atau dasar otak.
Di sana, virus berada dalam kondisi tidur atau laten dan tidak aktif menimbulkan gejala. Namun sewaktu-waktu, terutama saat daya tahan tubuh menurun, virus bisa aktif kembali, berjalan keluar melalui saraf, dan menimbulkan luka di kulit di area yang sama atau berdekatan dengan infeksi pertama. Inilah yang disebut kekambuhan (rekurens).
Obat-obatan antivirus yang ada saat ini hanya bisa menghambat perbanyakan virus, tetapi tidak bisa menjangkau virus yang sedang tidur atau laten di dalam sel saraf.
Itulah mengapa herpes bersifat seumur hidup, bukan karena penyakitnya parah, tetapi karena tempat bersembunyinya virus tidak bisa diserang oleh obat yang ada saat ini.
Bagaiman Cara Penularan Herpes Simplex
Herpes simplex menular melalui kontak langsung antara kulit atau selaput lendir yang sehat dengan kulit atau selaput lendir yang terinfeksi. Perlu dipahami bahwa penularan bisa terjadi bahkan ketika tidak ada luka yang terlihat, ini yang membuat herpes mudah menyebar tanpa disadari.
Berikut adalah beberapa alur penularan utama dari herpes simplex:
- •Kontak kulit ke kulit secara langsung dengan cara menyentuh, mencium atau berpelukan dengan area yang sedang aktif ada lukanya. Ini jalur utama penularan HSV-1.
- •Hubungan seksual, baik penetrasi (vaginal atau anal) maupun seks oral dapat menularkan HSV-2 maupun HSV-1. Kondom mengurangi risiko tetapi tidak menghilangkannya 100%.
- •Berbagi lipstik, gelas minum, sendok garpu atau handuk wajah dengan penderita HSV-1 yang sedang aktif dapat menularkan virus.
- •Jika ibu memiliki herpes genital aktif saat melahirkan, bayi bisa terinfeksi saat melewati jalan lahir. Kondisi ini disebut herpes neonatal dan sangat berbahaya.
- •Penularan asimtomatik (tanpa gejala). Ini jalur yang paling sering tidak disadari. Virus bisa keluar melalui kulit dan menular meskipun penderita tidak merasakan gejala apapun dan tidak ada luka yang terlihat. Diperkirakan sebagian besar penularan HSV-2 terjadi melalui jalur ini.
Herpes tidak menular melalui udara, toilet umum, kolam renang, berbagi pakaian (selama tidak ada kontak langsung dengan luka), bersalaman, berpelukan biasa tanpa kontak dengan area infeksi.
Baca Juga :Kanker Payudara: Tanda-Tanda dan Gejalanya
Virus HSV tidak bisa bertahan lama di luar tubuh dan tidak menyebar melalui droplet pernapasan seperti flu.
Bagaimana Mencegah Tertular dari Herpes Simplex
Belum ada vaksin yang tersedia untuk herpes simplex hingga saat ini, meskipun penelitian sedang terus berjalan. Namun ada banyak langkah yang terbukti efektif menurunkan risiko penularan dan kekambuhan.
Pencegahan Penularan Seksual (HSV-2 dan HSV-1 Genital):
- •Kondom menurunkan risiko penularan secara signifikan meskipun tidak 100%. Kondom tidak melindungi area kulit di luar yang tertutup kondom (misalnya bokong atau paha). Gunakan kondom lateks secara konsisten dan benar setiap kali berhubungan seksual
- •Tanyakan riwayat kesehatan seksual pasangan. Ini memang tidak mudah, tetapi sangat penting untuk perlindungan bersama.
- •Hindari hubungan seksual saat ada gejala aktif, baik saat ada luka yang terlihat maupun saat merasakan tanda prodromal (gatal, kesemutan, rasa terbakar) karena virus sangat aktif pada fase ini.
- •Jika salah satu pasangan diketahui memiliki herpes genital, penggunaan antivirus harian (valacyclovir) oleh pasangan yang terinfeksi terbukti menurunkan risiko penularan ke pasangan yang tidak terinfeksi sekitar 48%.
- •Semakin sedikit pasangan, semakin kecil risiko terpapar berbagai IMS termasuk herpes.
Pencegahan Herpes Oral (HSV-1):
- •Hindari berciuman atau berbagi peralatan makan/minum dengan seseorang yang sedang memiliki luka aktif di bibir atau mulut.
- •Jangan berbagi lipstik, lip balm atau peralatan makeup bibir.
- •Gunakan tabir surya (SPF 15 atau lebih) pada bibir saat beraktivitas di luar ruangan untuk mencegah kekambuhan yang dipicu sinar UV.
Pencegahan Herpes Neonatal:
- •Ibu hamil dengan riwayat herpes simplex harus memberitahu dokter kandungannya sejak awal kehamilan.
- •Dokter mungkin akan meresepkan antivirus (acyclovir atau valacyclovir) sejak usia kehamilan 36 minggu untuk meminimalkan risiko kekambuhan saat persalinan.
- •Jika ada luka aktif saat persalinan, operasi sesar akan dipertimbangkan untuk menghindari kontak bayi dengan virus di jalan lahir.
- •Hindari kontak oral (mencium) bayi baru lahir di wajah jika Anda atau siapapun sedang memiliki luka herpes aktif di mulut.
Bagaimana Mencegah Kekambuhan Herpes Simplex
Jika anda sudah menderita atau tertular herpes simplex, lakukan hal-hal berikut untuk mengurangi risiko kekambuhan herpes simplex:
- •Meditasi, olahraga teratur, tidur cukup dan relaksasi terbukti membantu mengurangi frekuensi kekambuhan.
- •Konsumsi makanan bergizi seimbang, hindari alkohol berlebihan, tidak merokok dan rutin berolahraga.
- •Setiap penderita bisa punya pemicu kekambuhan yang berbeda. Mencatat kapan kekambuhan terjadi dan apa yang mendahuluinya bisa membantu mengidentifikasi pemicu.
- •Untuk penderita yang sering kambuh, terapi antivirus harian adalah pilihan yang sangat efektif.
Dengan pengobatan yang tepat dan gaya hidup sehat, penderita herpes bisa menjalani kehidupan normal termasuk hubungan seksual yang sehat dan kehamilan yang aman. Lakukan konsultasi ke dokter secara berkelanjutan dan patuh pada pengobatan.
Tags
dr. Iffah Rizqi Hasanah
"dr. Iffah adalah seorang dokter lulusan Universitas Bengkulu. Selain gemar menekuni perkembangan dunia kedokteran, dr. Iffah juga suka bereksperimen dengan resep-resep masakan sehat."

Kesehatan
Bagaimana Mengukur Berat Badan Ideal?

Kesehatan
Apa Gejala dari Radang Usus Buntu?

Kesehatan
Jangan Sepelekan, Kenali Tanda Bahaya Diare Berikut!

Kesehatan
Memahami Diabetes Tipe 1, Tipe 2 dan Gestasional

Kesehatan
Apa itu Campak dan Bagaimana Cara Penularannya

