Berikut Penyebab dan Gejala Tipes

Demam tifoid adalah infeksi bakteri sistemik yang menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri salmonella enterica serotipe typhi (S. Typhi).
Berbeda dari keracunan makanan biasa yang hanya menyerang saluran cerna, bakteri tifoid masuk ke dalam aliran darah dan menyerang hampir seluruh organ tubuh.
Penyakit ini dikenal dengan berbagai nama, mulai dari demam tifoid, tifus abdominalis, enteric fever dan yang paling populer di masyarakat awam Indonesia adalah tipes atau tipus.
Bakteri Penyebab Tipes
Salmonella Typhi adalah bakteri berbentuk batang yang hanya menginfeksi manusia, tidak ditemukan secara alami pada hewan. Ini menjadikan manusia sebagai satu-satunya sumber bakteri ini di alam.
Berikut adalah beberapa keunikan S. Typhi yang membuatnya sangat berbahaya:
- •Bakteri ini bisa bertahan di air selama berminggu-minggu dan di makanan selama beberapa hari pada suhu ruang.
- •Sebagian bakteri mampu melewati asam lambung dan mencapai usus halus.
- •Bakteri S. Typhi bisa hidup dan berkembang biak di dalam makrofag (sel kekebalan tubuh) sehingga sulit dibasmi oleh sistem imun
- •Bisa membentuk biofilm di kandung empedu membuatnya sangat sulit diberantas.
- •Semakin sering ditemukan resisten terhadap antibiotik.
Bagaimana Penularan Tipes Bisa Terjadi?
Demam tifoid ditularkan melalui rute fekal-oral, bakteri keluar bersama tinja dan urin penderita, lalu masuk ke tubuh orang lain melalui mulut. Bakteri tidak menular melalui kontak langsung seperti berjabat tangan, berpelukan atau berbagi pakaian.
Berikut adalah beberapa cara penularan tipes yang paling umum ditemukan:
- •Air minum yang terkontaminasi tinja, ini adalah jalur penularan terbesar di daerah dengan sanitasi buruk. Sumur atau sumber air yang terkontaminasi limbah dapat menginfeksi ribuan orang sekaligus.
- •Makanan yang terkontaminasi karena tidak mencuci tangan dengan benar atau makanan yang dicuci dengan air yang telah terkontaminasi.
- •Sayuran dan buah mentah yang ditanam dengan pupuk tinja (night soil) atau disiram air limbah.
- •Makanan dan minuman dari pedagang kaki lima dengan higienitas yang tidak terjamin dan sering terjangkau lalat.
- •Seafood dan kerang-kerangan dari perairan yang terkontaminasi limbah manusia.
- •Es batu dari air tidak bersih: minuman es yang dibuat dari air yang tidak dimasak merupakan sumber penularan yang sering diabaikan
Faktor Risiko Terkena Tipes
Baca Juga :Apa itu Cacar Ular dan Bagaimana Gejalanya?
Berikut adalah faktor risiko yang membuat seseorang bisa terinfeksi bakteri S. Typhi yang bisa menyebabkan tipes atau demam tifoid:
- •Belum pernah divaksin tifoid, vaksin memberikan perlindungan 50-80%.
- •Anak-anak usia 5-19 tahun adalah kelompok usia yang paling sering terkena di daerah endemis.
- •Memiliki sistem imun lemah misalnya penderita HIV/AIDS, pasien kemoterapi atau mereka yang mengonsumsi imunosupresan.
- •Penggunaan antasida atau obat penekan asam lambung sehingga mengurangi pertahanan asam lambung yang seharusnya membunuh sebagian bakteri.
- •Memiliki riwayat operasi kandung empedu.
- •Memiliki akses air bersih yang buruk atau sumber air yang tidak terjamin kebersihannya.
- •Sanitasi lingkungan yang buruk seperti tidak ada jamban yang layak dan pengelolaan tinja terbuka.
- •Konsumsi makanan atau minuman tidak higenis.
- •Tidak mencuci tangan setelah buang air besar atau sebelum makan.
- •Tinggal di kondisi padat penduduk seperti asrama, penjara atau pengungsian.
Tanda-Tanda dan Gejala dari Tipes
Gejala demam tifoid berkembang secara bertahap dan khas mengikuti pola minggu demi minggu.
Memahami pola ini sangat penting agar tidak salah menilai perkembangan penyakit. Masa inkubasi (waktu dari paparan bakteri hingga gejala pertama muncul) adalah 6-30 hari, rata-rata 8-14 hari.
Berikut tanda-tanda dan gejala seseorang terkena tipes atau demam tifoid berdasarkan perjalanan penyakit minggu per minggu:
Minggu 1, Fase Akut Awal
Penderita mengalami demam yang naik secara bertahap tiap hari mencapai 39-40°C di akhir minggu. Penderita mengalami sakit kepala, lemas, tidak nafsu makan dan nyeri otot. Sembelit lebih sering dari diare pada orang dewasa.
Minggu 2, Fase Akut Penuh
Penderita mengalami demam tinggi menetap pada rentang 39-40°C. Perut menjadi kembung, terada nyeri tekan perut hingga munculnya bintik merah muda kecil di perut/dada.
Kemudian idah tampak kotor karena berselaput putih kecoklatan di tengah dengan tepi yang merah. Denyut jantung melambat meskipun demam tinggi. Limpa membesar.
Minggu 3, Fase Kritis
Penderita terus mengalami demam tinggi. Adanya risiko komplikasi perdarahan saluran cerna atau perforasi usus. Penderita tampak sangat lemah dan mengantuk.
Adanya kemkungkinan muncul diare berbau busuk.
Minggu 4, Fase Pemulihan
Pada kasus tanpa komplikasi, demam mulai turun secara bertahap, kondisi umum membaik. Pemulihan total bisa memakan waktu beberapa minggu lagi.
Gejala Khas yang Membedakan Tipes dari Demam Biasa
Beberapa tanda dan gejala tipes atau demam tifoid yang relatif khas dan perlu diketahui:
- •Pola demam naik bertahap setiap hari selama minggu pertama, hari pertama 37,5°C, hari kedua 38°C dan seterusnya hingga 39-40°C, berbeda dari flu yang demamnya langsung tinggi.
- •Denyut nadi yang lambat tidak sesuai dengan tingginya suhu tubuh, pada suhu 40°C, denyut nadi seharusnya cepat, namun pada penderita tipes atau demam tifoid sering normal atau bahkan lambat.
- •Bintik-bintik merah muda kecil (2-4 mm) yang tidak gatal, muncul terutama di perut dan dada bagian bawah. Muncul pada sekitar 30% penderita, lebih sulit dilihat pada kulit gelap.
- •Bagian tengah lidah tampak berselaput kotor atau putih kecoklatan, sementara tepi dan ujung lidah berwarna merah.
- •Pembesaran hati dan limpa yang bisa dirasakan saat dokter menekan perut, menandakan infeksi sistemik yang aktif.
- •Terjadinya sembelit, terutama di awal perjalanan penyakit.
- •Pada kasus berat, penderita tampak seperti dalam kondisi setengah tidur, tidak responsif penuh karena kesadaran yang menurun.
Tipes atau demam tifoid adalah penyakit serius yang bisa menyebabkan komplikasi, namun juga merupakan penyakit yang sangat bisa dicegah dan diobati.
Jaga kebersihan makanan dan minuman, cuci tangan dengan benar, vaksinasi secara teratur dan cari pertolongan medis untuk pengobatan jika sudah terinfeksi.
Jangan meremehkan demam yang berlangsung lebih dari 3 hari. Segera konsultasikan ke dokter, lakukan pemeriksaan yang tepat dan ikuti anjuran pengobatan secara disiplin.
Tags
dr. Iffah Rizqi Hasanah
"dr. Iffah adalah seorang dokter lulusan Universitas Bengkulu. Selain gemar menekuni perkembangan dunia kedokteran, dr. Iffah juga suka bereksperimen dengan resep-resep masakan sehat."

Kesehatan
Bagaimana Mengukur Berat Badan Ideal?

Kesehatan
Apa Gejala dari Radang Usus Buntu?

Kesehatan
Jangan Sepelekan, Kenali Tanda Bahaya Diare Berikut!

Kesehatan
Memahami Diabetes Tipe 1, Tipe 2 dan Gestasional

Kesehatan
Apa itu Campak dan Bagaimana Cara Penularannya

