Apa itu Cacar Ular dan Bagaimana Gejalanya?

Herpes zoster atau di Indonesia sering disebut sebagai cacar ular, dompo, atau shingles adalah penyakit yang terjadi ketika virus VZV (Varicella-Zoster Virus) yang sudah lama dormant di dalam tubuh aktif kembali. Ini bukan infeksi baru, melainkan kebangkitan virus lama yang pernah menyebabkan cacar air di masa lalu.
Reaktivasi ini umumnya dipicu oleh melemahnya sistem kekebalan tubuh, misalnya karena faktor usia, stres berkepanjangan, penyakit kronis, atau penggunaan obat-obatan tertentu yang menekan imunitas.
Analogi sederhananya, VZV seperti bom waktu yang ditanam virus di sarafmu saat kamu terkena cacar air. Setelah cacar air sembuh, bom itu tidak meledak, ia hanya menunggu. Ketika daya tahan tubuhmu melemah karena usia tua, sakit atau stres berat, bom itu akhirnya meledak dalam wujud herpes zoster atau cacar ular.
Tanda-Tanda dan Gejala dari Cacar Ular (Herpes Zoster)
Gejala herpes zoster berbeda secara signifikan dari cacar air, terutama karena disertai nyeri yang sangat khas dan intens. Berikut adalah tanda dan gejala dari cacar ular yang muncul dalam 2 tahapan.
Tahap 1 : Sebelum Ruam Muncul
Tahap ini terjadi biasanya 1-5 hari sebelum ruam muncul, ditandai dengan tanda dan gejala berikut:
- •Nyeri, rasa terbakar, atau kesemutan di area tertentu pada kulit, ini seringkali disalahartikan sebagai nyeri otot atau saraf biasa.
- •Kulit terasa sangat sensitif bahkan terhadap sentuhan ringan (alodinia).
- •Demam ringan, sakit kepala, dan rasa lelah.
Tahap 2 : Saat Ruam Aktif
Tahap ini terjadi pada saat ruam aktif, biasanya berlangsung selama 7-10 hari:
- •Ruam muncul sebagai kumpulan gelembung berisi cairan yang berkelompok (cluster), seperti untaian buah anggur.
- •Ruam hanya muncul di satu sisi tubuh (tidak menyeberang ke sisi lain), mengikuti jalur satu saraf, biasanya berbentuk seperti sabuk atau pita memanjang.
- •Lokasinya biasa apda dada, perut/pinggang dan wajah (terutama sekitar mata yang bisa berefek berbahaya).
- •Nyeri terasa sangat hebat, seperti ditusuk, dibakar atau tersengat listrik.
Bagaimana Cacar Ular atau Herpes Zoster Menular?
Herpes zoster atau cacar ular tidak menular dari orang ke orang melalui udara seperti cacar air. Namun, penderita herpes zoster dapat menularkan virus VZV ke orang yang belum pernah terkena cacar air atau belum divaksinasi, dan orang tersebut akan mengalami cacar air (bukan cacar ular).
Penularan terjadi karena kontak langsung dengan cairan dari vesikel herpes zoster yang masih aktif atau belum mengering. Cacar ular tidak akan menular lagi setelah semua ruam telah mengering dan mengeras.
Berikut adalah orang-prang yang berisiko rertular dari penderita herpes zoster:
- •Orang yang belum pernah terkena cacar air seumur hidupnya.
- •Orang yang belum mendapatkan vaksin cacar air.
- •Ibu hamil, bayi baru lahir, dan orang dengan imunitas lemah (penderita HIV, kanker, atau yang sedang menjalani kemoterapi/imunosupresan).
Bagaimana Penanganan Jika Menjadi Penderita Cacar Ular atau Herpes Zoster
Herpes zoster atau cacar ular memerlukan penanganan medis yang lebih aktif dibandingkan cacar air, terutama karena nyeri yang intens dan risiko komplikasi yang lebih tinggi, khususnya pada lansia.
Segera periksa dan konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis. Dokternya biasanya akan memberikan obat antivirus seperti Acyclovir, Valacyclovir atau Famciclovir. Obat ini harus harus dimulai sesegera mungkin, idealnya dalam 72 jam pertama sejak ruam muncul.
Pengobatan dini ini terbukti mempercepat penyembuhan ruam, engurangi keparahan nyeri saat fase akut dan mengurangi risiko terjadinya Postherpetic Neuralgia (PHN).
Jika mengalami nyari yang parah, lakukan beberapa hal berikut:
- •Berikan kompresan dingin atau basah pada area ruam untuk meredakan nyeri dan gatal.
- •Jaga area ruam tetap bersih dan kering; gunakan perban longgar jika perlu.
- •Konsultasikan ke dokter, biasanya dokter akan memberikan analgesik (pereda nyeri) seperti paracetamol sesuai resep dokter.
- •Untuk nyeri sedang-berat, dokter mungkin meresepkan obat antikonvulsan (gabapentin, pregabalin), antidepresan trisiklik atau opioid lemah.
Baca Juga :Herpes Simplex: Bagaimana Cara Penularannya?
Komplikasi yang Bisa Terjadi Pada Penderita Cacar Ular atau Herpes Zoster
Cacar ular atau herpes zoster memiliki potensi komplikasi yang lebih beragam dan seringkali lebih serius, terutama karena melibatkan saraf.
Berikut adalah beberapa komplikasi serius dari cacar ular yang perlu diwaspadai:
- •Postherpetic Neuralgia (PHN), nyeri saraf persisten setelah ruam sembuh, berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Komplikasi paling umum terjadi pada ~20% penderita dan meningkat jadi 30-50% pada usia >60 tahun.
- •Herpes zoster oftalmikus, virus menyerang saraf mata (cabang pertama nervus trigeminus). Dapat menyebabkan kebutaan jika tidak ditangani segera.
- •Sindrom ramsay hunt, virus menyerang saraf wajah (nervus fasialis), menyebabkan kelumpuhan wajah satu sisi, ruam di telinga dan gangguan pendengaran.
- •Meningitis dan ensefalitis, radang pada lapisan otak atau jaringan otak akibat virus.
- •Mielitis transversal, peradangan pada sumsum tulang belakang yang dapat menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan.
- •Infeksi bakteri sekunder pada kulit dan jaringan.
Segera cari pertolongan gawat darurat atau ke IGD jika mengalami beberapa hal berikut:
- •Ruam atau nyeri muncul di dekat mata atau telinga.
- •Muncul gangguan penglihatan, kelumpuhan wajah, atau gangguan pendengaran.
- •Penderita adalah bayi, ibu hamil atau orang dengan sistem imun lemah.
- •Demam tinggi, kejang, kaku leher atau penurunan kesadaran.
- •Nyeri sangat hebat yang tidak bisa dikontrol.
Bagaimana Mencegah Risiko Mengalami Cacar Ular atau Hesper Zoster
Karena herpes zoster terjadi akibat reaktivasi virus yang sudah ada di dalam tubuh, pencegahan utamanya adalah menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat dan mendapatkan vaksinasi.
Shingrix adalah vaksin zoster generasi terbaru yang direkomendasikan oleh WHO dan CDC untuk orang berusia 50 tahun ke atas, diberikan dalam 2 dosis (jarak 2-6 bulan).
Efektivitas Shingrix mencapai >90% dalam mencegah herpes zoster dan >89% dalam mencegah Postherpetic Neuralgia (PHN).
Direkomendasikan bahkan bagi orang yang sebelumnya sudah pernah terkena herpes zoster. Di Indonesia, vaksin ini tersedia di klinik dan rumah sakit swasta, biasanya masih berbayar mandiri.
Selain itu, perhatikan beberapa hal berikut untuk mencegah terjadi herpes zoster atau cacar ular:
- •Jaga daya tahan tubuh dengan tidur cukup, makan bergizi, olahraga teratur dan kelola stres.
- •Hindari kontak dengan penderita cacar air atau herpes zoster aktif, terutama bagi yang belum pernah divaksinasi.
- •Pantau kondisi kesehatan secara rutin, terutama jika memiliki penyakit kronis seperti diabetes, HIV atau kanker.
Tags
dr. Iffah Rizqi Hasanah
"dr. Iffah adalah seorang dokter lulusan Universitas Bengkulu. Selain gemar menekuni perkembangan dunia kedokteran, dr. Iffah juga suka bereksperimen dengan resep-resep masakan sehat."

Kesehatan
Bagaimana Mengukur Berat Badan Ideal?

Kesehatan
Apa Gejala dari Radang Usus Buntu?

Kesehatan
Jangan Sepelekan, Kenali Tanda Bahaya Diare Berikut!

Kesehatan
Memahami Diabetes Tipe 1, Tipe 2 dan Gestasional

Kesehatan
Apa itu Campak dan Bagaimana Cara Penularannya

