Kenali Penyakit Ginjal Kronik dan Gejalanya!

Ginjal berfungsi untuk menyaring darah, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, menjaga keseimbangan asam-basa, memproduksi sel darah merah, mengaktivasi vitamin D dan meregulasi tekanan darah.
Gagal ginjal adalah kondisi di mana ginjal kehilangan kemampuannya untuk menjalankan fungsi-fungsi vital tersebut di dalam tubtuh. Akibatnya, tubuh tidak bisa mempertahankan kondisi internalnya yang normal.
Gagal ginjal terbagi menjadi dua kategori besar yang berbeda yaitu Gangguan Ginjal Akut dan Gagal Ginjal Kronik.
Penyakit Ginjal Kronik (PGK) atau yang biasa disebut juga dengan Chronic Kidney Disease (CKD) adalah penyakit yang membuat fungsi ginjal menurun secara bertahap. Penyakit ini berkembang lambat selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun dan tidak dapat pulihkan.
Penyebabnya bisa karena komplikasi diabetes, hipertensi yang terjadi bertahun-tahun dan penyakit ginjal bawaan.
Stadium Penyakit Ginjal Kronik (PGK)
Penyakit Ginjal Kronik (PGK) diukur berdasarkan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG), ukuran seberapa baik ginjal menyaring darah. LFG dinyatakan dalam mL/menit/1,73 m² luas permukaan tubuh. Semakin rendah LFG, semakin berat kerusakan ginjal.
Penyakit Ginjal Kronik (PGK) diklasifikasikan ke dalam 5 stadium berikut:
- •Stadium 1, LFG ≥90 (normal atau tinggi). Kerusakan ginjal sudah ada misalnya proteinuria, tetapi LFG masih normal. Sering tidak bergejala.
- •Stadium 2, LFG 60-89 (sedikit menurun). LFG mulai menurun ringan. Biasanya belum ada gejala.
- •Stadium 3a, LFG 45-59 (menurun ringan-sedang). Mulai terjadi gangguan keseimbangan mineral. Risiko komplikasi meningkat.
- •Stadium 3b, LFG 30-44 (menurun sedang-berat). Gejala mulai muncul. Anemia dan gangguan tulang lebih sering.
- •Stadium 4, LFG 15-29 (menurun berat). Gejala uremia mulai jelas. Perlu persiapan terapi pengganti ginjal.
- •Stadium 5, LFG<15 (gagal ginjal). Gagal ginjal terminal. Memerlukan dialisis atau transplantasi untuk bertahan hidup.
Stadium 1-3 sering disebut silent stages karena tidak menimbulkan gejala yang dirasakan. Kerusakan ginjal berjalan diam-diam selama bertahun-tahun. Inilah sebabnya banyak pasien baru terdiagnosis saat sudah berada di stadium 4-5, ketika kerusakan sudah tidak dapat dipulihkan.
Apa Penyebab dari Penyakit Ginjal Kronik (PGK)
Dua penyebab terbesar Penyakit Ginjal Kronik di seluruh dunia dan di Indonesia adalah:
- •Diabetes Mellitus (nefropati diabetik), kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol selama bertahun-tahun merusak pembuluh darah kecil di glomerulus. Diperkirakan 30-40% pasien diabetes akan mengembangkan penyakit ginjal kronik.
- •Hipertensi (nefropati hipertensif), tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol menyebabkan tekanan berlebih pada pembuluh darah ginjal, merusak glomerulus secara perlahan. Kedua penyakit ini juga saling memperburuk satu sama lain dalam lingkaran setan.
Selain itu, berikut adalah beberapa penyebab lain Penyakit Ginjal Kronik yang juga umum terjadi:
- •Glomerulonefritis kronik, peradangan ginjal berulang atau menahun, bisa disebabkan infeksi, autoimun atau penyebab lain.
- •Penyakit ginjal polikistik, kelainan genetik di mana tumbuh kista-kista berisi cairan di ginjal yang perlahan menggantikan jaringan ginjal normal.
- •Obstruksi kronik. Terjadinya batu ginjal berulang, pembesaran prostat yang tidak ditangani dan penyempitan saluran kemih
- •Infeksi ginjal berulang (pielonefritis kronik). Terjadinya infeksi bakteri berulang yang meninggalkan jaringan parut
- •Penyakit autoimun seperti lupus eritematosus sistemik, vaskulitis dan sindrom Goodpasture.
- •Penggunaan bat-obatan nefrotoksik jangka panjang seperti ibuprofen, parasetamol dosis tinggi, suplemen herbal nefrotoksik atau obat pereda nyeri tertentu.
- •Terjadinya mieloma multipel, kanker sel plasma yang memproduksi protein merusak ginjal.
Tanda-Tanda dan Gejala dari Penyakit Ginjal Kronik
Salah satu karakteristik paling berbahaya dari penyakit ginjal kronik adalah sifatnya yang senyap. Ginjal memiliki kapasitas cadangan yang luar biasa, gejala biasanya baru muncul ketika fungsi ginjal sudah hilang lebih dari 50-60%. Sementara itu, kerusakan terus berlangsung tanpa disadari.
Gejala Awal yang Sering Diabaikan (Stadium 1-3)
Berikut adalah beberapa gejala awal dari Penyakit Ginjal Kronik yang sangat tidak spesifik dan biasanya tidak disadari sebagai gejala Penyakit Ginjal Kronik:
- •Urin berbusa seperti sabun, menandakan adanya protein dalam urin, salah satu tanda paling awal kerusakan ginjal yang sering diabaikan.
- •Urin berwarna lebih gelap atau kemerahan karen bisa mengandung darah (hematuria).
- •Frekuensi buang air kecil berubah, lebih sering terutama malam hari atau justru berkurang.
- •Pembengkakan ringan, terutama di area mata dan pergelangan kaki atau tungkai.
- •Tekanan darah tinggi yang sulit dikendalikan, ginjal berperan besar dalam mengatur tekanan darah, kerusakan ginjal menyebabkan hipertensi dan sebaliknya
- •Kelelahan ringan yang tidak jelas sebabnya, akibat awal anemia karena berkurangnya produksi EPO.
- •Nyeri atau tidak nyaman di area punggung bawah atau pinggang
Gejala Ketika Stadium Lanjut — Sindrom Uremia (Stadium 4-5)
Ketika ginjal sudah gagal secara signifikan, racun-racun terutama ureum dan kreatinin menumpuk dalam darah, kondisi ini disebut uremia.
Gejala uremia melibatkan hampir seluruh sistem organ yang menimbulkan gejala-gejala sebagai berikit:
- •Kelelahan ekstrem dan kelemahan otot:akibat anemia berat, penumpukan toksin dan gangguan nutrisi.
- •Penurunan nafsu makan dan berat badan, toksin uremia menekan nafsu makan dan menyebabkan mual kronis.
- •Mual, muntah, terutama di pagi hari, sangat mirip dengan mual kehamilan pada perempuan.
- •Adanya rasa logam atau amonia di mulut akibat ureum yang terpecah menjadi amonia oleh bakteri mulut.
- •Gatal-gatal di seluruh tubuh akibat penumpukan fosfat dan toksin uremia di bawah kulit.
- •Gangguan tidur (insomnia).
- •Kesulitan berkonsentrasi dan terjadinya brain fog atau otak berkabut.
- •Terjadinya kram otot dan restless legs syndrome, kaki terasa tidak nyaman dan harus terus digerakkan, terutama saat malam.
- •Terjadinya kebingungan dan penurunan kesadaran pada uremia berat
- •Terjadinya kejang pada kasus yang sangat berat
- •Sesak napas akibat penumpukan cairan di paru-paru dan anemia
- •Pembengkakan kaki, tungkai, wajah, bahkan seluruh tubuh akibat gangguan keseimbangan cairan.
- •Nyeri dada akibat peradangan selaput jantung (perikarditis uremik)
- •Kulit pucat, kekuningan, atau keabu-abuan akibat anemia dan penumpukan ureum
- •Memar yang mudah terjadi akibat gangguan fungsi trombosit.
Endapan kristal urea di kulit (uremic frost): lapisan putih seperti tepung di kulit — tanda uremia terminal yang sangat berat
Nyeri tulang, mudah patah: akibat gangguan metabolisme kalsium-fosfor dan vitamin D
Tags
dr. Iffah Rizqi Hasanah
"dr. Iffah adalah seorang dokter lulusan Universitas Bengkulu. Selain gemar menekuni perkembangan dunia kedokteran, dr. Iffah juga suka bereksperimen dengan resep-resep masakan sehat."

Kesehatan
Bagaimana Mengukur Berat Badan Ideal?

Kesehatan
Apa Gejala dari Radang Usus Buntu?

Kesehatan
Jangan Sepelekan, Kenali Tanda Bahaya Diare Berikut!

Kesehatan
Memahami Diabetes Tipe 1, Tipe 2 dan Gestasional

Kesehatan
Apa itu Campak dan Bagaimana Cara Penularannya

