Kenali Hepatitis B: Cara Penularan, Faktor Risiko dan Gejala

Hepatitis B adalah infeksi hati yang disebabkan oleh Hepatitis B Virus (HBV), virus DNA dari famili hepadnaviridae.
HBV adalah salah satu patogen paling tangguh di alam, virus ini bisa bertahan hidup di luar tubuh manusia hingga 7 hari pada permukaan benda mati dan tetap mampu menginfeksi jika masuk ke tubuh.
Hepatitis B bisa berlangsung dalam dua bentuk, akut yaitu infeksi jangka pendek yang sembuh sendiri dalam 6 bulan atau kronik yaitu infeksi yang menetap lebih dari 6 bulan dan bisa berlangsung seumur hidup.
Risiko menjadi kronik sangat bergantung pada usia saat terinfeksi, bayi yang terinfeksi saat lahir memiliki risiko 90% menjadi kronik, sementara pada orang dewasa risiko ini hanya sekitar 5%.
Bagaimana Cara Penularan Hepatitis B
HBV ditularkan melalui kontak dengan darah dan cairan tubuh baik semen, cairan vagina atau air susu ibu dari orang yang terinfeksi. HBV tidak menular melalui pelukan, berjabat tangan, batuk, bersin, berbagi peralatan makan atau kontak kasual sehari-hari.
Berikut adalah beberapa cara penularan virus Hepatitis B:
- •Dari ibu ke bayi melalui transmisi vertikal/perinatal, cara penularan paling umum di Asia, termasuk Indonesia. Bayi yang lahir dari ibu dengan HBV reaktif berisiko sangat tinggi terinfeksi saat persalinan.
- •Hubungan seksual tanpa kondom, terutama dengan pasangan yang terinfeksi HBV. HBV 50-100 kali lebih mudah menular secara seksual dibandingkan HIV.
- •Jarum suntik yang terkontaminasi, penggunaan narkoba suntik atau jarum suntik yang tidak steril di fasilitas kesehatan yang tidak memadai.
- •Prosedur medis/gigi tidak steril, transfusi darah yang tidak diskrining, operasi atau prosedur gigi dengan peralatan tidak steril.
- •Tato dan tindik menggunakan peralatan yang tidak disterilkan dengan benar.
- •Berbagi benda tajam pribadi seperti silet, gunting kuku atau alat cukur dengan orang yang terinfeksi.
Faktor Risiko Terkena Hepatitis B
Berikut adalah faktor risiko seseorang bisa terkena virus hepatitis B:
- •Pernah atau sedang menggunakan narkoba suntik
- •Lahir dari ibu dengan hepatitis B
- •Pernah mendapat transfusi darah atau transplantasi organ sebelum 2000
- •Pernah menjalani hemodialisis
- •Terpapar darah atau cairan tubuh orang lain
- •Pernah ditato atau tindik dengan peralatan tidak steril
- •Memiliki pasangan seksual multipel tanpa kondom
- •Terinfeksi HIV (ko-infeksi sangat umum)
- •Lahir atau tinggal lama di daerah endemis hepatitis B tinggi
Anda sangat dianjurkan tes hepatitis B jika memiliki salah satu atau lebih faktor risiko tersebut.
Tanda-Tanda dan Gejala dari Hepatitis B
Hepatitis B disebut sebagai silent killers, penyakit yang membunuh secara diam-diam. Sebagian besar penderita hepatitis B kronik tidak merasakan gejala berarti selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun. Sementara itu, virus terus merusak sel-sel hati dari dalam.
Berikut adalah tanda-tanda dan gejala dari hepatitis B yang ditemukan dalam beberapa fase.
Fase Akut (Infeksi Baru)
Infeksi hepatitis B akut (baru terinfeksi) bisa menimbulkan gejala dalam 1-4 bulan setelah paparan.
Namun sekitar 70% orang dewasa yang baru terinfeksi HBV tidak menyadarinya karena gejala sangat ringan atau tidak ada sama sekali. Ketika gejala muncul, biasanya berupa:
- •Kelelahan yang tidak biasa, badan terasa lemas dan lesu tanpa sebab jelas.
- •Mual, muntah, dan nafsu makan hilang, perut terasa tidak nyaman, terutama setelah makan berlemak.
- •Nyeri perut kanan atas, lokasi hati berada di perut kanan atas, tepat di bawah tulang rusuk kanan.
- •Demam ringan biasanya tidak terlalu tinggi.
- •Nyeri sendi dan otot, mirip gejala flu.
- •Urin berwarna gelap seperti teh, tanda bahwa bilirubin (pigmen empedu) keluar melalui urin.
- •Tinja berwarna pucat atau keabuan, karena empedu tidak mengalir normal.
- •Kulit dan mata kuning (jaundice/ikterus), muncul dalam beberapa minggu, menandakan gangguan fungsi hati yang signifikan.
Fase Kronik (Infeksi Telah Menahun)
Baik hepatitis B kronik bisa bertahun-tahun tanpa gejala yang jelas. Inilah fase yang paling berbahaya karena kerusakan hati terus berlangsung tanpa disadari.
Berikut adalah gejala yang mungkin muncul, meski sering diabaikan:
- •Kelelahan kronis, tubuh terasa lelah terus-menerus meskipun sudah beristirahat cukup.
- •Nyeri perut kanan atas yang hilang timbul.
- •Mual ringan yang kadang-kadang muncul.
- •Nyeri sendi yang tidak jelas penyebabnya.
- •Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Gejala baru menjadi lebih nyata dan serius ketika kerusakan hati sudah berlanjut menjadi sirosis atau gagal hati, yang bisa memakan waktu 20-30 tahun sejak infeksi pertama.
Baca Juga :Herpes Simplex: Bagaimana Cara Penularannya?
Gejala Sirosis dan Gagal Hati Lanjut
Ketika hepatitis B sudah menyebabkan kerusakan hati yang parah (sirosis), gejala-gejala berikut bisa muncul:
- •Perut membuncit (asites), penumpukan cairan di rongga perut akibat tekanan tinggi dalam pembuluh darah hati.
- •Kaki dan tungkai bengkak (edema), akibat hati tidak bisa lagi memproduksi protein albumin yang cukup.
- •Kulit kuning dan mata kuning (jaundice), akibat bilirubin menumpuk.
- •Mudah memar dan perdarahan sulit berhenti, hati tidak bisa memproduksi faktor pembekuan darah dengan cukup.
- •Muntah darah atau BAB hitam (melena), tanda perdarahan dari varises esofagus, pembuluh darah yang melebar di kerongkongan akibat tekanan tinggi dari hati.
- •Kebingungan mental, disorientasi (ensefalopati hepatik), racun yang seharusnya dibuang hati menumpuk dan meracuni otak
- •Kulit gatal hebat (pruritus), akibat penumpukan garam empedu di bawah kulit
Tidak adanya gejala bukan berarti tidak ada penyakit. Hepatitis B bisa membunuh tanpa pernah menimbulkan rasa sakit yang berarti sampai kerusakannya sudah parah.
Satu-satunya cara mengetahuinya adalah dengan test. Jika Anda memiliki faktor risiko apa pun, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan!
Tags
dr. Iffah Rizqi Hasanah
"dr. Iffah adalah seorang dokter lulusan Universitas Bengkulu. Selain gemar menekuni perkembangan dunia kedokteran, dr. Iffah juga suka bereksperimen dengan resep-resep masakan sehat."

Kesehatan
Bagaimana Mengukur Berat Badan Ideal?

Kesehatan
Apa Gejala dari Radang Usus Buntu?

Kesehatan
Jangan Sepelekan, Kenali Tanda Bahaya Diare Berikut!

Kesehatan
Memahami Diabetes Tipe 1, Tipe 2 dan Gestasional

Kesehatan
Apa itu Campak dan Bagaimana Cara Penularannya

