logo

Informasi Kesehatan

Artikel

Interaktif

Alat Kesehatan Digital

Artikel
Kesehatan
Tenaga Kesehatan
Fasilitas Kesehatan
Bioteknologi
Teknologi Kesehatan
Informasi Umum
logo

Memberikan solusi dan informasi terbaik untuk merawat kesehatanmu

0881-1998-854halo@rawat.id

Jelajah Informasi Kesehatan dan Alat Cek Kesehatan Digital Mandiri

Informasi Obat

Informasi Menu Diet

Informasi RS dan Klinik

Kalkulator BMI

Pengingat Minum Obat

Personal Health Record

Rencana Diet

Jelajah Artikel Berdasarkan Kategori

Kesehatan

Teknologi

Tenaga Kesehatan

Fasilitas Kesehatan

Informasi Umum

Bioteknologi

Tautan Lainnya

Panduan Pengguna RME

Lihat Fitur RME

Registrasi RME

Uji Coba RME

Sosial Media

Instagram

Tiktok

X/Twitter

Youtube

Privacy Policy•Terms of Service•About Us•Disclaimer

© 2026, Rawat ID. All rights reserved.

  1. Beranda
  2. >Artikel
  3. >Kesehatan
  4. >ISPA: Gejala dan Cara Penularan
Kesehatan21 Juni 2026

ISPA: Gejala dan Cara Penularan

ISPA: Gejala dan Cara Penularan

ISPA adalah singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut, sekelompok penyakit infeksi yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung, tenggorokan, kotak suara, trakea atau batang tenggorokan, bronkus, hingga paru-paru, dan berlangsung dalam jangka waktu kurang dari 14 hari.

Infeksi ini disebut akun karena sifatnya yang tiba-tiba dan berlangsung singkat, berbeda dengan infeksi kronis seperti TBC yang berlangsung berbulan-bulan.

ISPA sendiri sebenarnya mencakup spektrum penyakit yang sangat luas, mulai dari flu biasa yang ringan dan sembuh sendiri, hingga pneumonia berat yang bisa mengancam jiwa.

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Atas

Infeksi jenis ini menyerang saluran pernapasan bagian atas, dari hidung hingga laring atau kotak suara, contohnya:

  • •
    Selesma, infeksi virus yang paling sering terjadi pada manusia.
  • •
    Faringitis, radang tenggorokan.
  • •
    Tonsilitis, radang amandel.
  • •
    Sinusitis Akut, radang rongga sinus di sekitar hidung.
  • •
    Laringitis, radang laring atau kotak suara yang menyebabkan suara menjadi serak.
  • •
    Otitis Media Akut, radang telinga tengah, sering menyertai ISPA pada anak.

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Bawah

Infeksi jenis ini menyerang saluran pernapasan bagian bawah, dari trakea hingga paru-paru, contohnya:

  • •
    Bronkitis akut, radang bronkus, ditandai batuk berdahak yang berlangsung lebih dari 5 hari.
  • •
    Bronkiolitis, radang bronkiolus, paling sering pada bayi di bawah 2 tahun.
  • •
    Pneumonia, radang jaringan paru-paru, bentuk ISPA yang paling berbahaya.

Tanda dan Gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut

Gejala ISPA bervariasi tergantung pada lokasi infeksi, penyebabnya karena virus atau bakteri, dan kondisi daya tahan tubuh penderita. Berikut adalah tanda-tanda dan gejalanya berdasarkan jenis ISPA yang diderita.

Gejala Umum Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Atas

Baca Juga :Mengenal Batu Ginjal dan Penyebabnya?

  • •
    Hidung tersumbat atau ingusan, cairan hidung awalnya jernih bisa berubah menjadi kuning atau hijau seiring perjalanan penyakit.
  • •
    Bersin-bersin, respons tubuh untuk mengeluarkan kuman dari saluran napas atas.
  • •
    Rasa nyeri tenggorokan, berupa rasa gatal, perih, atau sakit saat menelan.
  • •
    Batuk ringan, biasanya kering di awal, bisa berdahak kemudian.
  • •
    Munculnya demam ringan dengan suhu 37,5–38,5°C, umumnya terjadi pada anak-anak.
  • •
    Sakit kepala dan badan menjadi pegal, terutama pada kasus flu atau influenza.
  • •
    Suara menjadi serak jika infeksi mencapai laring atau kotak suara.

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Bawah

Gejala-gejala berikut menandakan ISPA bawah yang lebih serius dan memerlukan perhatian medis:

  • •
    Batuk lebih berat dan berkepanjangan, bisa berdahak atau kering, berlangsung lebih dari 5-7 hari.
  • •
    Muncul sesak napas seperti merasa sulit bernapas atau napas terasa berat.
  • •
    Napas menjadi cepat. Pada anak, frekuensi napas normal bervariasi per usia; napas cepat adalah tanda bahaya penting.
  • •
    Adanya rarikan dinding dada. Dinding dada teasa tertarik ke dalam saat bernapas, ini adalah tanda bahaya pada anak.
  • •
    Demam tinggi dengan suhu di atas 39°C yang tidak turun dengan obat penurun panas.
  • •
    Munculnya nyeri dada terutama saat bernapas dalam atau batuk, bisa menandakan pneumonia atau pleuritis.
  • •
    Dahak berdarah
  • •
    Sianosis, yaitu bibir atau ujung jari kebiruan.

Bagaimana ISPA Menular dari Orang ke Orang

ISPA sangat mudah menular, dengan mengetahui cara penularannya adalah kunci untuk mencegah penyebaran di keluarga dan komunitas. ISPA paling mudah menular pada 1-3 hari pertama ketika penderita merasakan gejala.

Namun ISPA sering kali sudah menular sebelum gejala muncul pada tubuh penderita. Artinya, seseorang yang tampak sehat pun bisa menularkan ISPA tanpa disadari. Ini yang membuat ISPA begitu sulit dibendung penularannya.

Berikut adalah beberapa cara ISPA menular dari satu orang ke orang lain:

ISPA Menular dari Droplet atau Tetesan Pernapasan

Saat penderita ISPA berbicara, batuk atau bersin, mereka melepaskan ribuan tetesan kecil berisi virus atau bakteri ke udara. Tetesan ini jatuh dalam jarak sekitar 1-2 meter dan bisa terhirup oleh orang lain atau mendarat di permukaan yang kemudian disentuh oleh orang lain.

ISPA Menular lewat Airborne atau Udara (Tidak Semua, Tapi untuk Patogen Tertentu)

Beberapa patogen dapat melayang di udara dalam bentuk aerosol atau tetesan sangat kecil dengan ukuran <5 mikron selama beberapa jam. Tetesan yang melayang di udara ini bisa dihirup masuk ke tubuh orang lain sehingga menjadi tertular.

Baca Juga :Bagaimana Mencegah Kanker Payudara

Namun penularan lewat airborne ini terjadi lebih jauh dan lebih lama dari penularan droplet biasa.

ISPA Menular lewat Kontak (Baik Langsung dan Tidak Langsung)

Virus dari penderita ISPA dapat bertahan di tangan, gagang pintu, mainan, meja, dan benda-benda lain selama beberapa jam hingga beberapa hari. Orang yang menyentuh permukaan terkontaminasi virus lalu menyentuh hidung, mulut, atau matanya membuat virus ISPA masuk ke tubuh mereka.

Kapan ISPA Menjadi Gawat Darurat?

Segera cari pertolongan medis darurat atau ke IGD jika kamu mengalami sesak napas parah, bibir atau kuku membiru, penurunan kesadaran, tidak bisa minum atau makan sama sekali, demam sangat tinggi >40°C, atau merasakan nyeri dada yang berat.

Untuk bayi dengan usia <3 bulan, demam apapun harus segera dievaluasi dokter.

Tags

Bagikan artikel

whatsapptwitterfacebooklinkedininstagram

Artikel terpopuler

Ini Tanda-Tanda Kamu Mengalami Gangguan Kecemasan!

Kesehatan

Ini Tanda-Tanda Kamu Mengalami Gangguan Kecemasan!...

Ini Tanda-Tanda Kamu Mengalami Gangguan Kecemasan!

Apa itu Cacar Ular dan Bagaimana Gejalanya?

Kesehatan

Apa itu Cacar Ular dan Bagaimana Gejalanya?...

Apa itu Cacar Ular dan Bagaimana Gejalanya?

Kenali Hepatitis A : Penyebab, Tanda-Tanda dan Gejala

Kesehatan

Kenali Hepatitis A : Penyebab, Tanda-Tanda dan...

Kenali Hepatitis A : Penyebab, Tanda-Tanda dan Gejala

Herpes Simplex: Bagaimana Cara Penularannya?

Kesehatan

Herpes Simplex: Bagaimana Cara Penularannya?...

Herpes Simplex: Bagaimana Cara Penularannya?

CN
Penulis

dr. Iffah Rizqi Hasanah

"dr. Iffah adalah seorang dokter lulusan Universitas Bengkulu. Selain gemar menekuni perkembangan dunia kedokteran, dr. Iffah juga suka bereksperimen dengan resep-resep masakan sehat."

Artikel terkait
Tanda dan Gejala Kamu Memiliki Batu Ginjal

Kesehatan

Tanda dan Gejala Kamu Memiliki Batu Ginjal

Bagaimana Mencegah Kanker Payudara

Kesehatan

Bagaimana Mencegah Kanker Payudara

Mengenal Infeksi Saluran Kemih dan Penyebabnya

Kesehatan

Mengenal Infeksi Saluran Kemih dan Penyebabnya

Jenis-Jenis Batu Ginjal dan Penyebabnya

Kesehatan

Jenis-Jenis Batu Ginjal dan Penyebabnya

Bagaimana Metode Penyembuhan Ambeien?

Kesehatan

Bagaimana Metode Penyembuhan Ambeien?

Tanda-Tanda dan Gejala Flu Burung

Kesehatan

Tanda-Tanda dan Gejala Flu Burung