logo

Informasi Kesehatan

Artikel

Interaktif

Alat Kesehatan Digital

Artikel
Kesehatan
Tenaga Kesehatan
Fasilitas Kesehatan
Bioteknologi
Teknologi Kesehatan
Informasi Umum
logo

Memberikan solusi dan informasi terbaik untuk merawat kesehatanmu

0881-1998-854halo@rawat.id

Jelajah Informasi Kesehatan dan Alat Cek Kesehatan Digital Mandiri

Informasi Obat

Informasi Menu Diet

Informasi RS dan Klinik

Kalkulator BMI

Pengingat Minum Obat

Personal Health Record

Rencana Diet

Jelajah Artikel Berdasarkan Kategori

Kesehatan

Teknologi

Tenaga Kesehatan

Fasilitas Kesehatan

Informasi Umum

Bioteknologi

Tautan Lainnya

Panduan Pengguna RME

Lihat Fitur RME

Registrasi RME

Uji Coba RME

Sosial Media

Instagram

Tiktok

X/Twitter

Youtube

Privacy Policy•Terms of Service•About Us•Disclaimer

© 2026, Rawat ID. All rights reserved.

  1. Beranda
  2. >Artikel
  3. >Kesehatan
  4. >Waspada DBD, Lakukan Pencegahan dengan Cara Berikut!
Kesehatan04 Mei 2026

Waspada DBD, Lakukan Pencegahan dengan Cara Berikut!

Waspada DBD, Lakukan Pencegahan dengan Cara Berikut!

Demam Berdarah Dengue (DBD) atau dalam istilah medis disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue.

Virus ini ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus yang terinfeksi. Penyakit ini tidak menular langsung dari satu manusia ke manusia lain, hanya bisa ditularkan melalui nyamuk perantara.

DBD termasuk dalam kelompok penyakit tropis yang paling cepat menyebar di dunia. Menurut WHO, diperkirakan 390 juta infeksi dengue terjadi setiap tahun, dengan sekitar 96 juta yang menunjukkan gejala klinis.

Indonesia sendiri adalah salah satu negara endemis dengue terbesar di dunia, hampir seluruh wilayah Indonesia berisiko DBD, dan wabah besar DBD kerap terjadi setiap tahunnya.

Virus dengue memiliki 4 serotipe (tipe) yang berbeda, yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3 dan DENV-4. Inilah yang membuat DBD bisa diderita lebih dari satu kali seumur hidup.

Jika seseorang pernah terinfeksi serotipe 1, tubuhnya memang akan kebal terhadap serotipe 1 seumur hidup, namun tetap rentan terhadap serotipe 2, 3, dan 4.

Bahkan, infeksi kedua dengan serotipe yang berbeda justru lebih berisiko menyebabkan DBD yang parah.

Bagaimana Penularan Demam Berdarah Bisa Terjadi?

Nyamuk aedes aegypti adalah vektor utama penularan DBD. Nyamuk betina yang menggigit penderita DBD akan menghisap virus bersama darahnya.

Selama 8–12 hari (masa inkubasi ekstrinsik), virus berkembang biak di dalam tubuh nyamuk. Setelah itu, nyamuk tersebut menjadi infektif dan bisa menularkan virus ke manusia lain melalui gigitannya.

Berikut adalah ciri khas nyamuk aedes aegypti yang perlu diketahui:

  • •
    Warna tubuh hitam dengan bintik-bintik putih khas di seluruh tubuh.
  • •
    Biasanya aktif pada pagi hari (pukul 08.00-10.00) dan sore hari (16.00-18.00), bukan malam hari.
  • •
    Berkembang biak pada air bersih yang tergenang dan tidak mengalir, seperti bak mandi, vas bunga, ban bekas, talang atap atau tempat penampungan air.
  • •
    Jarak terbang relatif pendek, biasanya dalam radius 100-200 meter dari tempat berkembang biaknya.

Baca Juga :Mengenal Batu Ginjal dan Penyebabnya?

Faktor Lingkungan yang Meningkatkan Kasus DBD

Berikut adalah beberapa faktor lingkungan yang meningkatkan kemungkinan tertular DBD:

  • •
    Musim hujan, menyebabkan genangan air meningkat drastis, menyediakan tempat berkembang biak nyamuk dalam jumlah besar.
  • •
    Lingkungan padat penduduk, semakin padat area pemukiman, semakin mudah nyamuk berpindah dari satu rumah ke rumah lain.
  • •
    Sanitasi buruk, tumpukan barang bekas, sampah dan kurangnya penutup pada tempat penampungan air.
  • •
    Daerah tropis, iklim panas dan lembab mendukung perkembangbiakan nyamuk sepanjang tahun.

Faktor Individu yang Meningkatkan Kemungkinan Tertular DBD

Berikut adalah beberapa faktor individu yang membuat seseorang lebih rentan terkena DBD:

  • •
    Anak-anak usia 5–15 tahun, kelompok yang paling sering terkena DBD parah di daerah endemis.
  • •
    Infeksi dengue sebelumnya, orang yang pernah kena DBD justru lebih berisiko mengalami DBD parah pada infeksi kedua dengan serotipe berbeda.
  • •
    Orang dengan sistem imun lemah, penderita penyakit kronis atau gangguan imun lebih rentan terkena DBD.
  • •
    Tidak ada imunitas, orang yang baru pindah ke daerah endemis dengue tanpa riwayat infeksi sebelumnya juga lebih rentan untuk terkena DBD.

Bagaimana Melakukan Pencegahan Terhadap Kemungkinan Infeksi DBD

Kabar baiknya DBD adalah penyakit yang sangat bisa dicegah. Pencegahan berfokus pada dua hal utama, yaitu mengendalikan nyamuk aedes aegypti dan melindungi diri dari gigitan nyamuk.

"Program 3M Plus" adalah strategi utama pencegahan DBD yang direkomendasikan Kemenkes RI, yaitu:

  • •
    Menguras dan sikat bak mandi, bak penampungan air dan tempat-tempat yang menampung air minimal 1 kali seminggu
  • •
    Menutup rapat semua tempat penampungan air agar nyamuk tidak bisa bertelur di sana
  • •
    Mendaur ulang, buang atau kubur barang-barang bekas yang bisa menampung air hujan (ban bekas, kaleng, botol plastik)
  • •
    Plus tambahkan ikan pemakan jentik, bubuk abate/temephos pada penampungan air yang sulit dikuras, pasang kasa di jendela dan ventilasi dan gunakan kelambu saat tidur

Perlindungan Diri dari Gigitan Nyamuk

  • •
    Gunakan losion anti-nyamuk (repelen), pilih yang mengandung deet, Picaridin, atau IR3535, terutama saat pagi dan sore hari.
  • •
    Kenakan pakaian yang menutupi kulit, lengan panjang dan celana panjang saat beraktivitas di luar rumah.
  • •
    Pasang kawat kasa di jendela dan pintu, mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah.
  • •
    Hindari tidur tanpa kelambu, terutama untuk bayi dan anak kecil.

Baca Juga :Tanda dan Gejala Infeksi Saluran Kemih

Lakukan Vaksinasi Dengue

Saat ini tersedia vaksin dengue (Dengvaxia/CYD-TDV) di Indonesia. Namun vaksin ini memiliki ketentuan penting, yaitu hanya direkomendasikan untuk orang yang sudah pernah terinfeksi dengue sebelumnya (seropositif), berusia 9–45 tahun dan tinggal di daerah endemis.

Pemberian pada orang yang belum pernah terinfeksi justru meningkatkan risiko DBD parah saat infeksi pertama kali terjadi. Konsultasikan dengan dokter sebelum vaksinasi.

Tags

Bagikan artikel

whatsapptwitterfacebooklinkedininstagram

Artikel terpopuler

Ini Tanda-Tanda Kamu Mengalami Gangguan Kecemasan!

Kesehatan

Ini Tanda-Tanda Kamu Mengalami Gangguan Kecemasan!...

Ini Tanda-Tanda Kamu Mengalami Gangguan Kecemasan!

Apa itu Cacar Ular dan Bagaimana Gejalanya?

Kesehatan

Apa itu Cacar Ular dan Bagaimana Gejalanya?...

Apa itu Cacar Ular dan Bagaimana Gejalanya?

Kenali Hepatitis A : Penyebab, Tanda-Tanda dan Gejala

Kesehatan

Kenali Hepatitis A : Penyebab, Tanda-Tanda dan...

Kenali Hepatitis A : Penyebab, Tanda-Tanda dan Gejala

Herpes Simplex: Bagaimana Cara Penularannya?

Kesehatan

Herpes Simplex: Bagaimana Cara Penularannya?...

Herpes Simplex: Bagaimana Cara Penularannya?

CN
Penulis

dr. Iffah Rizqi Hasanah

"dr. Iffah adalah seorang dokter lulusan Universitas Bengkulu. Selain gemar menekuni perkembangan dunia kedokteran, dr. Iffah juga suka bereksperimen dengan resep-resep masakan sehat."

Artikel terkait
Tanda dan Gejala Kamu Memiliki Batu Ginjal

Kesehatan

Tanda dan Gejala Kamu Memiliki Batu Ginjal

Bagaimana Mencegah Kanker Payudara

Kesehatan

Bagaimana Mencegah Kanker Payudara

Mengenal Infeksi Saluran Kemih dan Penyebabnya

Kesehatan

Mengenal Infeksi Saluran Kemih dan Penyebabnya

Jenis-Jenis Batu Ginjal dan Penyebabnya

Kesehatan

Jenis-Jenis Batu Ginjal dan Penyebabnya

Bagaimana Metode Penyembuhan Ambeien?

Kesehatan

Bagaimana Metode Penyembuhan Ambeien?

Tanda-Tanda dan Gejala Flu Burung

Kesehatan

Tanda-Tanda dan Gejala Flu Burung