logo

Informasi Kesehatan

Artikel

Interaktif

Alat Kesehatan Digital

Artikel
Kesehatan
Tenaga Kesehatan
Fasilitas Kesehatan
Bioteknologi
Teknologi Kesehatan
Informasi Umum
logo

Memberikan solusi dan informasi terbaik untuk merawat kesehatanmu

0881-1998-854halo@rawat.id

Jelajah Informasi Kesehatan dan Alat Cek Kesehatan Digital Mandiri

Informasi Obat

Informasi Menu Diet

Informasi RS dan Klinik

Kalkulator BMI

Pengingat Minum Obat

Personal Health Record

Rencana Diet

Jelajah Artikel Berdasarkan Kategori

Kesehatan

Teknologi

Tenaga Kesehatan

Fasilitas Kesehatan

Informasi Umum

Bioteknologi

Tautan Lainnya

Panduan Pengguna RME

Lihat Fitur RME

Registrasi RME

Uji Coba RME

Sosial Media

Instagram

Tiktok

X/Twitter

Youtube

Privacy Policy•Terms of Service•About Us•Disclaimer

© 2026, Rawat ID. All rights reserved.

  1. Beranda
  2. >Artikel
  3. >Kesehatan
  4. >Mengenal Flu Burung dan Cara Penularannya
Kesehatan25 Mei 2026

Mengenal Flu Burung dan Cara Penularannya

Mengenal Flu Burung dan Cara Penularannya

Flu Burung atau dalam istilah medis disebut Avian Influenza adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus influenza tipe A yang secara alami menginfeksi burung dan unggas.

Virus ini tergolong dalam family Orthomyxoviridae dan memiliki kemampuan menginfeksi berbagai spesies hewan, termasuk, dalam kondisi tertentu, manusia dan mamalia lain.

Nama Flu Burung merujuk pada fakta bahwa reservoir utama atau inang alami dari virus ini adalah burung liar, terutama unggas air migrasi seperti bebek dan angsa liar, yang umumnya membawa virus tanpa menunjukkan gejala sakit.

Dari burung liar, virus dapat berpindah ke unggas peliharaan seperti ayam, itik, kalkun dan lainnya, serta dalam kasus tertentu bisa berpindah ke manusia.

Apa Arti H dan N di dalam H5N1 Virus Flu Burung?

Virus influenza A diklasifikasikan berdasarkan dua protein di permukaannya: Hemagglutinin (H) dan Neuraminidase (N). Kombinasi angka setelah H dan N menentukan subtipe virus.

Terdapat 18 jenis H (H1–H18) dan 11 jenis N (N1–N11), sehingga secara teoritis ada ratusan kombinasi subtipe yang mungkin.

  • •
    H5N1, subtipe paling dikenal dan paling mematikan bagi manusia. Pertama kali terdeteksi pada manusia di Hong Kong 1997. Terus berevolusi dan masih bersirkulasi di banyak negara, termasuk Indonesia.
  • •
    H5N6, subtipe yang semakin sering dilaporkan menginfeksi manusia di China, dengan angka kematian yang juga tinggi.
  • •
    H7N9, muncul di China pada 2013 dan menyebabkan ratusan kematian pada manusia. Memiliki potensi pandemi yang juga tinggi.
  • •
    H9N2, lebih sering menyebabkan penyakit ringan pada manusia, namun penting karena dapat bertukar gen dengan subtipe ganas lainnya.
  • •
    H5N8 dan H5N2, subtipe yang terutama mengancam unggas, dengan laporan infeksi manusia yang sangat jarang.
  • •
    H10N3, H10N1, H3N8, subtipe yang lebih baru dengan laporan infeksi sporadis pada manusia.

Apa Penyebab Flu Burung?

Flu Burung disebabkan oleh virus influenza tipe A. Berbeda dengan influenza tipe B dan C yang hampir eksklusif menginfeksi manusia, influenza tipe A memiliki spektrum inang yang sangat luas, mencakup berbagai spesies burung, babi, kuda, anjing laut, paus, dan manusia.

Karakteristik Virus Influenza A yang Membuatnya Berbahaya

  • •
    Mutasi cepat (antigenic drift), virus influenza A bermutasi sangat cepat melalui perubahan bertahap pada protein H dan N-nya. Ini menyebabkan imunitas yang diperoleh dari paparan sebelumnya bisa menjadi tidak efektif terhadap varian baru.

Baca Juga :Mengenal Batu Ginjal dan Penyebabnya?

  • •
    Pergeseran antigenik (antigenic shift), ini mekanisme yang paling berbahaya. Ketika dua virus influenza A berbeda menginfeksi sel yang sama secara bersamaan, misalnya pada babi atau manusia, gen-gen mereka bisa tercampur atau reassortment menghasilkan virus baru yang sama sekali berbeda.
  • •
    Kemampuan menyeberangi spesies (zoonosis), dalam kondisi tertentu, virus flu burung dapat menginfeksi manusia secara langsung, terutama ketika manusia terpapar dalam jumlah besar atau berkepanjangan dengan unggas yang terinfeksi.
  • •
    Tidak ada kekebalan alami di populasi manusia, karena sebagian besar manusia belum pernah terpapar virus flu burung, tidak ada kekebalan herd immunity yang melindungi. Inilah yang membuat flu burung berpotensi menjadi pandemi dahsyat jika virus ini memperoleh kemampuan penularan efisien antar manusia.

Bagaimana Cara Penularan Flu Burung

Memahami cara penularan Flu Burung sangat penting, baik untuk melindungi diri maupun untuk menghindari kepanikan yang tidak perlu. Penularan Flu Burung berbeda secara fundamental dari flu biasa.

Penularan Flu Burung dari Unggas ke Manusia

Ini adalah jalur penularan yang paling umum dan terdokumentasi dengan baik. Manusia umumnya terinfeksi melalui:

  • •
    Kontak langsung dengan unggas terinfeksi, dengan menyentuh, memegang, menyembelih, atau mencabut bulu unggas yang sakit atau mati akibat Flu Burung tanpa perlindungan tangan.
  • •
    Menghirup droplet atau aerosol, percikan lendir, air liur, atau partikel feses unggas yang terinfeksi yang melayang di udara, terutama di kandang yang berventilasi buruk.
  • •
    Kontak dengan feses, cairan tubuh, atau sekresi unggas. Virus ditemukan dalam konsentrasi tinggi di feses dan sekresi pernapasan unggas yang terinfeksi. Tangan yang terkontaminasi lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut dapat memindahkan virus.
  • •
    Lingkungan yang terkontaminasi. Air, tanah, kandang, peralatan atau permukaan yang terkontaminasi feses unggas dan kemudian disentuh manusia.
  • •
    Konsumsi unggas, produk unggas mentah atau setengah matang. Meskipun virus mati dengan pemanasan yang cukup, mengonsumsi daging, darah, atau telur unggas mentah atau setengah matang dari unggas terinfeksi berpotensi menularkan virus.

Baca Juga :Bagaimana Mendeteksi Kanker Payudara?

Penularan Flu Burung dari Manusia ke Manusia

Saat ini, penularan Flu Burung dari manusia ke manusia sangat jarang dan tidak efisien. Berbeda dengan flu biasa yang sangat mudah menular antar manusia, virus flu burung H5N1 dan subtipe lainnya belum memiliki kemampuan untuk menyebar secara efisien dari satu manusia ke manusia lain.

Dalam catatan epidemiologi dunia, hanya terdapat beberapa klaster penularan antarmanuia yang terdokumentasi, hampir semua melibatkan kontak erat dan berkepanjangan dengan penderita, misalnya anggota keluarga yang merawat penderita tanpa APD. T

idak ada bukti penularan antarmanuia yang berkelanjutan dan efisien hingga saat ini.

Penularan Flu Burung Melalui Unggas Migrasi dan Perdagangan

  • •
    Burung liar migrasi. Berperan sebagai pembawa virus jarak jauh. Rute migrasi yang melintasi Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika menjadi jalur penyebaran geografis virus Flu Burung secara global.
  • •
    Perdagangan unggas hidup ilegal. Transportasi unggas yang terinfeksi tanpa pemeriksaan kesehatan memindahkan virus ke wilayah baru.
  • •
    Produk unggas ilegal. Daging, telur, atau bulu unggas dari daerah endemis yang diselundupkan dapat membawa virus ke negara bebas wabah.

Segera ke IGD atau cari pertolongan medis darurat jika dalam 10 hari terakhir pernah kontak dengan unggas sakit atau mati mendadak, dan mengalami demam tinggi (>38°C) disertai gejala pernapasan seperti batuk dan sesak napas. Jangan tunda. Informasikan riwayat kontak dengan unggas kepada petugas medis, ini informasi krusial untuk diagnosis yang tepat dan cepat.

Tags

Bagikan artikel

whatsapptwitterfacebooklinkedininstagram

Artikel terpopuler

Ini Tanda-Tanda Kamu Mengalami Gangguan Kecemasan!

Kesehatan

Ini Tanda-Tanda Kamu Mengalami Gangguan Kecemasan!...

Ini Tanda-Tanda Kamu Mengalami Gangguan Kecemasan!

Apa itu Cacar Ular dan Bagaimana Gejalanya?

Kesehatan

Apa itu Cacar Ular dan Bagaimana Gejalanya?...

Apa itu Cacar Ular dan Bagaimana Gejalanya?

Kenali Hepatitis A : Penyebab, Tanda-Tanda dan Gejala

Kesehatan

Kenali Hepatitis A : Penyebab, Tanda-Tanda dan...

Kenali Hepatitis A : Penyebab, Tanda-Tanda dan Gejala

Herpes Simplex: Bagaimana Cara Penularannya?

Kesehatan

Herpes Simplex: Bagaimana Cara Penularannya?...

Herpes Simplex: Bagaimana Cara Penularannya?

CN
Penulis

dr. Iffah Rizqi Hasanah

"dr. Iffah adalah seorang dokter lulusan Universitas Bengkulu. Selain gemar menekuni perkembangan dunia kedokteran, dr. Iffah juga suka bereksperimen dengan resep-resep masakan sehat."

Artikel terkait
Tanda dan Gejala Kamu Memiliki Batu Ginjal

Kesehatan

Tanda dan Gejala Kamu Memiliki Batu Ginjal

Bagaimana Mencegah Kanker Payudara

Kesehatan

Bagaimana Mencegah Kanker Payudara

Mengenal Infeksi Saluran Kemih dan Penyebabnya

Kesehatan

Mengenal Infeksi Saluran Kemih dan Penyebabnya

Jenis-Jenis Batu Ginjal dan Penyebabnya

Kesehatan

Jenis-Jenis Batu Ginjal dan Penyebabnya

Bagaimana Metode Penyembuhan Ambeien?

Kesehatan

Bagaimana Metode Penyembuhan Ambeien?

Tanda-Tanda dan Gejala Flu Burung

Kesehatan

Tanda-Tanda dan Gejala Flu Burung