Mengenal Wasir dan Penyebabnya

Wasir adalah pembesaran dan pembengkakan pembuluh darah atau vena di dalam dan di sekitar rektum bagian bawah serta anus. Pembuluh darah ini sebenarnya adalah struktur normal yang ada pada setiap manusia sejak lahir dan berperan dalam membantu kontrol buang air besar.
Ini menjadi masalah medis ketika pembuluh darah ini mengalami distensi atau pelebaran berlebihan, meradang, atau menonjol keluar dari posisi normalnya.
Secara medis Wasir disebut juga sebagai Hemoroid, masyarakat Indonesia juga sering menggunakan Ambeien untuk merujuk pada kondisi yang sama.
Mengapa Wasir Bisa Terjadi?
Untuk memahami Wasir, perlu dipahami anatomi dasar anorektal. Rektum adalah bagian akhir usus besar yang menuju ke anus. Di dalam anorektal terdapat dua jaringan pembuluh darah, yaitu:
- •Pleksus Hemoroidalis Interna (bagian dalam), terletak di atas garis dentata, batas antara lapisan mukosa rektum dan kulit anus. Pembuluh darah di sini tidak memiliki ujung saraf nyeri, sehingga Wasir atau Hemoroid Interna umumnya tidak terasa nyeri.
- •Pleksus Hemoroidalis Eksterna (bagian luar), terletak di bawah garis dentata, di bawah kulit sekitar anus. Daerah ini sangat kaya ujung saraf nyeri, sehingga Wasir atau Hemoroid Eksterna dapat menyebabkan nyeri yang sangat hebat, terutama jika terjadi pembekuan darah.
Pengelompokan Jenis Wasir Berdasarkan Lokasi
- •Wasir atau Hemoroid Interna, berkembang di dalam rektum, di atas garis dentata. Biasanya tidak terasa sakit namun dapat menyebabkan perdarahan. Diklasifikasikan dalam 4 derajat atau level berdasarkan tingkat tonjolannya atau prolaps.
- •Wasir atau Hemoroid Eksterna, berkembang di bawah kulit di sekitar anus. Dapat menyebabkan nyeri, gatal, dan pembengkakan. Jika terjadi pembekuan darah di dalamnya, bisa menimbulkan rasa nyeri bisa sangat hebat.
- •Wasir Campuran, kombinasi keduanya, sering terjadi pada kasus yang sudah berlangsung lama.
Pengelompokan Jenis Wasir Interna Berdasarkan Tingkatannya
Sistem klasifikasi ini penting karena menentukan pilihan penanganan yang tepat:
- •Derajat I, Wasir membesar di dalam rektum, tidak menonjol keluar anus. Hanya dapat dilihat dengan pemeriksaan anoskopi. Gejala utamanya adalah perdarahan saat BAB tanpa nyeri.
- •Derajat II, Wasir menonjol keluar anus saat mengejan/BAB, namun kembali masuk dengan sendirinya setelah selesai. Gejalanya adalah perdarahan, rasa tidak tuntas BAB.
- •Derajat III, Wasir menonjol keluar saat BAB dan tidak bisa kembali masuk sendiri, harus didorong masuk dengan jari. Gejalanya adalah perdarahan, prolaps, gatal, lendir.
- •Derajat IV, Wasir menonjol permanen, tidak bisa didorong masuk ke dalam. Risiko jepitan dan pendarahan tinggi. Penanganan hampir selalu memerlukan tindakan operatif.
Derajat Wasir atau Hemoroid Interna ini menentukan pilihan penanganan. Derajat I dan II umumnya dapat ditangani dengan perubahan gaya hidup dan tindakan minimal invasif di klinik tanpa operasi.
Derajat III bisa ditangani non-operatif atau operatif tergantung kondisi. Derajat IV hampir selalu memerlukan operasi. Jangan menentukan derajat sendiri, pemeriksaan dokter diperlukan untuk penilaian yang tepat.
Apa Penyebab dari Terjadinya Wasir?
Wasir terjadi ketika pembuluh darah di sekitar rektum dan anus mengalami peningkatan tekanan yang berlebihan dan berkepanjangan. Tekanan inilah yang menyebabkan pembuluh darah melebar, melemah, dan akhirnya membentuk benjolan Wasir.
Ada beberapa mekanisme utama yang mendasarinya. Wasir dipercaya terjadi akibat:
- •Peningkatan tekanan hidrostatik pembuluh darah anorektal, akibat mengejan berlebihan, sembelit kronis, atau peningkatan tekanan lainnya pada rongga perut.
- •Kelemahan jaringan penyangga, jaringan ikat dan otot yang menahan pleksus pembuluh darah di tempatnya melemah seiring usia atau akibat tekanan berulang, menyebabkan pembuluh darah turun dari posisi normalnya.
- •Gangguan atau hambatan aliran balik darah vena dari pleksus hemoroidalis ke sirkulasi sistemik, menyebabkan penumpukan darah dan pelebaran pembuluh.
Faktor-Faktor Pemicu Terjadinya Wasir
- •Mengenjan terlalu keras dan terlalu lama saat BAB, ini adalah pemicu paling langsung dan paling umum. Setiap kali mengejan keras, tekanan di dalam pembuluh darah anorektal melonjak drastis. Kebiasaan ini secara bertahap merusak jaringan penyangga pembuluh darah.
- •Sembelit kronis, tinja yang keras memaksa mengejan lebih keras dan lebih lama. Konstipasi adalah faktor risiko yang paling konsisten terbukti dalam penelitian.
- •Diare kronis, kontraksi usus yang sering dan berulang, serta iritasi berulang pada jaringan anorektal, juga dapat memicu Wasir.
- •Ada peningkatan tekanan di dalam rongga perut secara kronik, termasuk kehamilan, obesitas, dan mengangkat benda berat berulang, meningkatkan tekanan pada pleksus hemoroidalis.
- •Pola makan rendah serat, asupan serat yang tidak mencukupi menghasilkan tinja yang kecil, keras, dan sulit dikeluarkan, yang secara langsung mendorong kebiasaan mengejan berlebihan.
- •Kurang minum cairan, dehidrasi membuat tinja semakin keras dan kering.
- •Duduk atau berdiri terlalu lama, posisi ini meningkatkan tekanan statis pada pembuluh darah anorektal secara berkepanjangan.
Segera ke dokter atau cari pertolongan medis darurat jika kamu mengalami perdarahan anus yang tidak berhenti, tonjolan Wasir yang tidak bisa didorong masuk, nyeri anus yang sangat hebat dengan benjolan biru-ungu yang tegang, demam disertai nyeri anus atau perubahan pola BAB yang menyertai perdarahan.
Tags
dr. Iffah Rizqi Hasanah
"dr. Iffah adalah seorang dokter lulusan Universitas Bengkulu. Selain gemar menekuni perkembangan dunia kedokteran, dr. Iffah juga suka bereksperimen dengan resep-resep masakan sehat."

Kesehatan
Bagaimana Mengukur Berat Badan Ideal?

Kesehatan
Apa Gejala dari Radang Usus Buntu?

Kesehatan
Jangan Sepelekan, Kenali Tanda Bahaya Diare Berikut!

Kesehatan
Memahami Diabetes Tipe 1, Tipe 2 dan Gestasional

Kesehatan
Apa itu Campak dan Bagaimana Cara Penularannya

