Jenis-Jenis Batu Ginjal dan Penyebabnya

Batu Ginjal adalah massa padat seperti batu yang terbentuk di dalam ginjal akibat pengendapan atau kristalisasi mineral, garam, dan zat-zat lain yang terkandung dalam urin.
Ketika konsentrasi zat-zat ini melebihi kemampuan urin untuk melarutkannya, ditambah kurangnya zat penghambat pembentukan kristal, zat tersebut mengendap dan menumpuk membentuk kristal, lalu menjadi batu.
Batu Ginjal adalah kondisi yang sangat umum, namun dapat dicegah dengan minum air yang cukup setiap hari, kendalikan pola makan, dan jaga berat badan ideal. Perubahan gaya hidup jangka panjang adalah investasi terpenting untuk mencegah Batu Ginjal.
Jenis Batu Ginjal dan Penyebabnya
Ada beberapa jenis Batu Ginjal dan masing-masing memiliki penyebab berbeda. Secara medis, analisis komposisi batu ini akan dilakukan di laboratorium pada batu yang berhasil ditangkap saat keluar untuk menemukan jenis Batu Ginjal yang diderita.
Dengan begitu, dokter bisa melakukan diagnosis dengan lebih tepat serta mengetahui penyebabnya dengan lebih baik, sehingga bisa memberikan penanganan yang tepat, serta langkah-langkah untuk pencegahan kekambuhan kedepannya.
Berikut kami rangkum jenis-jenis Batu Ginjal dan penyebab masing-masing Batu Ginjal tersebut muncul.
Batu Kalsium Oksalat dan Kalsium Fosfat
Batu Kalsium Oksalat dan Batu Kalsium Fosfat adalah jenis Batu Ginjal paling umum diderita. Batu jenis ini terbentuk ketika kadar kalsium, oksalat, atau fosfat dalam urin terlalu tinggi atau ketika urin terlalu pekat.
Batu Ginjal jenis ini terjadi disebabkan oleh hal-hal berikut:
- •Hiperkalsiuria, kondisi ketika kadar kalsium yang tinggi dalam urin. Ini menjadi penyebab utama Batu Kalsium. Bisa karena genetik, konsumsi suplemen kalsium berlebihan, atau gangguan penyerapan usus.
- •Hiperoksaluria, kondisi ketika kadar oksalat yang tinggi dalam urin. Oksalat bisa ditemukan pada makanan-makanan seperti bayam, kacang, coklat, teh, dan dihasilkan secara alami oleh hati. Gangguan usus seperti crohn atau malabsorpsi lemak dapat meningkatkan penyerapan oksalat drastis.
- •Hipositraturia, kondisi ketika kadar sitrat yang rendah dalam urin. Sitrat adalah penghambat alami pembentukan Batu Kalsium. Kekurangan kadar sitrat bisa terjadi pada kondisi asidosis, diet tinggi protein hewani dan diare kronik.
- •Hiperparatiroidisme, kondisi ketika kadar hormon paratiroid (PTH) tinggi menyebabkan hiperkalsemia dan hiperkalsiuria.
Batu Asam Urat
Batu Ginjal jenis ini terbentuk pada kondisi urin yang asam atau memiliki pH rendah dan kadar asam urat yang tinggi dalam urin.
Batu Ginjal jenis ini terjadi disebabkan oleh hal-hal berikut:
- •Hiperurikosuria, kadar asam urat tinggi dalam urin akibat diet tinggi purin seperti daging merah, jeroan, seafood, alkohol atau memiliki penyakit gout.
- •Urin yang terlalu asam atau pH <5,5. Kondisi ini menjadi penyebab pembentukan Batu Asam Urat. Sering terjadi pada penderita obesitas, diabetes tipe 2, dan sindroma metabolik.
Batu Asam Urat bersifat radiolusen, tidak tampak pada foto rontgen biasa, dan hanya terdeteksi dengan USG atau CT scan.
Batu Struvit
Batu Struvit sisebut juga sebagai Batu Infeksi atau Batu Magnesium Amonium Fosfat. Batu jenis ini terbentuk akibat infeksi saluran kemih oleh bakteri pemecah urea seperti Proteus Mirabilis, Klebsiella, dan Pseudomonas.
Bakteri menghasilkan amonia dari urea, membuat urin sangat basa, sehingga Struvit mengendap.
Berikut adalah beberapa karakter dari Batu Struvit:
- •Lebih umum pada perempuan karena Infeksi Saluran Kemih lebih sering pada perempuan.
- •Dapat tumbuh sangat cepat dan membentuk Batu Staghorn dalam hitungan minggu-bulan.
- •Perlu diberantas tuntas termasuk pengobatan infeksi bakteri penyebabnya.
Batu Sistin
Batu Ginjal jenis ini adalah yang paling jarang terjadi. Biasanya disebabkan oleh kelainan genetik berupa gangguan pada transporter asam amino di tubulus ginjal yang menyebabkan sistin (asam amino) bocor ke urin dalam jumlah besar.
Sistin sangat sulit larut dalam urin. Biasanya mulai terdeteksi sejak anak-anak atau dewasa muda dan cenderung berulang sepanjang hidup.
Ukuran dan Lokasi Batu Ginjal
Batu Ginjal dapat bervariasi sangat jauh dalam hal ukuran, mulai dari kristal mikroskopis, batu kecil seperti butiran pasir, hingga batu besar yang mengisi seluruh sistem pelviokalises ginjal atau yang disebut sebagai Batu Staghorn atau Batu Tanduk Rusa.
Lokasi batu ini berada menentukan gejala yang dirasakan, sebagai berikut:
Batu di Ginjal (Nefrolitiasis)
Batu di Ginjal (Nefrolitiasis) yang masih berada di dalam ginjal. Jika kecil dan tidak menyumbat aliran urin, bisa tidak menimbulkan gejala sama sekali . Nyeri muncul ketika batu mulai bergerak atau menyumbat aliran urin.
Batu di Ureter (Ureterolithiasis)
Batu di Ureter (Ureterolithiasis), ini adalah kondisi paling sering menyebabkan Kolik Renal, nyeri batu yang khas, hebat, dan hilang timbul.
Batu tersangkut di ureter menyumbat aliran urin dari ginjal ke kandung kemih.
Batu Tanduk Rusa (Staghorn Calculi)
Batu Tanduk Rusa (Staghorn Calculi) adalah batu berukuran sangat besar yang tumbuh mengisi pelvis renalis dari satu atau lebih kaliks ginjal, menyerupai tanduk rusa.
Hampir selalu terdiri dari jenis Batu Struvit. Dapat menyebabkan kerusakan ginjal progresif tanpa gejala yang mencolok.
Penutup
Mengetahui jenis batu ginjal ini sangat penting karena setiap jenis memiliki penyebab berbeda, dan strategi pencegahannya pun berbeda.
Batu Ginjal adalah kondisi yang kompleks dan memerlukan penanganan medis yang tepat. Segera konsultasikan ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat jika kamu memiliki gejala atau tanda-tanda memiliki Batu Ginjal.
Tags
dr. Iffah Rizqi Hasanah
"dr. Iffah adalah seorang dokter lulusan Universitas Bengkulu. Selain gemar menekuni perkembangan dunia kedokteran, dr. Iffah juga suka bereksperimen dengan resep-resep masakan sehat."

Kesehatan
Bagaimana Mengukur Berat Badan Ideal?

Kesehatan
Apa Gejala dari Radang Usus Buntu?

Kesehatan
Jangan Sepelekan, Kenali Tanda Bahaya Diare Berikut!

Kesehatan
Memahami Diabetes Tipe 1, Tipe 2 dan Gestasional

Kesehatan
Apa itu Campak dan Bagaimana Cara Penularannya

