Kenali Hepatitis A : Penyebab, Tanda-Tanda dan Gejala

Hepatitis A adalah infeksi akut pada hati yang disebabkan oleh Hepatitis A Virus (HAV). Akut artinya infeksi ini berlangsung dalam jangka waktu tertentu dan umumnya sembuh sendiri, tidak seperti hepatitis B atau C yang bisa menjadi kronis atau berlangsung lebih dari 6 bulan.
Hati adalah organ vital yang bertugas menyaring racun dari darah, memproduksi protein penting dan membantu pencernaan. Ketika virus hepatitis A menyerang dan menyebabkan peradangan, semua fungsi ini terganggu, itulah yang menyebabkan berbagai gejala yang dirasakan penderitanya.
Menurut WHO, terdapat sekitar 1,4 juta kasus Hepatitis A yang dilaporkan setiap tahunnya di seluruh dunia, meskipun jumlah sebenarnya diperkirakan jauh lebih tinggi karena banyak kasus tidak terdeteksi.
Di Indonesia, Hepatitis A masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup signifikan, terutama di daerah dengan akses sanitasi dan air bersih yang terbatas.
Penyebab Penderita Terkena Virus Hepatitis A
Hepatitis A disebabkan oleh Hepatitis A Virus (HAV), sebuah virus RNA kecil yang sangat tahan terhadap kondisi lingkungan.
HAV bisa bertahan hidup di luar tubuh manusia selama berjam-jam pada tangan, hingga berbulan-bulan di air dan tanah. Virus ini sangat stabil, bisa bertahan pada suhu beku dan hanya mati jika dipanaskan di atas 85°C selama setidaknya 1 menit atau dengan disinfektan seperti klorin.
Faktor Risiko dari Virus Hepatitis A
Siapa pun bisa terkena Hepatitis A, tetapi beberapa kondisi berikut meningkatkan risiko seseorang secara signifikan:
- •Tinggal atau bepergian ke daerah dengan sanitasi buruk dan akses air bersih yang terbatas, termasuk sebagian wilayah di Asia, Afrika, Amerika Tengah dan Selatan.
- •Mengonsumsi air dan makanan yang tidak bersih, tidak dimasak dengan benar atau makanan yang terkontaminasi air yang tercemar HAV.
- •Berkontak dekat dengan orang yang sedang terinfeksi Hepatitis A, baik dalam satu rumah maupun satu fasilitas perawatan.
- •Tinggal di pemukiman yang padat penghuni, memiliki sanitasi yang buruk dan kebiasaan cuci tangan yang tidak baik bisa membuat penyebaran virus hepatitis A menjadi lebih baik.
- •Perilaku seksual tertentu bisa menularkan virus Hepatitis A, melalui kontak oro-anal, aktivitas seksual tertentu.
- •Memiliki gangguan sistem imun, karena imun lemah mengurangi kemampuan tubuh melawan infeksi.
- •Penggunaan narkoba suntik atau narkoba jenis apapun yang melibatkan berbagi peralatan meningkatkan risiko paparan.
- •Menangani hewan primata seperti kera atau simpanse bisa membawa virus serupa, serta meningkatkan risiko seseorang terkena virus hepatitis A.
Bagaimana Cara Hepatitis A Menular ke Orang Lain
Hepatitis A menular melalui jalur fecal-oral, artinya virus yang berasal dari tinja (feses) penderita masuk ke mulut orang lain. Ini kedengarannya menjijikkan, tetapi terjadi lebih mudah dari yang kita bayangkan, terutama ketika standar kebersihan tidak dijaga dengan baik.
Berikut adalah beberapa jalur penularan virus hepatitis A yang paling sering terjadi:
- •Lewat makanan yang terkontaminasi. Ketika seseorang yang terinfeksi tidak mencuci tangan setelah ke toilet lalu menyiapkan atau menyentuh makanan, virus bisa berpindah ke makanan tersebut. Makanan yang paling sering terlibat adalah makanan mentah atau setengah matang seperti kerang, tiram, sayuran mentah, dan buah-buahan yang disiram air yang terkontaminasi.
- •Air yang terkontaminasi. Air minum yang terkontaminasi tinja penderita dapat menyebabkan wabah massal. Ini bisa terjadi jika sumber air publik tercemar atau jika air sumur berada terlalu dekat dengan septic tank.
- •Kontak dekat dengan penderita. Hidup serumah dengan penderita Hepatitis A, berbagi peralatan makan atau merawat penderita tanpa mencuci tangan yang benar meningkatkan risiko penularan.
- •Kontak seksual yang melibatkan kontak oro-anal (mulut ke area anal) dengan penderita bisa menularkan virus.
- •Lingkungan padat dengan sanitasi buruk seperti di panti asuhan, pesantren, sekolah asrama atau fasilitas penitipan anak bisa membuat satu kasus bisa dengan cepat menyebar ke banyak orang lain.
Tanda-Tanda dan Gejala Terinfeksi Virus Hepatitis A
Gejala Hepatitis A sangat bervariasi. Tidak semua orang yang terinfeksi menunjukkan gejala, misalnya pada anak-anak di bawah 6 tahun, sekitar 70% infeksi tidak menimbulkan gejala sama sekali.
Sebaliknya, orang dewasa hampir selalu mengalami gejala, dan gejalanya cenderung lebih berat. Masa inkubasi atau waktu dari paparan virus hingga gejala muncul adalah 15–50 hari, dengan rata-rata 28 hari.
Berikut adalah fase tanda-tanda dan gejala yang muncul jika seseorang terinfeksi virus hepatitis A.
Fase Awal (Minggu 1–2): Gejala Mirip Flu
Pada fase ini, banyak penderita mengira mereka hanya sakit flu biasa karena tanda-tanda dan gejala berikut:
- •Demam ringan hingga sedang (37,5–38,5°C)
- •Mual dan muntah
- •Nafsu makan menurun drastis
- •Lemas dan mudah lelah
- •Nyeri perut bagian kanan atas (di mana hati berada)
- •Diare (lebih sering pada anak-anak)
- •Nyeri sendi dan otot
Fase Ikterik (Minggu 2–4): Kulit dan Mata Menguning
Setelah beberapa hari, gejala yang lebih khas mulai muncul seperti berikut:
- •Kulit dan bagian putih mata (sklera) berubah menjadi kuning, ini disebut ikterus atau jaundice.
- •Urine (air kencing) berubah warna menjadi gelap seperti teh.
- •Feses (tinja) berubah warna menjadi pucat seperti dempul atau tanah liat.
- •Rasa gatal di seluruh tubuh.
- •Hati membesar dan terasa nyeri saat ditekan.
Perubahan warna ini terjadi karena hati yang meradang tidak bisa memproses bilirubin atau pigmen kuning hasil pemecahan sel darah merah dengan baik, sehingga bilirubin menumpuk dalam darah dan mewarnai kulit dan mata.
Kebanyakan penderita pulih sepenuhnya dalam waktu 2 bulan. Sekitar 10–15% penderita mengalami perjalanan penyakit yang lebih panjang atau berulang hingga 6 bulan, tetapi hampir semua akhirnya sembuh total. Hepatitis A tidak menjadi kronis.
Tags
dr. Iffah Rizqi Hasanah
"dr. Iffah adalah seorang dokter lulusan Universitas Bengkulu. Selain gemar menekuni perkembangan dunia kedokteran, dr. Iffah juga suka bereksperimen dengan resep-resep masakan sehat."

Kesehatan
Bagaimana Mengukur Berat Badan Ideal?

Kesehatan
Apa Gejala dari Radang Usus Buntu?

Kesehatan
Jangan Sepelekan, Kenali Tanda Bahaya Diare Berikut!

Kesehatan
Memahami Diabetes Tipe 1, Tipe 2 dan Gestasional

Kesehatan
Apa itu Campak dan Bagaimana Cara Penularannya

