Apa itu Infeksi Saluran Pernapasan Akut?

ISPA adalah singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut, sekelompok penyakit infeksi yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung, tenggorokan, kotak suara, trakea atau batang tenggorokan, bronkus, hingga paru-paru, dan berlangsung dalam jangka waktu kurang dari 14 hari.
infeksi ini disebut akut karena sifatnya yang tiba-tiba dan berlangsung singkat, berbeda dengan infeksi kronis seperti tuberkulosis (TBC) yang berlangsung berbulan-bulan. ISPA mencakup spektrum penyakit yang sangat luas, mulai dari flu biasa yang ringan dan sembuh sendiri, hingga pneumonia berat yang bisa mengancam jiwa.
Pembagian ISPA Berdasarkan Lokasi
Infeksi Saluran Pernapasan Akut Atas (Upper Respiratory Tract Infection)
Ini adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, mulai dari hidung hingga laring atau kotak suara, contohnya:
- •Selesma atau Common Cold, infeksi virus yang paling sering terjadi pada manusia.
- •Faringitis, radang tenggorokan.
- •Tonsilitis, radang amandel.
- •Sinusitis Akut, radang rongga sinus di sekitar hidung.
- •Laringitis, radang laring atau kotak suara, menyebabkan suara serak.
- •Otitis Media Akut, radang telinga tengah, sering menyertai ISPA pada anak.
Infeksi Saluran Pernapasan Akut Bawah (Lower Respiratory Tract Infection)
Infeksi yang menyerang saluran pernapasan bagian bawah, dari trakea hingga paru-paru, contohnya:
- •Bronkitis Akut, radang bronkus, ditandai batuk berdahak yang berlangsung lebih dari 5 hari.
- •Bronkiolitis, radang bronkiolus, paling sering pada bayi di bawah 2 tahun.
- •Pneumonia, radang jaringan paru-paru, bentuk ISPA yang paling berbahaya.
Pneumonia adalah salah satu jenis ISPA paling ditakuti. Karena menyebabkan kantung-kantung udara di paru-paru (alveoli) terisi cairan atau nanah, sehingga penderita kesulitan bernapas.
Pada anak kecil, bayi, dan lansia, Pneumonia bisa berkembang sangat cepat menjadi kondisi kritis. Inilah sebabnya WHO menyebut Pneumonia sebagai pembunuh diam-diam pada anak-anak.
Apa Penyebab Terjadinya ISPA?
ISPA dapat disebabkan oleh berbagai jenis mikroorganisme seperti virus, bakteri, serta jamur atau parasit dalam kasus tertentu. Penting untuk memahami perbedaannya karena penanganannya berbeda.
ISPA yang Disebabkan oleh Virus
Sekitar 80-90% ISPA atas disebabkan oleh virus. Antibiotik tidak berguna melawan virus.
- •Rhinovirus, penyebab utama selesma atau common cold. Lebih dari 100 serotipe berbeda.
- •Influenza Virus (tipe A, B, C), penyebab flu musiman dan pandemi Influenza.
- •Respiratory Syncytial Virus (RSV), penyebab utama Bronkiolitis dan Pneumonia pada bayi.
- •Coronavirus, menyebabkan Selesma ringan hingga COVID-19 berat.
- •Adenovirus, menyebabkan Faringitis, Konjungtivitis, hingga Pneumonia.
- •Parainfluenza Virus, penyebab croup atau laringotrakeobronkitis pada anak kecil.
- •Human Metapneumovirus (hMPV), penyebab penting bronkiolitis dan Pneumonia.
ISPA yang Disebabkan oleh Bakteri
Bakteri lebih sering menyebabkan ISPA bawah dan komplikasi dari infeksi virus. Berbeda dengan virus, infeksi bakteri dapat diobati dengan antibiotik yang tepat.
Beberapa ISPA yang diakibatkan oleh bakteri adalah sebagai berikut:
- •Streptococcus Pneumoniae (Pneumococcus), bakteri penyebab Pneumonia, Sinusitis, dan Otitis media paling umum.
- •Haemophilus Influenzae, penyebab penting Pneumonia dan Epiglotitis, terutama pada anak.
- •Mycoplasma Pneumoniae, menyebabkan Atypical Pneumonia atau Walking Pneumonia yang sering tidak terdiagnosis.
- •Bordetella Pertussis, penyebab batuk rejan atau yang biasa disebut sebagai Whooping Cough atau Pertusis.
- •Staphylococcus Aureus, penyebab Pneumonia Berat, terutama setelah infeksi Influenza.
- •Legionella Pneumophila, penyebab Penyakit Legionnaire, Pneumonia berat dari sistem AC/air yang terkontaminasi.
Mengetahui penyebab dari ISPA ini penting untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Sebagian besar ISPA ringan disebabkan virus dan tidak memerlukan antibiotik.
Pemberian antibiotik yang tidak perlu justru menimbulkan resistensi antibiotik. Dokter kadang tidak memberikan antibiotik untuk ISPA ringan untuk mencegah resistensi antibiotik.
Bakteri yang resisten terhadap antibiotik sulit diobati dan menjadi ancaman kesehatan yang serius.
Konsultasikan ke dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan dan antibiotik, serta untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Baca Juga :Kanker Payudara: Tanda-Tanda dan Gejalanya
Tags
dr. Iffah Rizqi Hasanah
"dr. Iffah adalah seorang dokter lulusan Universitas Bengkulu. Selain gemar menekuni perkembangan dunia kedokteran, dr. Iffah juga suka bereksperimen dengan resep-resep masakan sehat."

Kesehatan
Bagaimana Mengukur Berat Badan Ideal?

Kesehatan
Apa Gejala dari Radang Usus Buntu?

Kesehatan
Jangan Sepelekan, Kenali Tanda Bahaya Diare Berikut!

Kesehatan
Memahami Diabetes Tipe 1, Tipe 2 dan Gestasional

Kesehatan
Apa itu Campak dan Bagaimana Cara Penularannya

