logo

Beranda

Informasi Kesehatan

Artikel

Interaktif

Alat Kesehatan Digital

Sistem Digital Faskes

Interaktif
Cacar Air vs Cacar Ular
Demam Berdarah Dengue (DBD)
Herpes Simplex
Hepatitis A
Poliomielitis
Tipes (Demam Tifoid)
logo

Mendukung Digitalisasi Rekam Medis Anda

0881-1998-854halo@rawat.id

Jelajah Informasi Kesehatan dan Alat Cek Kesehatan Digital Mandiri

Informasi Obat

Informasi Menu Diet

Informasi RS dan Klinik

Kalkulator BMI

Pengingat Minum Obat

Personal Health Record

Rencana Diet

Jelajah Artikel Berdasarkan Kategori

Kesehatan

Teknologi

Tenaga Kesehatan

Fasilitas Kesehatan

Informasi Umum

Bioteknologi

Tautan Lainnya

Panduan Pengguna RME

Lihat Fitur RME

Registrasi RME

Uji Coba RME

Sosial Media

Instagram

Tiktok

X/Twitter

Youtube

Privacy Policy•Terms of Service•About Us•Disclaimer

© 2026, Rawat ID. All rights reserved.

Demam BerdarahDengue (DBD)

Indonesia adalah salah satu negara endemis Demam Berdarah Dengue. Hampir seluruh wilayah Indonesia berisiko, dan wabah besar kerap terjadi setiap tahunnya.

Jelajahi Informasi

Apa Itu Demam Berdarah Dengue?

Penjelasan mengenai definisi Demam Berdarah Dengue (DBD)

Penyebab & Faktor Risiko

Kenali penyebab & Resiko yang terjadi pada masing masing penyakit

Cara Penularan

Pelajari bagaimana virus menyebar dari satu orang ke orang lain

Tanda & Gejala

Kenali gejala yang muncul pada masing masing penyakit

Penanganan

Pelajari bagaimana virus menyebar dari satu orang ke orang lain

Apa Itu Demam Berdarah Dengue (DBD)?

Demam Berdarah Dengue (DBD) — atau dalam istilah medis disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) — adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Virus ini ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang terinfeksi. Penyakit ini tidak menular langsung dari satu manusia ke manusia lain — hanya bisa ditularkan melalui nyamuk perantara.

DBD termasuk dalam kelompok penyakit tropis yang paling cepat menyebar di dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan 390 juta infeksi dengue terjadi setiap tahun, dengan sekitar 96 juta yang menunjukkan gejala klinis. Indonesia sendiri adalah salah satu negara endemis dengueterbesar di dunia — hampir seluruh wilayah Indonesia berisiko, dan wabah besar kerap terjadi setiap tahunnya.

Penyakit Tropis

DBD termasuk penyakit tropis yang paling cepat menyebar di dunia.

Ditularkan Nyamuk

Melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang terinfeksi.

Endemis di Indonesia

Hampir seluruh wilayah Indonesia beresiko tinggi terkena DBD.

Empat Serotipe Virus Dengue

Inilah yang membuat seseorang bisa menderita DBD lebih dari satu kali seumur hidup.

DENV-1

Tipe 1

DENV-2

Tipe 2

DENV-3

Tipe 3

DENV-4

Tipe 4

Jika seseorang pernah terinfeksi serotipe 1, tubuhnya akan kebal terhadap serotipe tersebut seumur hidup — namun tetap rentan terhadap serotipe 2, 3, dan 4. Infeksi kedua justru lebih berisiko menyebabkan DBD yang parah.

Fakta Kunci

DBD bukan sekadar 'demam biasa'. Tanpa penanganan yang tepat, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi serius bahkan kematian. Namun dengan deteksi dini dan penanganan yang benar, angka kematian akibat DBD bisa ditekan di bawah 1%.

Penyebab & Faktor Risiko Demam Berdarah Dengue (DBD)

Bagaimana Penularan Terjadi?

Nyamuk Aedes Aegypti adalah vektor utama penularan DBD. Nyamuk betina yang menggigit penderita DBD akan menghisap virus bersama darahnya. Selama 8–12 hari masa inkubasi ekstrinsik, virus berkembang biak di dalam tubuh nyamuk. Setelah itu, nyamuk tersebut menjadi infektif dan bisa menularkan virus ke manusia lain melalui gigitannya.

Ciri khas nyamuk Aedes Aegypti yang perlu diketahui:

Warna Tubuh

Hitam dengan bintik-bintik putih khas di seluruh tubuh.

Waktu Aktif

Pagi (08:00-10:00) dan sore hari (16:00-18:00). Bukan malam hari.

Tempat Berkembang Biak

Air bersih tergenang (bak mandi, vas, ban bekas, talang atap).

Jarak Terbang

Relatif pendek, biasanya dalam radius 100-200 meter.

Faktor Risiko yang Meningkatkan Kemungkinan Tertular Demam Berdarah Dengue (DBD)

Faktor Lingkungan

Faktor Individu

Status Risiko Saat Ini

0%RENDAH

Centang faktor risiko yang sesuai dengan kondisi Anda.

Tanda & Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD)

Bagaimana Gejala Berkembang?

Gejala DBD biasanya muncul 4–10 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi. Perjalanan penyakit DBD terbagi dalam 3 fase yang khas, memahami fase ini sangat penting agar tidak salah dalam menilai kondisi pasien.


Fase 1: Demam (Hari ke-1 sampai ke-3)

  • Demam tinggi mendadak: suhu tubuh bisa mencapai 39–40°C, muncul tiba-tiba
  • Nyeri kepala berat: terutama di area belakang mata (retro-orbital headache)
  • Nyeri otot dan sendi yang hebat: sehingga DBD sering disebut breakbone fever atau demam tulang patah
  • Mual dan muntah: bisa disertai hilangnya nafsu makan
  • Ruam kemerahan: bisa muncul di awal, menyebar dari tubuh ke wajah dan anggota badan
  • Wajah kemerahan: tampak memerah (flushing) terutama pada anak-anak

Penanganan dan Tatalaksana Demam Berdarah Dengue (DBD)

Sampai saat ini, belum ada obat antivirus spesifik yang terbukti efektif untuk mengobati infeksi dengue. Penanganan DBD bersifat suportif, artinya bertujuan untuk mengatasi gejala, mencegah komplikasi, dan memberi waktu tubuh untuk sembuh sendiri. Namun penanganan suportif yang tepat dan tepat waktu inilah yang menyelamatkan nyawa.

Penanganan di Rumah (Untuk Kasus Ringan–Sedang)

Tidak semua penderita DBD harus dirawat di rumah sakit. Pasien dengan kondisi umum baik, bisa minum dengan cukup, dan tidak ada tanda bahaya bisa dirawat di rumah dengan pengawasan ketat.

Cairan

Minum cairan yang cukup dan sering

Air putih, oralit, jus buah, atau larutan isotonik (minuman elektrolit). Targetnya sampai urin berwarna kuning muda dan frekuensi berkemih 4–6x per hari.

Istirahat

Istirahat total

Tubuh membutuhkan energi penuh untuk melawan infeksi.

Termometer

Pantau suhu tubuh

Ukur setiap 4–6 jam. Catat dan laporkan ke dokter.

Penanganan di Rumah Sakit (Rawat Inap)

Pasien perlu dirawat inap jika ada tanda bahaya, trombosit sangat rendah, atau tidak bisa minum cairan yang cukup secara oral.

Infus

Cairan Infus (IV Fluid)

Dokter akan menghitung jenis dan kecepatan cairan berdasarkan kondisi pasien. Ini kunci utama penanganan fase kritis.

Tanda vital

Pemantauan Tanda Vital Ketat

Tekanan darah, nadi, saturasi oksigen, dan produksi urin dipantau secara berkala.

Trombosit

Transfusi Trombosit

Hanya diberikan jika trombosit sangat rendah (<10.000/mm³) atau ada perdarahan aktif yang signifikan. Bukan berdasarkan angka trombosit saja.

Transfusi darah

Transfusi Darah

Hanya jika ada perdarahan berat yang menyebabkan anemia signifikan.

Terkait Transfusi Trombosit pada Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD)

Transfusi tidak selalu menjadi solusi. Salah satu kesalahan umum adalah meminta transfusi trombosit hanya karena angkanya rendah. Panduan WHO dan IDAI menegaskan bahwa transfusi trombosit tidak rutin diberikan pada DBD. Pemberian cairan yang tepat jauh lebih penting dan efektif. Transfusi yang tidak perlu justru membawa risiko reaksi transfusi.

Komplikasi Demam Berdarah Dengue (DBD)

Komplikasi DBD terjadi terutama saat fase kritis tidak ditangani dengan baik. Berikut adalah komplikasi yang paling penting untuk diketahui:

Dengue Shock Syndrome

Dengue Shock Syndrome (DSS) — Syok Dengue

Komplikasi paling berbahaya dan paling umum pada DBD. Terjadi ketika kebocoran plasma sangat masif sehingga volume darah yang beredar turun drastis, dan tekanan darah tidak bisa dipertahankan. Tanda-tandanya adalah tekanan darah turun atau menyempit, nadi cepat dan lemah, kulit dingin dan pucat, penderita tampak gelisah atau justru lemas sekali. Tanpa penanganan cairan yang segera dan agresif, DSS bisa menyebabkan kegagalan organ dan kematian dalam hitungan jam.

Perdarahan berat

Perdarahan Berat

Meskipun lebih jarang dari yang banyak orang kira, perdarahan berat bisa terjadi pada kasus yang berat, terutama jika pasien juga mengalami syok. Bentuknya bisa berupa pendarahan pada saluran cerna, misalnya muntah darah atau BAB hitam, perdarahan otak, atau perdarahan masif dari gusi, hidung, atau area kulit.

Gangguan organ

Gangguan Organ

  • Hati (liver): peradangan hati (hepatitis dengue) adalah komplikasi yang cukup umum, biasanya ringan dan pulih sendiri, tetapi bisa berat pada sebagian kasus.
  • Jantung: gangguan irama jantung atau miokarditis bisa terjadi meskipun jarang.
  • Otak (ensefalopati dengue): sangat jarang, biasanya pada kasus berat. Menyebabkan kebingungan, kejang, atau penurunan kesadaran.
  • Ginjal: gangguan fungsi ginjal bisa terjadi pada kasus dengan syok berkepanjangan.

Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)

Kabar baiknya: DBD adalah penyakit yang sangat bisa dicegah. Pencegahan berfokus pada dua hal utama: mengendalikan nyamuk Aedes Aegypti dan melindungi diri dari gigitan nyamuk.

Program 3M Plus

Program 3M Plus — Cara Paling Efektif

Ini adalah strategi utama pencegahan DBD yang direkomendasikan Kemenkes RI:

  • Menguras: kuras dan sikat bak mandi, bak penampungan air, dan tempat-tempat yang menampung air minimal 1 kali seminggu.
  • Menutup: tutup rapat semua tempat penampungan air agar nyamuk tidak bisa bertelur di sana.
  • Memanfaatkan/Mendaur ulang: buang atau kubur barang-barang bekas yang bisa menampung air hujan (ban bekas, kaleng, botol plastik).
  • Plus: tambahkan ikan pemakan jentik, bubuk abate/temephos pada penampungan air yang sulit dikuras, pasang kasa/screen di jendela dan ventilasi, dan gunakan kelambu saat tidur.
Perlindungan dari gigitan nyamuk

Perlindungan Diri dari Gigitan Nyamuk

  • Gunakan lotion anti-nyamuk (repelen): pilih yang mengandung DEET, Picaridin, atau IR3535, terutama saat pagi dan sore hari
  • Kenakan pakaian yang menutupi kulit: lengan panjang dan celana panjang saat beraktivitas di luar rumah
  • Pasang kawat kasa di jendela dan pintu: mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah
  • Hindari tidur tanpa kelambu: terutama untuk bayi dan anak kecil
Vaksinasi dengue

Vaksinasi Dengue

Saat ini tersedia vaksin dengue (Dengvaxia/CYD-TDV) di Indonesia. Namun vaksin ini memiliki ketentuan penting: hanya direkomendasikan untuk orang yang sudah pernah terinfeksi dengue sebelumnya (seropositif), berusia 9–45 tahun, dan tinggal di daerah endemis. Pemberian pada orang yang belum pernah terinfeksi justru meningkatkan risiko DBD parah saat infeksi pertama kali terjadi. Konsultasikan dengan dokter sebelum vaksinasi.

Mitos dan Fakta Terkait Demam Berdarah Dengue (DBD)

MITOS

FAKTA

Minum jus jambu biji bisa menaikkan trombosit dan menyembuhkan DBD

Tidak ada bukti ilmiah bahwa jus jambu menaikkan trombosit. Trombosit naik sendiri seiring tubuh sembuh. Jus jambu boleh diminum karena mengandung cairan dan vitamin C, bukan karena bisa menaikkan trombosit.

Trombosit di bawah 100.000 harus langsung transfusi

Transfusi trombosit hanya diindikasikan saat trombosit sangat rendah (<10.000/mm³) atau ada perdarahan aktif. Angka trombosit rendah saja tanpa perdarahan tidak otomatis memerlukan transfusi.

Kalau demam sudah turun, berarti sudah sembuh

Turunnya demam pada hari ke-4 sampai ke-6 justru menandai dimulainya fase kritis. Pasien harus tetap dipantau ketat saat demam turun.

DBD menular langsung dari orang ke orang

DBD tidak menular dari manusia ke manusia. Penularan hanya melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang telah terinfeksi virus dengue dari penderita lain.

Nyamuk demam berdarah hanya keluar malam hari

Justru sebaliknya. Nyamuk Aedes Aegypti paling aktif pada siang hari, pagi pukul 08.00–10.00 dan sore pukul 16.00–18.00. Bukan malam hari seperti nyamuk malaria.

Sekali kena DBD, seumur hidup kebal

Kekebalan hanya terbentuk terhadap 1 dari 4 serotipe virus dengue. Anda bisa terkena DBD hingga 4 kali seumur hidup dari serotipe yang berbeda.

Pesan Penting

DBD adalah penyakit yang serius tetapi sangat bisa dicegah dan ditangani. Kunci utamanya ada di tiga hal:

  • Cegah dengan 3M Plus dan perlindungan dari gigitan nyamuk.
  • Kenali gejala dan tanda bahaya sejak dini.
  • Tangani dengan benar, minum cairan yang cukup, pantau kondisi, dan jangan tunda ke dokter jika ada tanda bahaya.

Jangan terkecoh dengan mitos yang beredar. Percayakan penanganan kepada tenaga medis dan ikuti panduan berbasis bukti.

Medical Writer

dr. Iffah Rizki Hasanah

Visual & Development

Sitti Tsarwa Akin

Raisulwathan

Khalil Maulana

Pengarah Produksi

Yaumil Ikhsan

Interaktif Konten Lainnya

Lihat Selengkapnya
Cacar Air vs Cacar Ular

Cacar Air vs Cacar Ular

Dua penyakit dari satu virus yang sama, kenali perbedaannya!

Herpes Simplex

Herpes Simplex

Penyakit yang virusnya tidak bisa disembuhkan total, namun jarang disadari!

Hepatitis A

Hepatitis A

Penyakit yang mudah menyebar karena virusnya bisa bertahan hidup lama di luar tubuh manusia