logo

Beranda

Informasi Kesehatan

Artikel

Alat Kesehatan Digital

Sistem Digital Faskes

logo

Mendukung Digitalisasi Rekam Medis Anda

Jelajah Informasi Kesehatan dan Alat Cek Kesehatan Digital Mandiri

Informasi Obat

Informasi Menu Diet

Informasi RS dan Klinik

Kalkulator BMI

Pengingat Minum Obat

Personal Health Record

Rencana Diet

Jelajah Artikel Berdasarkan Kategori

Kesehatan

Teknologi

Tenaga Kesehatan

Fasilitas Kesehatan

Informasi Umum

Bioteknologi

Tautan Lainnya

Panduan Pengguna RME

Lihat Fitur RME

Registrasi RME

Uji Coba RME

Sosial Media

Instagram

Tiktok

X/Twitter

Youtube

Privacy Policy•Terms of Service•About Us•Disclaimer

© 2026 Rawat.ID

Demam BerdarahDengue (DBD)

Panduan Lengkap Berbasis Bukti Ilmiah untukMasyarakat Umum

Jelajahi Informasi

Apa Itu Demam Berdarah Dengue?

Penjelasan mengenai definisi Demam Berdarah Dengue (DBD)

Penyebab & Faktor Risiko

Kenali penyebab & Resiko yang terjadi pada masing masing penyakit

Cara Penularan

Pelajari bagaimana virus menyebar dari satu orang ke orang lain

Tanda & Gejala

Kenali gejala yang muncul pada masing masing penyakit

Penanganan

Pelajari bagaimana virus menyebar dari satu orang ke orang lain

Apa Itu Demam Berdarah Dengue (DBD)?

Demam Berdarah Dengue (DBD) — atau dalam istilah medis disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) — adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Virus ini ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang terinfeksi. Penyakit ini tidak menular langsung dari satu manusia ke manusia lain — hanya bisa ditularkan melalui nyamuk perantara.

DBD termasuk dalam kelompok penyakit tropis yang paling cepat menyebar di dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan 390 juta infeksi dengue terjadi setiap tahun, dengan sekitar 96 juta yang menunjukkan gejala klinis. Indonesia sendiri adalah salah satu negara endemis dengue terbesar di dunia — hampir seluruh wilayah Indonesia berisiko, dan wabah besar kerap terjadi setiap tahunnya.

Penyakit Tropis

DBD termasuk penyakit tropis yang paling cepat menyebar di dunia.

Ditularkan Nyamuk

Melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang terinfeksi.

Endemis di Indonesia

Hampir seluruh wilayah Indonesia beresiko tinggi terkena DBD.

Empat Serotipe Virus Dengue

Inilah yang membuat seseorang bisa menderita DBD lebih dari satu kali seumur hidup.

DENV-1

Tipe 1

DENV-2

Tipe 2

DENV-3

Tipe 3

DENV-4

Tipe 4

Jika seseorang pernah terinfeksi serotipe 1, tubuhnya akan kebal terhadap serotipe tersebut seumur hidup — namun tetap rentan terhadap serotipe 2, 3, dan 4. Infeksi kedua justru lebih berisiko menyebabkan DBD yang parah.

Fakta Kunci

DBD bukan sekadar 'demam biasa'. Tanpa penanganan yang tepat, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi serius bahkan kematian. Namun dengan deteksi dini dan penanganan yang benar, angka kematian akibat DBD bisa ditekan di bawah 1%.

Penyebab & Faktor Risiko

Bagaimana Penularan Terjadi?

Virus dengue tidak menular langsung dari orang ke orang. Nyamuk betina Aedes aegypti (dan terkadang Aedes albopictus) yang menggigit orang sedang mengalami viremia dapat membawa virus tersebut, lalu menularkannya kepada orang lain melalui gigitan berikutnya. Memahami kebiasaan nyamuk ini penting untuk strategi pencegahan di rumah dan lingkungan.

Warna Tubuh

Hitam dengan bintik-bintik putih khas di seluruh tubuh.

Waktu Aktif

Pagi (08:00-10:00) dan sore hari (16:00-18:00). Bukan malam hari.

Tempat Berkembang Biak

Air bersih tergenang (bak mandi, vas, ban bekas, talang atap).

Jarak Terbang

Relatif pendek, biasanya dalam radius 100-200 meter.

Faktor Risiko yang Meningkatkan Kemungkinan Tertular DBD

Selain perilaku nyamuk, beberapa kondisi di sekitar kita dan pada tubuh seseorang dapat membuat peluang paparan dan penyakit berkembang lebih besar. Berikut ringkasan faktor yang sering dibahas dalam literatur kesehatan masyarakat.

Faktor Lingkungan

Musim Hujan

Genangan air meningkat drastis, menyediakan tempat berkembang biak nyamuk.

Kepadatan penduduk

semakin padat area pemukiman, semakin mudah nyamuk berpindah dari satu rumah ke rumah lain

Sanitasi Buruk

Tumpukan barang bekas dan kurangnya penutup pada penampungan air.

Daerah Tropis

iklim panas dan lembab mendukung perkembangbiakan nyamuk sepanjang tahun

Faktor Individu

Usia 5-15 Tahun

Kelompok yang paling sering terkena DBD parah di daerah endemis.

Infeksi Sebelumnya

Berisiko mengalami DBD parah pada infeksi kedua dengan serotipe berbeda.

Sistem Imun Lemah

Penderita penyakit kronis atau gangguan imun lebih rentan.

Tidak Ada Imunitas

Pendatang baru ke daerah endemis tanpa riwayat infeksi sebelumnya.