Tanda dan Gejala Infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih adalah infeksi bakteri tersering kedua di dunia setelah Infeksi Saluran Pernapasan, dan menjadi penyebab jutaan kunjungan ke fasilitas kesehatan setiap tahunnya.
Meskipun terdengar sepele, ISK yang ditangani tidak tepat bisa berkembang menjadi kondisi serius yang mengancam ginjal. Mengenal tanda dan gejala Infeksi Saluran Kemih dengan benar adalah langkah penting untuk mendeteksi dan mendapatkan pengobatan lebih dini.
Gejala Infeksi Saluran Kemih sangat bergantung pada lokasi infeksi terjadi. Berikut adalah tanda dan gejala dari Infeksi Saluran Kemih berdasarkan lokasi infeksi terjadi.
Gejala Infeksi Saluran Kemih Bawah (Sistitis / Infeksi Kandung Kemih)
Ini adalah infeksi yang paling sering dialami oleh penderita Infeksi Saluran Kemih. Gejala muncul karena peradangan pada dinding kandung kemih, berupa:
- •Nyeri atau perih saat buang air kecil (disuria). Nyeri yang dialami bisa berupa sensasi panas, perih, atau seperti terbakar saat buang air kecil. Ini adalah gejala paling khas dan paling mengganggu dari Infeksi Saluran Kemih jenis ini. Rasa perih biasanya terasa saat urin mengalir melalui uretra yang meradang.
- •Frekuensi buang air kecil meningkat. Adanya dorongan untuk buang air kecil jauh lebih sering dari biasanya, bisa setiap 15–30 menit, padahal urin yang keluar sedikit.
- •Adanya dorongan mendadak dan sangat kuat untuk segera buang air kecil yang sulit ditahan, bahkan bisa sampai tidak sempat ke toilet.
- •Adanya darah dalam urin yang berwarna merah muda, merah, atau seperti teh, dapat terlihat kasat mata atau hanya terdeteksi dengan pemeriksaan mikroskopis. Pendarahan kadang terjadi tanpa adanya rasa sakit.
- •Urin keruh atau berbau tidak sedap akibat adanya bakteri, nanah dan debris sel dalam urin.
- •Adanya rasa tidak nyaman atau tekanan di area perut bagian bawah, tepat di atas tulang kemaluan, lokasi kandung kemih.
- •Infeksi Saluran Kemih bawah tanpa komplikasi umumnya tidak disertai demam. Adanya demam mengindikasikan kemungkinan infeksi sudah mencapai ginjal (pielonefritis).
Gejala Infeksi Saluran Kemih Atas (Pielonefritis / Infeksi Ginjal)
Pielonefritis adalah kondisi yang jauh lebih serius dan memerlukan penanganan segera. Gejalanya jauh lebih berat dari sistitis, berupa:
- •Demam tinggi 38–40°C, sering disertai menggigil, ini yang membedakan Infeksi Saluran Kemih Atas (pielonefritis) dari Infeksi Saluran Kemih Bawah (Sistitis).
- •Nyeri pinggang atau punggung samping yang khas di area pinggang kanan atau kiri, tepat di bawah tulang rusuk terakhir. Bisa sangat berat dan terasa sampai ke perut bagian depan.
- •Nyeri saat daerah pinggang diketuk, tanda khas infeksi ginjal yang diperiksa oleh dokter.
- •Mual dan muntah, sering menyertai Infeksi Saluran Kemih Atas (pielonefritis) berat.
- •Gejala seperti Infeksi Saluran Kemih Bawah (Sistitis) juga bisa dirasakan, karena infeksi biasanya dimulai dari Kandung Kemih (Saluran Kemih Bawah) sebelum naik ke Saluran Kemis Atas (Ginjal).
- •Kelelahan dan tampak sakit berat, berbeda dengan Sistitis yang penderitanya masih bisa beraktivitas, Pielonefritis membuat penderita tampak benar-benar sakit.
Gejala Infeksi Saluran Kemih pada Kelompok Khusus
Gejala Infeksi Saluran Kemih pada Bayi dan Anak Kecil
Pada bayi dan anak kecil, hejala sering tidak khas dan sulit dikenali. Waspada jika bayi atau anak mengalami demam tanpa sumber yang jelas, rewel berlebihan, makan/minum buruk, muntah, bau urine yang menyengat, kadang terlihat kesakitan saat buang ari kecil.
Pada bayi baru lahir, waspada jika bayi mengalami ikterus atau kekuningan yang berkepanjangan, karena hal tersebut bisa menjadi tanda Infeksi Saluran Kemih.
Gejala Infeksi Saluran Kemih pada Lansia
Pada lansia, Infeksi Saluran Kemih sering muncul tanpa gejala khas. Manifestasinya lebih sering kebingungan mendadak (delirium), perubahan perilaku, jatuh, kelelahan umum, atau memburuknya kondisi kronis yang sudah ada. Ini sering terlambat dikenali.
Gejala Infeksi Saluran Kemih pada Laki-laki
Infeksi Saluran Kemis pada laki-laki dewasa muda sangat jarang dan bila terjadi harus dicurigai adanya penyebab struktural.
Pada laki-laki di atas 50 tahun, pembesaran prostat (BPH) adalah faktor risiko utama terjadinya Infeksi Saluran Kemih. Gejala bisa disertai nyeri perineum atau disfungsi ereksi yang menandakan keterlibatan prostat (prostatitis).
Tags
dr. Iffah Rizqi Hasanah
"dr. Iffah adalah seorang dokter lulusan Universitas Bengkulu. Selain gemar menekuni perkembangan dunia kedokteran, dr. Iffah juga suka bereksperimen dengan resep-resep masakan sehat."

Kesehatan
Bagaimana Mengukur Berat Badan Ideal?

Kesehatan
Apa Gejala dari Radang Usus Buntu?

Kesehatan
Jangan Sepelekan, Kenali Tanda Bahaya Diare Berikut!

Kesehatan
Memahami Diabetes Tipe 1, Tipe 2 dan Gestasional

Kesehatan
Apa itu Campak dan Bagaimana Cara Penularannya

