logo

Informasi Kesehatan

Artikel

Interaktif

Alat Kesehatan Digital

Artikel
Kesehatan
Tenaga Kesehatan
Fasilitas Kesehatan
Bioteknologi
Teknologi Kesehatan
Informasi Umum
logo

Memberikan solusi dan informasi terbaik untuk merawat kesehatanmu

0881-1998-854halo@rawat.id

Jelajah Informasi Kesehatan dan Alat Cek Kesehatan Digital Mandiri

Informasi Obat

Informasi Menu Diet

Informasi RS dan Klinik

Kalkulator BMI

Pengingat Minum Obat

Personal Health Record

Rencana Diet

Jelajah Artikel Berdasarkan Kategori

Kesehatan

Teknologi

Tenaga Kesehatan

Fasilitas Kesehatan

Informasi Umum

Bioteknologi

Tautan Lainnya

Panduan Pengguna RME

Lihat Fitur RME

Registrasi RME

Uji Coba RME

Sosial Media

Instagram

Tiktok

X/Twitter

Youtube

Privacy Policy•Terms of Service•About Us•Disclaimer

© 2026, Rawat ID. All rights reserved.

  1. Beranda
  2. >Artikel
  3. >Bioteknologi
  4. >Apa itu Bioteknologi dan Bagaimana Sejarahnya?
Bioteknologi10 Maret 2025

Apa itu Bioteknologi dan Bagaimana Sejarahnya?

Apa itu Bioteknologi dan Bagaimana Sejarahnya?

Bioteknologi adalah sebuah bidang multidisiplin dari biologi dan teknologi yang memanfaatkan organisme hidup dan sistem biologisnya untuk menciptakan produk dan teknologi yang bermanfaat.

Istilah “bioteknologi” sendiri dicetuskan oleh seorang insinyur Hungaria, Karl Ereky pada tahun 1919 yang merujuk pada ilmu pengetahuan dan metode yang memungkinkan untuk memproduksi suatu produk dari bahan mentah dengan bantuan organisme hidup.

Aplikasi dari bioteknologi sendiri telah dimanfaatkan sejak 6000 tahun yang lalu, bahkan sebelum istilah bioteknologi itu sendiri diciptakan.

Orang-orang dari peradaban Mesopotamia, Mesir, Cina dan Eropa Tengah telah mengaplikasikan bioteknologi dengan membuat makanan dan minuman dari proses fermentasi dengan mikroorganisme (ragi dan bakteri) berupa roti, keju, yoghurt, vinegar, bir dan wine.

Hal itu diketahui oleh masyarakat modern dari mural-mural dan ukiran tanah liat seperti yang saat ini dikenal dengan "The Monument Blue" di Museum Louvre Paris yang menunjukkan proses produksi makanan dan minuman hasil fermentasi tersebut.

Awal mula bir diketahui sebagai produk hasil fermentasi yang melibatkan organisme hidup berupa ragi adalah ketika Antonie van Leeuwenhoek menemukan adanya gumpalan ragi kuning dalam sampel bir melalui mikroskop lensa tunggalnya, dan menggambarnya.

Teknik yang menggunakan organisme hidup untuk menghasilkan produk makanan dan minuman fermentasi ini disebut dengan “Bioteknologi Konvensional” atau terkadang disebut juga sebagai tasty side of biotechnology.

Hal ini karena produk seperti keju, roti dan yoghurt memiliki cita rasa yang lebih nikmat dan bergizi dibandingkan bahan mentah sebelum difermentasi.

Tidak hanya lezat, beberapa produk hasil fermentasi seperti bir, wine dan vinegar (pada awal masa ditemukannya) dipercaya lebih aman dan bergizi untuk dikonsumsi dibandingkan air minum yang umumnya berasal dari Sungai yang sering kali tidak aman diminum karena terkontaminasi bakteri atau polusi.

Bahkan produk hasil fermentasi tersebut juga sering digunakan untuk mengurangi tingkat kontaminasi dari air karena kandungan alkohol dan asam organiknya yang dapat menghambat pertumbuhan patogen pada air minum.

Namun seiring perkembangannya, bioteknologi kini mengacu pada penggunaan dan rekayasa organisme hidup pada level molekul seluler (deoxyribonucleic acid, DNA) seperti DNA rekombinan, untuk menghasilkan zat-zat bermanfaat yang memiliki kegunaan di bidang kesehatan, pertanian dan/atau industri, disebut dengan Bioteknologi Modern.

Beberapa produk bioteknologi modern yaitu tumbuhan pangan dari hasil modifikasi genetik yang tahan terhadap cekaman, produksi insulin dari bakteri yang telah disisipkan gen.

Baca Juga :Mengenal Bioinformatika dan Sejarah Kemunculannya

Karena memiliki berbagai macam kegunaan dan potensi aplikasi yang menjanjikan dalam berbagai bidang, bioteknologi juga disebut sebagai “technology of hope” yang dapat memberikan dampak pada kesehatan manusia, kesejahteraan makhluk hidup lain dan lingkungan.

Secara garis besar, Ilmu bioteknologi dibagi menjadi beberapa fokus area yaitu:

  • •
    Bioteknologi Industri (Bioteknologi Putih),
  • •
    Bioteknologi Agrikultur (Bioteknologi Hijau),
  • •
    Bioteknologi Laut (Bioteknologi Biru),
  • •
    Bioteknologi Kesehatan (Bioteknologi Merah),
  • •
    Bioteknologi Pangan, dan
  • •
    Bioteknologi Lingkungan.

Masing-masing dari fokus area ini memiliki potensi aplikasi yang beragam untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di lingkungan saat ini.

Tags

Bagikan artikel

whatsapptwitterfacebooklinkedininstagram

Artikel terpopuler

Ini Tanda-Tanda Kamu Mengalami Gangguan Kecemasan!

Kesehatan

Ini Tanda-Tanda Kamu Mengalami Gangguan Kecemasan!...

Ini Tanda-Tanda Kamu Mengalami Gangguan Kecemasan!

Apa itu Cacar Ular dan Bagaimana Gejalanya?

Kesehatan

Apa itu Cacar Ular dan Bagaimana Gejalanya?...

Apa itu Cacar Ular dan Bagaimana Gejalanya?

Kenali Hepatitis A : Penyebab, Tanda-Tanda dan Gejala

Kesehatan

Kenali Hepatitis A : Penyebab, Tanda-Tanda dan...

Kenali Hepatitis A : Penyebab, Tanda-Tanda dan Gejala

Herpes Simplex: Bagaimana Cara Penularannya?

Kesehatan

Herpes Simplex: Bagaimana Cara Penularannya?...

Herpes Simplex: Bagaimana Cara Penularannya?

CN
Penulis

Novi Safitri

"Novi adalah mahasiswa Magister Bioteknologi di Institut Teknologi Bandung. Seperti Bioteknologi, kucing adalah hal yang tidak bisa dipisahkan darinya."

Artikel terkait
Mengenal Bioinformatika dan Sejarah Kemunculannya

Bioteknologi

Mengenal Bioinformatika dan Sejarah Kemunculannya

Apa Itu Bioteknologi Kesehatan dan Contoh Implementasinya

Bioteknologi

Apa Itu Bioteknologi Kesehatan dan Contoh Implementasinya

Apa itu Bioteknologi dan Bagaimana Sejarahnya?

Bioteknologi

Apa itu Bioteknologi dan Bagaimana Sejarahnya?