logo

Informasi Kesehatan

Artikel

Interaktif

Alat Kesehatan Digital

Artikel
Kesehatan
Tenaga Kesehatan
Fasilitas Kesehatan
Bioteknologi
Teknologi Kesehatan
Informasi Umum
logo

Memberikan solusi dan informasi terbaik untuk merawat kesehatanmu

0881-1998-854halo@rawat.id

Jelajah Informasi Kesehatan dan Alat Cek Kesehatan Digital Mandiri

Informasi Obat

Informasi Menu Diet

Informasi RS dan Klinik

Kalkulator BMI

Pengingat Minum Obat

Personal Health Record

Rencana Diet

Jelajah Artikel Berdasarkan Kategori

Kesehatan

Teknologi

Tenaga Kesehatan

Fasilitas Kesehatan

Informasi Umum

Bioteknologi

Tautan Lainnya

Panduan Pengguna RME

Lihat Fitur RME

Registrasi RME

Uji Coba RME

Sosial Media

Instagram

Tiktok

X/Twitter

Youtube

Privacy Policy•Terms of Service•About Us•Disclaimer

© 2026, Rawat ID. All rights reserved.

  1. Beranda
  2. >Artikel
  3. >Bioteknologi
  4. >Apa Itu Bioteknologi Kesehatan dan Contoh Implementasinya
Bioteknologi12 Maret 2025

Apa Itu Bioteknologi Kesehatan dan Contoh Implementasinya

Apa Itu Bioteknologi Kesehatan dan Contoh Implementasinya

Bioteknologi adalah sebuah bidang multidisiplin dari biologi dan teknologi yang memanfaatkan organisme hidup dan sistem biologisnya untuk menciptakan produk dan teknologi yang bermanfaat.

Pada artikel ini, kita akan berfokus membahas tentang salah satu cabang dari bioteknologi, yaitu bioteknologi kesehatan dan mengapa apa tujuan dari pemanfaat bioteknologi di bidang kesehatan itu sendiri.

Pada artikel yang lain, kita sudah membahas Apa itu Bioteknologi dan Bagaimana Sejarahnya secara umum. Jika kamu belum membaca, silahkan baca artikel tersebut lebih dahulu.

Seperti yang telah dijelaskan diatas, bioteknologi kesehatan berarti memanfaatkan organisme hidup dan sistem biologisnya untuk mengembangkan produk dan teknik baru dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan manusia.

Bagaimana Sejarah Pemanfaatan Bioteknonologi di Bidang Kesehatan

Tonggak sejarah bioteknologi di bidang Kesehatan dimulai saat ditemukannya vaksin untuk penyakit cacar mematikan (smallpox) oleh Edward Jenner, seorang dokter dan ilmuwan Inggris, pada tahun 1796.

‘Vaksin smallpox’ pertama dibuat dari live cowpox virus (CPXV) yang merupakan penyebab penyakit cacar sapi. Virus ini merupakan virus dari family yang sama dengan virus variola yang menjadi penyebab penyakit smallpox, namun memiliki tingkat virulensi yang lebih rendah.

Hipotesis perlindungan dari vaksin smallpox didapatkan Jenner melalui pengamatannya pada pemerah susu sapi di daerah setempat yang kebal terhadap infeksi virus smallpox setelah terjangkit oleh virus cowpox dari sapi perah.

Jenner menguji hipotesisnya dengan mengambil sampel/cairan dari luka cacar sapi pada seorang pemerah susu bernama Sarah Nelmes dan menyuntikkannya pada anak laki-laki berusia 8 tahun bernama James Phipps.

Setelah 2 bulan pasca penyuntikkan dan sembuh dari cacar sapi, Phipps dipaparkan dengan virus smallpox namun tidak menunjukkan adanya gejala infeksi dari penyakit smallpox, membuktikan keefektifan vaksin tersebut.

Sebelum penemuan vaksin ini, virus smallpox telah menjangkit manusia dari abad ke-14, di benua Asia dan Afrika. Bahkan ada penemuan bahwa infeksi smallpox sudah ada sejak tahun 1350 Sebelum Masehi, yang diketahui melalui penelitian mumi dari Mesir dengan riwayat kasus yang sama.

Selama masa tersebut tidak ada obat untuk menyembuhkan penyakit smallpox dan akan berakhir dengan kematian. Pada abad ke-19 saja, smallpox telah menyebabkan kematian sekitar 300 juta jiwa.

Baca Juga :Apa Itu Bioteknologi Kesehatan dan Contoh Implementasinya

Sehingga penemuan vaksin smallpox ini telah berhasil menyelamatkan banyak nyawa sehingga berhasil memberantas tuntas (eradikasi) virus smallpox tepat pada tahun 1980 di seluruh dunia melalui program vaksinasi massal oleh WHO.

Vaksin smallpox ini bekerja dengan cara memperkenalkan virus vaccinia pada sistem imun tubuh dan melatihnya untuk memproduksi antibodi terhadap virus tersebut dengan memiliki karakteristik yang mirip karena berasal dari family yang sama dari virus cowpox dan smallpox.

Sehingga saat terpapar dengan virus smallpox, tubuh sudah mengenali dan dapat langsung memproduksi antibodi yang akan melawan virus tersebut, sehingga sangat kecil kesempatan bagi virus untuk menyebabkan kerusakan di tubuh manusia.

Karya Jenner ini kemudian menjadi dasar untuk imunologi dan menginspirasi pengembangan vaksin lain seperti polio dan campak. Istilah “vaksin” sendiri berasal dari kata Latin “vacca” yang memiliki arti "sapi", untuk mengenang penggunaan cacar sapi oleh Jenner.

Penemuan Penjelasan DNA Ikut Mengembangan Inovasi Bioteknologi Kesehatan

Setelah penemuan vaksin, awal abad ke-20, Alexander Fleming menemukan penisilin pada tahun 1928, yang merevolusi antibiotik. Kemudian penjelasan struktur DNA oleh Watson dan Crick pada tahun 1953 telah membuka jalan bagi rekayasa genetika.

Tahun 1970 sampai dengan 1980-an disebut sebagai era revolusi DNA rekombinan, dengan beberapa penemuan yaitu:

  • •
    Bakteri dengan rekayasa genetika dari dua organisme yang berbeda (Genetically Modified Organism) untuk memproduksi protein sintetik.
  • •
    Produksi insulin manusia sintetik dari bakteri GMO.
  • •
    Penemuan teknologi Poly Chain Reaction (PCR) yang merevolusi penelitian dalam bidang genetik.

Tahun 1990-an disebut sebagai era kemajuan dalam genomik dan kloning dengan penemuan-penemuan berikut:

  • •
    Inisiasi Proyek Genom Manusia dengan teknologi sekuensing (pengurutan materi genetik).
  • •
    Terapi antibodi monoclonal (mAb) seperti Rituximab untuk penyakit kanker, autoimun dan penyakit menular.
  • •
    Keberhasilan cloning domba dolly (Dolly the Sheep) menunjukkan potensi untuk penelitian cloning dan sel punca.

Baca Juga :Mengenal Bioinformatika dan Sejarah Kemunculannya

Tahun 2000-an berfokus pada pengobatan yang dipersonalisasi, dengan selesainya Proyek Genom Manusia pada tahun 2003 dan pengembangan sel punca (iPSC) oleh Shinya Yamanaka pada tahun 2006, untuk terapi regenerative yang spesifik pada pasien.

Tahun 2010-an hingga saat ini, muncul teknologi pengeditan "gen CRISPR-Cas9" untuk pengobatan kelainan genetik, pada tahun 2017 munculnya terapi "sel CAR-T" untuk pengobatan kanker yang bekerja lebih spesifik, dan pengembangan teknologi vaksin berbasis mRNA yang mengatasi krisis kesehatan global yakni pandemi COVID-19.

Pentingnya Bioteknologi di bidang Kesehatan tidak dilebih-lebihkan, tapi penemuannya memang telah mengantarkan kita pada era pengobatan yang presisi, transformasi dalam metode diagnostik, pengembangan terapi yang spesifik untuk membentuk lanskap perawatan kesehatan yang lebih tepat, efektif dan sesuai dengan kebutuhan setiap individu.

Tags

Bagikan artikel

whatsapptwitterfacebooklinkedininstagram

Artikel terpopuler

Ini Tanda-Tanda Kamu Mengalami Gangguan Kecemasan!

Kesehatan

Ini Tanda-Tanda Kamu Mengalami Gangguan Kecemasan!...

Ini Tanda-Tanda Kamu Mengalami Gangguan Kecemasan!

Apa itu Cacar Ular dan Bagaimana Gejalanya?

Kesehatan

Apa itu Cacar Ular dan Bagaimana Gejalanya?...

Apa itu Cacar Ular dan Bagaimana Gejalanya?

Kenali Hepatitis A : Penyebab, Tanda-Tanda dan Gejala

Kesehatan

Kenali Hepatitis A : Penyebab, Tanda-Tanda dan...

Kenali Hepatitis A : Penyebab, Tanda-Tanda dan Gejala

Herpes Simplex: Bagaimana Cara Penularannya?

Kesehatan

Herpes Simplex: Bagaimana Cara Penularannya?...

Herpes Simplex: Bagaimana Cara Penularannya?

CN
Penulis

Novi Safitri

"Novi adalah mahasiswa Magister Bioteknologi di Institut Teknologi Bandung. Seperti Bioteknologi, kucing adalah hal yang tidak bisa dipisahkan darinya."

Artikel terkait
Mengenal Bioinformatika dan Sejarah Kemunculannya

Bioteknologi

Mengenal Bioinformatika dan Sejarah Kemunculannya

Apa Itu Bioteknologi Kesehatan dan Contoh Implementasinya

Bioteknologi

Apa Itu Bioteknologi Kesehatan dan Contoh Implementasinya

Apa itu Bioteknologi dan Bagaimana Sejarahnya?

Bioteknologi

Apa itu Bioteknologi dan Bagaimana Sejarahnya?